Verstappen Pole di Bahrain GP Malaysia, Sindir Russell soal Rompi Pendingin
Baca dalam 60 detik
- Max Verstappen merebut pole position pertama musim 2026 di Sirkuit Sepang, Malaysia, setelah tampil dominan sejak sesi latihan bebas ketiga.
- Kemenangan ini diwarnai sindiran Verstappen kepada George Russell terkait keluhan rompi pendingin FIA, yang ia tanggapi dengan tawaran bercanda ke sauna.
- Persaingan gelar juara dunia F1 2026 diprediksi memanas karena Ferrari dan Mercedes mulai menunjukkan performa kompetitif di lintasan basah maupun kering.

Max Verstappen memulai musim 2026 dengan cara yang mengesankan. Pebalap Red Bull Racing itu mengunci pole position untuk Bahrain Grand Prix yang digelar di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, Sabtu (14/3/2026). Ini merupakan pole pertama Verstappen pada musim ini, sekaligus sinyal bahwa dominasi Red Bull belum tentu berakhir meski regulasi teknis baru diberlakukan.
Verstappen tampil superior sejak sesi latihan bebas ketiga. Ia mencatatkan waktu tercepat di sektor kedua dan ketiga, meninggalkan rival terdekatnya, Lewis Hamilton dari Ferrari, dengan selisih 0,287 detik. Hamilton sendiri menyebut putaran kualifikasinya sebagai "lap terbaik" sepanjang musim 2026, meski harus puas start dari posisi kedua. Sementara itu, George Russell dari Mercedes akan memulai balapan dari posisi ketiga setelah mengalami masalah pada sistem pendingin mobilnya.
Kontroversi mewarnai sesi kualifikasi. George Russell sebelumnya mengeluhkan kinerja rompi pendingin yang disediakan FIA, yang ia nilai tidak efektif meredam panas di kokpit. Menanggapi hal itu, Verstappen melontarkan sindiran pedas. "Mungkin saya harus mengajaknya ke sauna!" ujarnya kepada media. Pernyataan ini sontak menjadi bahan perbincangan di paddock, mengingat hubungan kedua pebalap yang sempat memanas pada musim lalu.
"Saya pikir ini adalah lap terbaik saya musim ini. Mobil terasa seimbang, dan saya bisa mendorong di setiap tikungan," kata Hamilton usai kualifikasi.
Di kubu Ferrari, rumor tentang masa depan Frederic Vasseur sebagai team principal kembali mencuat. CEO Ferrari, Benedetto Vigna, dengan tegas membantah kabar tersebut. "Hanya ada satu realitas, dan itu adalah komitmen kami pada Vasseur," tegas Vigna. Pernyataan ini sekaligus meredam spekulasi yang beredar di media sosial menjelang balapan.
Dari kubu MotoGP, Marc Marquez berhasil memenangi sprint race Japanese GP setelah menaklukkan Diogo Moreira. Sementara itu, Marco Bezzecchi mengaku bingung dengan kurangnya kecepatan di sesi sprint, menyebut motornya "terlalu lambat" untuk bersaing di barisan depan. Hasil ini membuat persaingan juara dunia MotoGP semakin ketat menjelang seri Eropa.
Di ajang NASCAR, Joe Gibbs Racing mengajukan klaim baru terhadap Chris Gabehart dalam sidang penemuan. Sementara itu, Kaulig Racing membantah rumor yang menyebutkan Brad Keselowski akan bergabung. Di dunia balap sportscar, Turner Motorsport tengah mengejar gelar trifecta Amerika Utara yang belum pernah terjadi sebelumnya, sementara Scott Dixon memprediksi Christian Lundgaard akan menghadapi tantangan berat melawan Alex Palou di IndyCar.
Kembali ke F1, strategi menjadi faktor kunci di Bahrain GP Malaysia. Dengan karakteristik sirkuit Sepang yang memiliki dua zona DRS panjang dan tikungan cepat, tim-tim diprediksi akan mengadopsi strategi satu atau dua pit stop. Cuaca tropis Malaysia yang panas dan lembap juga menjadi tantangan tersendiri bagi daya tahan ban dan fisik pebalap. Pirelli telah menyiapkan kompon C2, C3, dan C4 yang diharapkan mampu mengakomodasi berbagai pendekatan.
Bagi Indonesia, gelaran Bahrain GP di Malaysia ini menjadi pengingat akan potensi Sirkuit Mandalika sebagai tuan rumah event internasional. Meski belum masuk kalender F1, keberhasilan Malaysia menarik kembali F1 ke Asia Tenggara bisa menjadi dorongan bagi Indonesia untuk meningkatkan fasilitas dan manajemen event. Apalagi, MotoGP Indonesia telah menunjukkan antusiasme penonton yang tinggi, membuktikan pasar otomotif di kawasan ini terus tumbuh.
Balapan utama Bahrain GP Malaysia akan digelar Minggu (15/3/2026) pukul 20.00 WIB. Verstappen berpeluang besar mempertahankan posisinya, namun Hamilton dan Russell dipastikan tidak akan memberi perlawanan mudah. Akankah dominasi Red Bull berlanjut, atau Ferrari dan Mercedes mampu membalikkan keadaan? Semua akan terjawab dalam 57 putaran di Sepang.



