JB Pritzker: Gubernur Miliarder yang Menantang Trump, Siap ke Gedung Putih 2028?
Baca dalam 60 detik
- Gubernur Illinois JB Pritzker menegaskan posisinya sebagai penantang vokal Donald Trump, menyebut presiden AS itu sebagai 'otokrat yang ingin berkuasa'.
- Dengan kekayaan pribadi sekitar US$4,2 miliar, Pritzker membangun profil nasional melalui kebijakan pro-rakyat dan kritik tajam terhadap kebijakan federal.
- Spekulasi pencalonan presiden 2028 menguat seiring langkahnya mendanai komite aksi politik senilai US$20 juta dan kunjungan ke negara bagian awal pemilihan pendahuluan.

Gubernur Illinois JB Pritzker tidak menunggu lama untuk menempatkan diri sebagai salah satu penantang paling lantang Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dua hari setelah pemilihan ulang Trump, politikus Partai Demokrat itu memperingatkan bahwa siapa pun yang ingin menjangkau warga Illinois harus melewatinya terlebih dahulu. Baru sebulan setelah pelantikan, ia sudah menyamakan situasi politik dengan Jerman Nazi dalam pidato kenegaraan tahunannya.
Pernyataan itu bukan retorika sesaat. Dalam wawancara di markas kampanyenya di Chicago, Pritzker mengklaim bahwa pada bulan-bulan awal pemerintahan Trump, hanya segelintir pemimpin negara bagian yang berani bersikap oposisional. Ia menyebut mereka yang sejalan dengannya dapat dihitung dengan jari. Kini, menurutnya, jumlah pejabat terpilih yang bersedia melawan pemerintahan secara agresif "akhirnya" bertambah. "Orang-orang memilih bergabung dengan Tim Bertarung, dan keluar dari Tim Bersembunyi," ujarnya.
Pritzker dan Trump memang memiliki sejumlah kesamaan: keduanya miliarder yang mewarisi kekayaan besar, dan keduanya berkecimpung di dunia bisnis sebelum terjun ke politik. Namun Pritzker menegaskan perbandingan itu berhenti di situ. Ia menyebut Trump sebagai "otokrat yang ingin berkuasa" dan menekankan bahwa seorang otokrat tidak boleh diberi ruang sedikit pun.
Langkah Pritzker memperkuat posisinya di panggung nasional. Ia baru saja terbang ke Texas untuk membantu melawan konvensi Partai Republik, dan dalam waktu dekat akan menuju South Carolina—negara bagian pertama dalam proses nominasi presiden Partai Demokrat—untuk berbicara di konferensi negara bagian NAACP. Meski jabatannya di Illinois, ambisi kariernya jelas berskala nasional.
Spekulasi mengenai pencalonan presiden 2028 semakin memanas setelah ia mengungkapkan penggunaan obat penurun berat badan GLP-1. Sejumlah media besar AS menyoroti pengakuan itu sebagai sinyal persiapan menuju Gedung Putih. Ketika ditanya berapa kali ia dihadapkan pada pertanyaan soal pencalonan presiden, Pritzker sempat ragu sebelum menjawab bahwa pertanyaan itu kerap muncul dari wartawan yang belum mengenalnya. Ia tidak memberikan jawaban tegas, yang justru memperkuat dugaan bahwa ia sedang mempertimbangkan langkah besar.
Pritzker juga terbuka mengkritik kekalahan Kamala Harris pada 2024. Menurutnya, kampanye Harris seharusnya lebih menekankan kebijakan yang langsung menyentuh kantong rakyat, seperti kenaikan upah minimum nasional yang stagnan di US$7,25 per jam sejak 2009. "Orang-orang perlu mendengar bahwa Anda akan melakukan sesuatu yang nyata bagi mereka hari ini, segera," katanya. Ia menilai kampanye seharusnya sepenuhnya berfokus pada keluarga pekerja, kelas menengah, dan kelompok paling rentan.
Di Illinois, Pritzker mengklaim telah memperjuangkan keterjangkauan hidup dan hak-hak warga, mulai dari menaikkan upah minimum negara bagian hingga mengkodifikasi hak reproduksi. Ia menyebut masa jabatannya diwarnai empat krisis besar: warisan defisit fiskal dari pendahulunya, pandemi Covid-19, pengiriman puluhan ribu migran ke Chicago oleh Gubernur Texas Greg Abbott, dan kembalinya Trump. Meski demikian, ia mengakui satu kegagalan: rencana andalannya mengubah sistem pajak dari tarif tetap menjadi tarif progresif ditolak pemilih pada 2020.
Ketika ditanya apakah Partai Demokrat siap mengirim miliarder ke Gedung Putih, Pritzker tertawa singkat dan meminta pertanyaan itu dirumuskan ulang. Ia mengakui skeptisisme publik terhadap orang kaya, terutama setelah munculnya figur seperti Elon Musk dan Sam Altman. Namun ia menegaskan bahwa yang terpenting bukanlah seberapa besar kekayaan seseorang, melainkan nilai-nilai yang dipegangnya. "Pertanyaan sebenarnya adalah, apa nilai Anda? Bukan berapa banyak uang Anda, tapi apa yang Anda yakini," ujarnya.
Bagi Indonesia, fenomena Pritzker mencerminkan tren global di mana politisi kaya semakin vokal menantang kekuasaan. Jika ia benar-benar maju pada 2028, dinamika politik AS dapat memengaruhi kebijakan luar negeri, termasuk hubungan dagang dan iklim investasi. Namun yang lebih mendesak, Pritzker harus lebih dulu memenangkan pemilihan gubernur November mendatang untuk periode ketiga—sesuatu yang belum pernah terjadi di Illinois dalam lebih dari tiga dekade. Setelah itu, barulah pertanyaan besar itu layak diajukan: apakah Amerika siap dipimpin oleh seorang miliarder dari Partai Demokrat?



