Emma Willis Ambil Alih Panggung Strictly Come Dancing, Matt Willis: Pekerjaan Terbesar di TV Bukan Bagian dari Rencana Kami
Baca dalam 60 detik
- Emma Willis resmi menjadi host Strictly Come Dancing bersama Josh Widdicombe dan Johannes Radebe, menggantikan Tess Daly dan Claudia Winkleman yang mundur Desember lalu.
- Matt Willis menyebut posisi ini sebagai 'curveball' dan mengaku sangat bangga, sementara Emma menegaskan ia dan dua co-host tidak datang untuk menggantikan, melainkan menjaga stabilitas acara.
- Daftar kontestan musim ini mencakup nama-nama seperti Lacey Turner, Delta Goodrem, Dani Dyer, hingga Shaun Wright-Phillips, menandai babak baru bagi format kompetisi dansa BBC tersebut.

Emma Willis secara resmi mengambil alih kemudi Strictly Come Dancing, acara dansa Latin dan Ballroom paling bergengsi di BBC, bersama dua co-host barunya, Josh Widdicombe dan Johannes Radebe. Penunjukan ini menandai pergeseran besar dalam lanskap televisi hiburan Inggris setelah Tess Daly dan Claudia Winkleman meninggalkan kursi presenter pada Desember tahun lalu. Bagi Emma, ini bukan sekadar pekerjaan baru—ini adalah posisi yang ia perjuangkan diam-diam, seperti diungkapkan sang suami, Matt Willis.
Matt, vokalis band Busted yang juga dikenal sebagai presenter televisi, mengakui bahwa tawaran ini datang di luar dugaan. "Strictly adalah curveball. Mengambil pekerjaan terbesar di TV tidak ada dalam kartu bingo kami untuk 2026," ujarnya kepada The Telegraph. Meski demikian, ia menegaskan dukungan penuh untuk istrinya. "Dia sangat bahagia, sangat bersemangat. Pekerjaan ini terasa berbeda karena dia benar-benar menginginkannya, dan saya pikir dia takut mengatakannya dengan lantang."
Emma sendiri menyadari besarnya ekspektasi publik. Ia tidak berusaha menutupi bahwa mendiang pendahulunya meninggalkan warisan yang sulit disaingi. "Anda tidak bisa masuk ke sepatu orang lain. Tess dan Claudia melakukan pekerjaan mereka dengan sempurna selama bertahun-tahun dan mengarungi kapal itu dengan indah," kata Emma kepada Bella magazine. "Kami tidak di sini untuk menggantikan mereka. Kami hanya di sini untuk menjaga kapal tetap stabil dan bersenang-senang."
Reaksi keluarga menjadi bagian tak terpisahkan dari cerita ini. Emma mengaku telah membagikan kabar tersebut kepada Matt dan ketiga anak mereka—Isabelle (17), Ace (14), dan Trixie (10). Namun respons si bungsu justru di luar dugaan. "Salah satu anak saya menangis, yang lain mengatakan betapa bangganya mereka pada saya, dan si bungsu sedikit kecewa," tuturnya kepada Heat magazine. "Dia pikir kabar saya adalah bahwa saya hamil, jadi saya harus mengecewakannya dengan fakta bahwa saya tidak."
Momen ini memperlihatkan sisi manusiawi dari seorang figur publik yang selama ini dikenal sebagai pembawa acara Big Brother. Di balik gemerlap panggung dansa, ada dinamika keluarga yang tetap dijalani dengan kejujuran. Bagi Matt, dukungannya tidak setengah-setengah. "Jika ada yang bisa melakukannya, itu dia. Saya sangat bangga padanya, dia sempurna untuk itu, dan dia sangat mencintai acara ini," ujarnya.
Strictly Come Dancing sendiri bukan sekadar ajang kompetisi dansa. Acara ini telah menjadi institusi budaya di Inggris, dengan rating tinggi dan basis penggemar setia. Pergantian host sering kali memicu perdebatan publik tentang arah acara. Keputusan BBC menunjuk trio baru ini menunjukkan upaya menyegarkan wajah program tanpa kehilangan identitasnya. Emma, dengan pengalaman panjang di dunia televisi realitas dan hiburan, dianggap mampu menjembatani tradisi dan pembaruan.
Daftar kontestan musim ini pun tidak kalah menarik. Ada Lacey Turner, ikon sinetron EastEnders; Delta Goodrem, penyanyi dan aktris asal Australia; serta Dani Dyer, yang sebelumnya mundur karena cedera pergelangan kaki. Kehadiran Shaun Wright-Phillips, mantan pesepakbola yang kini menjadi komentator, menambah warna lintas industri. Tidak ketinggalan, Chris Appleton, penata rambut selebriti, dan Dame Sarah Storey, atlet Paralimpiade, turut meramaikan kompetisi.
"Kami tidak di sini untuk menggantikan mereka. Kami hanya di sini untuk menjaga kapal tetap stabil dan bersenang-senang." — Emma Willis
Bagi pasar Indonesia, fenomena Strictly Come Dancing bisa menjadi cermin bagaimana program hiburan keluarga besar dikelola secara profesional dan berkelanjutan. Di tengah persaingan konten digital, acara televisi yang mampu mempertahankan relevansi selama puluhan tahun adalah pencapaian langka. Model regenerasi host yang dilakukan BBC—memberi ruang kepada wajah baru tanpa menghapus warisan—bisa menjadi pelajaran bagi industri penyiaran Tanah Air yang kerap bergantung pada sosok yang sama.
Ke depan, pertanyaannya bukan hanya apakah Emma dan rekan-rekannya mampu mempertahankan rating, tetapi juga bagaimana mereka membangun chemistry di panggung langsung. Dengan tekanan ekspektasi yang tinggi, musim ini akan menjadi ujian bagi ketiganya. Apakah mereka mampu membuat penonton melupakan sejenak sosok Tess dan Claudia, atau justru sebaliknya, bayang-bayang pendahulu akan terus menghantui? Waktu siaran perdana akan menjadi penentu awal.



