Jimmy McGovern Sinyalkan Time Season 3 Sebagai Musim Terakhir, Angkat Kisah Penjara Remaja
Baca dalam 60 detik
- Jimmy McGovern mengisyaratkan bahwa seri ketiga Time kemungkinan menjadi yang terakhir, meski ia pernah beberapa kali salah memprediksi hal serupa.
- Musim baru ini menampilkan David Tennant dan Siobhan Finneran, dengan latar sebuah lembaga pemasyarakatan khusus remaja.
- Kisahnya berangkat dari satu cerita yang didengar McGovern saat riset: seorang tahanan muda yang ibunya datang menjenguk namun tak bisa berbahasa Inggris.

Pencipta serial kriminal Time, Jimmy McGovern, memberikan sinyal bahwa seri ketiga yang akan datang bisa menjadi yang terakhir. Drama tiga bagian ini dijadwalkan tayang perdana pada Minggu (11/10/2026) dengan David Tennant dan Siobhan Finneran sebagai pemeran utama, setelah musim pertama dibintangi Sean Bean dan Stephen Graham, serta musim kedua menampilkan Jodie Whittaker dan Bella Ramsey.
McGovern mengungkapkan keraguannya kepada majalah Radio Times. โSaya rasa ini akan menjadi Time yang terakhir,โ ujarnya. Namun, penulis yang juga menciptakan drama ITV Cracker itu mengakui bahwa ini bukan kali pertama ia memprediksi berakhirnya sebuah acara, namun kemudian berlanjut. โSaya sudah mengatakan itu berkali-kali sebelumnya, karena ini juga cerita-cerita yang saya rasa harus saya sampaikan,โ tambahnya.
Musim ketiga Time kali ini mengambil latar di sebuah lembaga pemasyarakatan remaja. Siobhan Finneran kembali memerankan Marie-Louise, pendeta penjara yang muncul di musim pertama dan kedua, yang kini datang ke institusi tersebut dengan iman yang goyah. Setelah sebuah tragedi mengguncang penjara, Marie-Louise berselisih dengan petugas veteran Bailey yang diperankan Tennant.
McGovern mengaku senang dengan bergabungnya bintang Doctor Who itu. โSaya pikir dia aktor hebat dan telah melakukan banyak hal menarik dalam kariernya. Dia menghidupkan peran dengan sangat baik, saya rasa dia luar biasa,โ katanya. Ia juga memuji kembalinya Finneran. โSaya sangat menyayanginya karena dia salah satu aktris terbaik di planet ini. Tapi menyenangkan bisa mengatakan beberapa hal yang diizinkan untuk kami sampaikan tentang agama mapan yang terorganisir,โ ujarnya.
Sebelum menulis naskah musim ketiga, McGovern mengaku tidak memiliki satu pun ide cerita. Ia kemudian melakukan riset langsung ke sebuah lembaga pemasyarakatan remaja. โKami sudah membuat cerita yang cukup bagus tentang penjara pria dan penjara wanita, tapi saat kami masuk ke lembaga pemasyarakatan remaja pertama kami, jujur saja, kami tidak punya ide cerita sama sekali,โ kenangnya.
Namun, dalam percakapan dengan penghuni, seseorang menuturkan kisah tentang seorang tahanan muda yang ibunya datang menjenguk. Latar belakangnya: itu adalah kunjungan pertama ibunya, dan ia tidak lahir di negara tersebut. Sang ibu datang dan tidak bisa berbahasa Inggris, sementara anaknya tidak menguasai bahasa ibunya. โCerita itu hanya disampaikan sekilas, dan dari cerita itulah semuanya berkembang. Cerita itu membangun setiap cerita lainnya, sungguh momen yang luar biasa,โ jelas McGovern.
โSaya rasa ini akan menjadi Time yang terakhir. Saya sudah mengatakan itu berkali-kali sebelumnya, karena ini juga cerita-cerita yang saya rasa harus saya sampaikan.โ โ Jimmy McGovern
Bagi penonton Indonesia, Time menawarkan perspektif tentang sistem peradilan pidana dan kehidupan di balik jeruji besi yang jarang terekspos di layar kaca. Serial ini tidak hanya menyajikan drama, tetapi juga kritik sosial tentang kondisi lembaga pemasyarakatan, terutama bagi narapidana muda. Meski latar budayanya berbeda, isu tentang keadilan restoratif, kesehatan mental narapidana, dan peran agama dalam pemasyarakatan relevan dengan diskursus di Indonesia yang tengah mendorong reformasi sistem pemasyarakatan.
Jika benar ini menjadi musim terakhir, Time akan menutup perjalanannya dengan tiga musim yang masing-masing menyoroti sisi berbeda dari sistem peradilan: penjara pria, penjara wanita, dan kini penjara remaja. McGovern dikenal sebagai penulis yang gigih mengangkat suara kelompok terpinggirkan, dan keputusannya untuk mengakhiri serial ini bisa jadi merupakan pernyataan artistik bahwa tidak semua cerita harus dipaksakan berlanjut. Apakah BBC akan membujuknya untuk kembali, ataukah ini benar-benar akhir dari Time? Publik tinggal menunggu apakah rating dan respons kritikus akan mengubah pikiran McGovern untuk kesekian kalinya.



