Isack Hadjar: Cedera Tak Halangi Podium, Kontrak Baru Red Bull di Tangan
Baca dalam 60 detik
- Isack Hadjar mengaku belum pulih sepenuhnya dari cedera pergelangan tangan yang memaksanya absen di tiga seri Grand Prix.
- Meski demikian, ia berhasil finis ketiga di Azerbaijan dan mendapatkan perpanjangan kontrak dari Red Bull Racing.
- Pebalap 22 tahun itu menegaskan fokusnya jangka panjang bersama tim, bukan sekadar pengisi kursi sementara.

Pebalap Red Bull Racing, Isack Hadjar, mengungkapkan bahwa pergelangan tangannya belum sepenuhnya pulih setelah mengalami cedera fraktur saat libur musim panas. Meski demikian, ia tetap tampil impresif dengan meraih podium ketiga pada Grand Prix Azerbaijan akhir pekan lalu. Cedera tersebut sebelumnya memaksanya absen di Grand Prix Belanda, Italia, dan Spanyol, sebuah pukulan telak bagi pebalap muda yang tengah berjuang mengukuhkan posisinya di Formula 1.
Dalam wawancara di podcast resmi F1, Beyond The Grid, yang direkam di Sirkuit Baku, Hadjar mengakui bahwa rentang gerak tangannya belum kembali normal. "Tidak," jawabnya singkat ketika ditanya apakah sudah bisa menggerakkan tangan sepenuhnya. "Cukup baik. Saya menjalani sesi simulator sehari penuh pada Senin dan menempuh lebih dari 100 lap." Ia menambahkan bahwa prioritas utamanya adalah kenyamanan di dalam kokpit, bukan menghilangkan rasa sakit sepenuhnya. "Saya sudah beradaptasi dengan apa yang saya lakukan. Saya tidak ingin ada yang berubah pada setir saya," tegasnya.
Cedera itu sendiri datang secara mendadak. Hadjar, yang belum pernah mengalami patah tulang sepanjang kariernya, sempat tidak menyangka kondisinya serius. "Keesokan harinya, saya tidak pernah berpikir itu fraktur karena saya hanya merasa terbatas dan nyeri. Saya belum pernah patah tulang seumur hidup," kenangnya. "Jadi ketika dokter mengatakan saya harus absen beberapa minggu, saya berpikir, 'Tapi saya ada balapan lima hari lagi, apa yang harus dilakukan?' Itu sangat mengejutkan."
Meski harus menepi, periode pemulihan justru membawa berkah. Podium di Monako yang sempat hilang karena sanksi kini dikembalikan, dan ia resmi menandatangani perpanjangan kontrak dengan tim yang berbasis di Milton Keynes tersebut. Dengan nada bercanda, Hadjar menyebut dirinya melakukan tugas dengan baik selama di sofa. "Saya rasa saya melakukan pekerjaan yang sangat baik di sofa karena saya mendapatkan podium dan kontrak. Itulah yang saya inginkan," ujarnya. "Saya di sini bukan untuk sekadar pengisi. Saya di sini untuk jangka panjang, dan kepercayaan tim di masa sulit ini sangat berarti bagi saya."
"Prioritas saya adalah perasaan di dalam mobil dan rasa sakit, kami atasi. Saya tidak ingin mengubah apa pun pada setir saya. Saya sudah mencapai titik di mana saya sepenuhnya beradaptasi." โ Isack Hadjar
Bagi Red Bull, konsistensi Hadjar di tengah keterbatasan fisik menjadi sinyal positif. Tim tengah berada dalam tekanan untuk mempertahankan dominasi di musim yang kompetitif, dan kehadiran pebalap muda yang tangguh memberikan opsi strategis. Meski belum sepenuhnya fit, kemampuan Hadjar beradaptasi dengan setir dan mencatatkan hasil podium menunjukkan kematangan yang jarang dimiliki pebalap seusianya. Ini juga menjadi pesan bahwa Red Bull tidak hanya mengandalkan pebalap senior, tetapi juga mempersiapkan regenerasi.
Ke depan, pertanyaannya adalah seberapa jauh Hadjar dapat mempertahankan performa tanpa pemulihan penuh. Jadwal balapan yang padat, termasuk seri-seri Eropa dan Amerika, akan menguji ketahanan fisiknya. Jika ia mampu menjaga konsistensi, bukan tidak mungkin posisinya di tim utama semakin kokoh. Namun, risiko cedera berulang tetap membayangi. Red Bull dan Hadjar sama-sama tahu bahwa dalam F1, kecepatan di lintasan harus diimbangi dengan kebugaran di luar kokpit.



