Heathrow Runway 3: Proyek £62 Miliar yang Dipertanyakan, Burnham Jadi Penentu
Baca dalam 60 detik
- Pemerintah Inggris menghadapi tekanan untuk membatalkan perluasan Heathrow setelah analisis internal mengungkap kerugian ekonomi hingga £62,5 miliar dan dampak iklim yang tidak terkalkulasi.
- Walikota Manchester Andy Burnham menyebut proyek ini 'diperdebatkan' dan menyerahkan keputusan kepada London, sementara jadwal penyelesaian mundur ke 2039.
- Kebijakan ini memicu pertanyaan tentang prioritas pembangunan: pertumbuhan jangka pendek versus komitmen iklim dan kesejahteraan publik.

Rencana pembangunan landasan pacu ketiga di Bandara Heathrow kembali menjadi sorotan setelah analisis dari Departemen Transportasi Inggris mengungkap potensi kerugian ekonomi yang sangat besar. Biaya yang harus ditanggung negara diperkirakan mencapai £23,4 miliar hingga £62,5 miliar, angka yang jauh melampaui klaim manfaat pertumbuhan ekonomi yang selama ini digaungkan.
Selama bertahun-tahun, para menteri di Inggris berargumen bahwa ekspansi bandara adalah kunci pertumbuhan. Menteri Keuangan Rachel Reeves bahkan pernah menyatakan bahwa landasan pacu ketiga akan menambah 0,43% terhadap PDB. Namun, angka tersebut berasal dari laporan yang disponsori oleh pihak bandara. Analisis independen pemerintah justru menyimpulkan tambahan PDB hanya 0,03% hingga 0,05%—delapan hingga 14 kali lebih kecil. Terhadap keuntungan minim itu, biaya sosial dan lingkungan yang harus ditanggung sangat besar, termasuk dampak kesehatan bagi hingga 3 juta penduduk lokal.
Yang lebih mengkhawatirkan, perhitungan tersebut belum memasukkan kerusakan iklim global yang diakibatkan oleh penerbangan. Dampak terhadap negara lain tidak dihitung, sehingga gambaran kerugian sebenarnya jauh lebih besar. Pertanyaannya, mengapa pemerintah tetap mendukung proyek ini?
Walikota Manchester Andy Burnham, yang memiliki pengaruh politik signifikan, menyatakan bahwa proyek ini "diperdebatkan" dan "pada prinsipnya merupakan urusan London dan anggota parlemen London". Pernyataan ini menimbulkan harapan bagi para penentang, meskipun kebijakan resmi pemerintah masih mendukung perluasan. Sementara itu, Heathrow mengakui bahwa pembangunan akan memakan waktu empat tahun lebih lama dari yang dijanjikan, dengan penyelesaian diperkirakan pada 2039.
Jika proyek ini terus berjalan, menurut Komite Perubahan Iklim Inggris, hampir seluruh emisi CO2 pada 2050 akan berasal dari penerbangan. Ekspansi Heathrow saja diproyeksikan menghasilkan emisi karbon lebih besar daripada sektor ekonomi lainnya pada 2054. Komite tersebut hanya menghitung CO2, padahal polutan lain seperti nitrogen oksida, karbon monoksida, jelaga, dan uap air di atmosfer atas meningkatkan pemanasan hingga 115% dalam 100 tahun, dan 517% dalam 20 tahun. Dampak ini tidak diatur dalam perjanjian internasional maupun Undang-Undang Perubahan Iklim Inggris.
Berbagai teknologi yang diklaim dapat mengurangi emisi penerbangan, seperti bahan bakar penerbangan berkelanjutan (sustainable aviation fuel), dinilai tidak memadai. Royal Society menemukan bahwa untuk memenuhi permintaan penerbangan Inggris saat ini dengan bahan bakar berbasis tanaman energi, dibutuhkan sekitar setengah dari lahan pertanian Inggris. Sementara itu, bahan bakar sintetis dari CO2 dan hidrogen hijau memerlukan listrik terbarukan lima hingga delapan kali kapasitas nasional. Pesawat berbahan bakar hidrogen, amonia, atau baterai juga masih menghadapi kendala teknis dan keamanan.
Satu-satunya strategi efektif adalah mengurangi permintaan. Sebuah usulan kebijakan yang adil adalah pengenaan retribusi bagi penumpang yang sering terbang. Data menunjukkan 48% penduduk Inggris tidak pernah terbang pada 2024, sementara 5% populasi melakukan lima kali atau lebih penerbangan internasional dan menyumbang 33% dari total perjalanan. Retribusi ini tidak akan dikenakan pada penerbangan pertama dalam setahun, tetapi meningkat untuk setiap penerbangan tambahan. Kebijakan ini dianggap proporsional dan dapat segera diterapkan, berbeda dengan solusi teknologi yang belum terbukti.
"Jika pertumbuhan adalah misi nomor satu, itu jelas yang paling penting," ujar Rachel Reeves, yang dikritik karena menempatkan uang di atas kehidupan manusia.
Dukungan pemerintah terhadap ekspansi bandara menunjukkan bahwa "pertumbuhan" sering kali hanya alasan untuk memenuhi tuntutan kelompok pelobi. Padahal, data menunjukkan proyek ini tidak pernah tentang pertumbuhan ekonomi, melainkan tentang memenuhi kepentingan industri bandara dan penumpang kaya. Kini, keputusan ada di tangan Burnham dan para pembuat kebijakan lainnya. Akankah kesejahteraan manusia dan planet ini akhirnya mengalahkan tekanan lobi?



