Pablo Ganet Pimpin Guinea Khatulistiwa Menang, Persita Bangga dan Waspadai Kelelahan
Baca dalam 60 detik
- Pablo Ganet menjadi kapten dan motor serangan Guinea Khatulistiwa saat mengalahkan Sierra Leone 1-0 di Kualifikasi Piala Afrika 2027.
- Kemenangan ini mengangkat posisi Guinea Khatulistiwa di Grup E sekaligus membuktikan kualitas pemain asing yang berlaga di BRI Super League.
- Persita Tangerang berharap Ganet kembali dalam kondisi prima untuk menghadapi Garudayaksa FC pada 10 Oktober mendatang.

Gelandang Persita Tangerang, Pablo Ganet, menjadi aktor utama di balik kemenangan 1-0 Guinea Khatulistiwa atas Sierra Leone dalam lanjutan Kualifikasi Piala Afrika 2027 Grup E di Stade Ahmadou Ahidjo, Senin (28/9/2026). Gol tunggal Loren Zuniga saat laga baru berjalan satu menit sudah cukup mengamankan tiga poin, sekaligus menebus kekalahan 0-2 dari RD Kongo pada matchday pertama.
Bagi Guinea Khatulistiwa, Ganet bukan sekadar pengatur serangan. Ia adalah kapten tim yang telah memperkuat negaranya sejak 2015 dan mencatatkan 32 penampilan dengan koleksi enam gol. Peran sentralnya di lini tengah membuat Persita Tangerang, klub yang dibelanya di kompetisi domestik, menyampaikan rasa bangga melalui akun media sosial resmi klub.
"Pablo Ganet memimpin rekan-rekannya meraih kemenangan pertama di Grup E," tulis Persita dalam unggahan Instagram, Jumat (2/9/2026). Manajemen klub juga menegaskan dukungan penuh agar sang pemain terus berkontribusi di level internasional, seraya berharap pengalaman di Piala Afrika nanti dapat meningkatkan kualitasnya saat kembali memperkuat Pendekar Cisadane.
Kemenangan ini tidak hanya berdampak pada posisi Guinea Khatulistiwa di klasemen Grup E, tetapi juga menjadi sorotan bagi sepak bola Indonesia. Kehadiran pemain asing berkualitas di BRI Super League seperti Ganet memberi nilai tambah tersendiri, baik dari sisi promosi liga maupun pembuktian bahwa kompetisi domestik mampu menjadi panggung bagi talenta yang bersaing di level internasional.
"Pandangan tertuju pada impian. Hati sepenuh jiwa dalam perjuangan," tulis Persita memberikan semangat kepada kapten timnya.
Meski demikian, jadwal padat menjadi tantangan tersendiri. Setelah jeda internasional, Ganet harus segera kembali ke Indonesia dan bersiap menghadapi laga BRI Super League 2026/2027 melawan Garudayaksa FC di Banten International Stadium, Serang, pada 10 Oktober mendatang. Tim asuhan Carlos Pena tentu berharap pemain berusia 31 tahun itu tidak kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh dan menjalani dua pertandingan internasional dalam waktu singkat.
Dari kacamata taktik, kehadiran Ganet di lini tengah Persita menjadi krusial. Ia dikenal sebagai gelandang petarung dengan visi bermain yang baik, mampu memecah konsentrasi lawan sekaligus menjadi penghubung antara lini belakang dan depan. Jika kondisinya fit, kombinasi pengalaman internasional dan naluri kepemimpinannya bisa menjadi pembeda dalam laga melawan tim promosi yang penuh kejutan tersebut.
Pertanyaannya, mampukah Ganet menjaga momentum apik bersama Guinea Khatulistiwa dan menerjemahkannya menjadi performa gemilang di BRI Super League? Publik Persita tentu menanti aksi kapten timnya itu, sembari berharap klub tidak terganggu oleh jadwal yang padat.



