War: Drama Perceraian Miliarder yang Jadi Pelarian Sempurna dari Realita
Baca dalam 60 detik
- Serial terbaru George Kay, War, menyajikan delapan episode konflik perceraian selebritas kaya raya dengan bumbu perang kelas dan intrik hukum.
- Dominic West dan Sienna Miller memerankan pasangan yang saling serang lewat firma hukum elit, menghadirkan tontonan yang menghibur tanpa perlu empati mendalam.
- Kemasan soap opera mewah ini berpotensi menjadi fenomena budaya pop, sekaligus cermin satir atas obsesi publik terhadap kehidupan orang kaya.

Serial drama terbaru berjudul War yang digarap George Kay resmi menyapa layar kaca, menawarkan delapan episode penuh intrik perceraian pasangan kaya raya yang saling bertarung di meja hijau. Diproduksi dengan sentuhan satir tajam, tayangan ini langsung mencuri perhatian berkat kombinasi kemewahan, konflik kelas, dan permainan hukum yang licik.
Kay, yang sebelumnya dikenal lewat serial Hijack, kembali menunjukkan kepiawaiannya meramu cerita absurd namun memikat. Kali ini, ia mengangkat kisah Morgan Henderson (Dominic West), seorang taipan media sosial yang gemar berselingkuh, dan Carla Duval (Sienna Miller), bintang film yang memutuskan mengakhiri pernikahan sepuluh tahun. Konflik memanas ketika keduanya mempekerjakan tim pengacara mahal untuk saling menjatuhkan.
Yang membuat War berbeda dari drama perceraian biasa adalah pendekatannya yang sengaja dibuat berlebihan. Alih-alih mengajak penonton berempati, serial ini menyuguhkan pertarungan strategi hukum yang rumit, penuh tikungan, dan kadang menggelikan. Ada perjanjian pranikah yang bisa dibatalkan, perebutan apartemen mewah Manhattan, hingga tunjangan bulanan yang angkanya bikin geleng-geleng kepala.
Dua firma hukum yang berlawanan menjadi pusat pertempuran. Cathcarts & Sons, firma lawas dengan kantor berpanel kayu ek, diwakili St John Smallwood (Pip Torrens) yang licik dan gemar mencari celah. Sementara itu, Taylor & Byrne, firma muda bergaya modern dengan kantor kaca dan krom, diperkuat pengacara ambisius Johnny (Archie Renaux) yang menyimpan misteri masa lalu. Pertanyaan besarnya: apakah keadilan bisa dibeli, ataukah citra publik lebih menentukan hasil akhir?
"Ini adalah drama 'ya, tapi!' yang tiada henti. Ya, ada perjanjian pranikah, tapi bisa dibatalkan. Ya, tapi apa ukuran perubahan keadaan yang cukup?" tulis sang kritikus dalam ulasan aslinya.
Bagi penonton Indonesia, War bisa menjadi cermin hiburan sekaligus sindiran sosial. Di tengah maraknya pemberitaan tentang perceraian selebritas dan perebutan harta, serial ini menawarkan pelarian yang menghibur tanpa harus merasa bersalah. Tidak perlu analisis mendalam; cukup nikmati kekacauan yang disajikan dengan gaya sinematik mewah.
Secara keseluruhan, War adalah tontonan ringan yang dikemas dengan cerdas. Akting para pemain, terutama West dan Miller, berhasil membuat karakter yang tidak simpatik tetap menarik untuk diikuti. Kay menjaga tempo cerita tetap cepat tanpa kehilangan kendali, membuat setiap episode terasa memuaskan. Di tengah kelelahan menghadapi berita dunia, serial ini menawarkan pelarian yang sempurna: delapan jam penuh drama orang kaya yang tidak perlu kita pedulikan, tapi sulit untuk dilewatkan.



