Liverpool Incar Gilberto Mora, 'Coutinho 2.0' yang Bisa Jadi Suksesor Wirtz
Baca dalam 60 detik
- Liverpool membuka negosiasi dengan perwakilan Gilberto Mora, gelandang serang 17 tahun milik Club Tijuana yang digadang-gadang sebagai talenta paling menarik di sepak bola Meksiko.
- Mora berpotensi memecahkan rekor transfer Liga MX dengan banderol di atas ยฃ21 juta, dan sejumlah klub Eropa seperti Dortmund, Benfica, Arsenal, serta Chelsea turut memantau.
- Kehadiran Mora dapat menjadi solusi jangka panjang bagi lini tengah Liverpool yang masih mencari konsistensi dari Florian Wirtz sejak kedatangannya.

Liverpool dilaporkan membuka komunikasi dengan kubu Gilberto Mora, gelandang serang berusia 17 tahun yang kini memperkuat Club Tijuana. Langkah ini menempatkan The Reds sebagai pemimpin dalam perburuan salah satu talenta muda paling menjanjikan di sepak bola Meksiko, bersaing dengan sejumlah klub besar Eropa lainnya.
Menurut laporan TEAMtalk, Liverpool telah menghubungi perwakilan Mora secara langsung untuk menjajaki kemungkinan transfer. Arsenal, Chelsea, dan Manchester United juga dikabarkan tertarik, sementara Borussia Dortmund dan Benfica telah lebih dulu menggelar pembicaraan dengan agen pemain. Mora baru bisa pindah ke Eropa setelah genap berusia 18 tahun pada akhir bulan ini, sehingga peluang kepindahan pada jendela transfer Januari atau musim panas mendatang terbuka lebar.
Klub Tijuana disebut akan menetapkan harga di atas ยฃ21 juta, yang berpotensi menjadi rekor transfer termahal Liga MX. Meski terkesan mahal untuk pemain belia, angka tersebut dinilai sepadan dengan potensi yang dimiliki Mora, mengingat ia sudah mencatatkan lima gol dan satu assist dalam tujuh penampilan Liga MX musim ini, dengan rata-rata 1,2 umpan kunci dan satu dribel sukses per pertandingan.
Mora digambarkan sebagai sosok bertubuh mungil namun lincah, kreatif, dan produktif. Ia nyaman beroperasi sebagai gelandang serang, tetapi juga efektif bermain melebar ke kiri lalu memotong ke dalam untuk melepaskan tembakan dari jarak jauh. Gaya permainan itu mengingatkan pada Philippe Coutinho, yang pernah bersinar di Anfield sebelum dijual ke Barcelona dengan harga ยฃ142 juta pada Januari 2018.
"Mora adalah salah satu talenta muda paling menarik di sepak bola dunia," ujar jurnalis Graeme Bailey, seperti dikutip dalam laporan tersebut.
Bagi Liverpool, merekrut Mora bisa menjadi langkah strategis untuk mengulang kesuksesan masa lalu. Coutinho dibeli dari Inter Milan pada Januari 2013 dengan harga sekitar ยฃ8,5 juta saat masih berusia 20 tahun. Setelah diberi waktu enam bulan untuk beradaptasi, ia berkembang pesat dan menjadi motor serangan The Reds. Kini, dengan Florian Wirtz yang masih belum konsisten sejak dibeli seharga ยฃ116 juta, Liverpool membutuhkan opsi tambahan di lini tengah.
Wirtz, yang bersinar bersama Bayer Leverkusen, baru mencatatkan satu assist di awal musim 2026/27. Kritik pun muncul, termasuk dari legenda klub Jamie Carragher yang menyarankan agar pemain Jerman itu dicadangkan. Masalahnya, Liverpool tidak memiliki alternatif mumpuni di posisi nomor 10 setelah Harvey Elliott dipinjamkan ke Valencia. Dominik Szoboszlai lebih efektif bermain sebagai gelandang box-to-box, sehingga pelatih Andoni Iraola kekurangan opsi untuk mendampingi Alexander Isak di lini depan.
Nama Dani Olmo dari Barcelona sempat dikaitkan, tetapi pendekatan terhadap Mora menunjukkan bahwa Liverpool mungkin lebih memilih merekrut pemain muda potensial ketimbang bintang mapan. Jika transfer terwujud, Mora tidak akan langsung menjadi starter, tetapi bisa menjadi investasi jangka panjang yang menantang posisi Wirtz.
Keputusan Liverpool untuk mengejar Mora juga mencerminkan tren klub-klub Premier League yang semakin agresif mengakuisisi pemain muda dari Amerika Latin. Dengan harga yang relatif terjangkau dan potensi penjualan kembali yang tinggi, langkah ini sejalan dengan strategi jangka panjang FSG. Namun, adaptasi Mora di Inggris akan menjadi ujian tersendiri, mengingat usianya yang masih sangat muda dan fisiknya yang belum matang.
Jika Mora benar-benar bergabung, akankah ia mengikuti jejak Coutinho sebagai ikon Anfield, atau justru tersandung ekspektasi besar seperti yang dialami Wirtz? Waktu yang akan menjawab, tetapi langkah Liverpool ini menegaskan bahwa mereka serius membangun fondasi untuk masa depan.



