Sarmuji ke Kemenperin, Kursi DPR Golkar Jatim VI Disiapkan untuk Kusuma Judi
Baca dalam 60 detik
- Sarmuji meninggalkan kursi DPR setelah dilantik sebagai Menteri Perindustrian, memicu mekanisme pergantian antar waktu di daerah pemilihan Jawa Timur VI.
- Kusuma Judi Leksono, peraih suara ketiga tertinggi Golkar di dapil tersebut, dipastikan melenggang ke Senayan berdasarkan aturan MD3.
- Posisi Ketua Fraksi Golkar di DPR masih kosong dan akan ditentukan oleh pengurus pusat partai dalam waktu dekat.

Pelantikan Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian dalam kabinet Presiden Prabowo Subianto pada 1 Oktober 2026 memaksa Partai Golkar menyiapkan pengganti di kursi DPR dari daerah pemilihan Jawa Timur VI. Nama Kusuma Judi Leksono muncul sebagai kandidat terkuat untuk mengisi lowongan tersebut, mengacu pada aturan pergantian antar waktu (PAW) yang diatur Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MD3.
Pasal 242 ayat 1 beleid itu menegaskan, anggota DPR yang berhenti di tengah masa jabatan digantikan oleh calon dari partai yang sama di dapil yang sama, dengan urutan perolehan suara terbanyak berikutnya. Mekanisme ini bersifat otomatis dan tidak memerlukan pemilihan ulang, sehingga proses transisi di internal Golkar relatif cepat meski tetap menyisakan pekerjaan rumah terkait konsolidasi fraksi.
Berdasarkan rekapitulasi suara Pemilu 2024, Golkar mengamankan dua dari sembilan kursi di dapil yang meliputi Blitar, Kediri, Tulungagung, dan Trenggalek. Sarmuji meraih 183.045 suara, disusul Heru Tjahjono dengan 90.569 suara. Kusuma Judi Leksono berada di posisi ketiga dengan 34.623 suara, angka yang cukup untuk mengantarkannya ke Senayan begitu kursi Sarmuji resmi dikosongkan.
"Kalau pengganti saya di DPR, Pak Kusuma," ujar Sarmuji saat dikonfirmasi, seperti dikutip dari CNN Indonesia. Pernyataan itu menegaskan bahwa proses pergantian telah disepakati di tingkat internal, meski secara administratif masih menunggu surat resmi dari DPP Golkar ke Komisi Pemilihan Umum dan DPR.
Yang belum tuntas justru posisi Ketua Fraksi Golkar di DPR. Sarmuji belum menunjuk penggantinya, dan menurutnya hal itu masih akan dibahas oleh pengurus pusat partai. Kursi ketua fraksi strategis karena menentukan arah kebijakan fraksi dalam pembahasan undang-undang, termasuk anggaran dan regulasi sektor industri yang kini berada di bawah kendali Sarmuji di kabinet.
Bagi Kusuma Judi, langkah ke DPR bukan sekadar pergantian kursi. Ia mewarisi basis massa di wilayah selatan Jawa Timur yang selama ini menjadi lumbung suara Golkar, sekaligus dituntut menjaga mesin partai di tengah dinamika koalisi pemerintahan Prabowo. Pengalaman dan jaringan di dapil akan menjadi modal utama, terutama karena ia masuk dengan perolehan suara yang jauh di bawah pendahulunya.
Dari sisi partai, keputusan menempatkan Kusuma Judi menggarisbawahi upaya Golkar menjaga kesinambungan representasi di Jawa Timur VI tanpa harus menggelar konvensi internal yang berlarut. Namun, absennya Sarmuji di kursi DPR juga berarti hilangnya satu suara berpengalaman di parlemen, sementara posisi ketua fraksi yang belum diisi berpotensi memunculkan tarik-menarik kepentingan antar faksi di DPP.
Ke depan, publik akan mencermati apakah Kusuma Judi mampu mengangkat isu-isu konstituen di dapilnya, atau justru tersandera oleh agenda partai. Pertanyaan lain yang mencuat: siapa yang akan mengisi kursi Ketua Fraksi Golkar, dan apakah figur tersebut mampu menjembatani kepentingan partai dengan program Kementerian Perindustrian yang kini dipimpin Sarmuji?



