Newcastle Kejar Tyler Morton, Gelandang 'Gerrard-esque' yang Lebih Efisien dari Nico Gonzalez
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United dikabarkan tengah menjajaki transfer Tyler Morton dari Olympique Lyon setelah performa Nico Gonzalez dinilai belum memenuhi ekspektasi.
- Statistik Morton di Ligue 1 musim ini jauh lebih unggul dalam hal akurasi umpan, duel darat, dan kemampuan merebut bola dibandingkan Gonzalez.
- Kedatangan Morton ke St James' Park dapat menjadi solusi jangka pendek bagi lini tengah Newcastle yang kehilangan Bruno Guimaraes dan Sandro Tonali.

Newcastle United dilaporkan membuka kembali peluang mendatangkan gelandang Olympique Lyon, Tyler Morton, pada bursa transfer Januari mendatang. Langkah ini diambil setelah rekrutan mahal mereka, Nico Gonzalez, dinilai belum mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan Bruno Guimaraes dan Sandro Tonali.
Gonzalez, yang didatangkan dari Manchester City dengan harga sekitar £52 juta, baru tampil dalam tiga pertandingan Liga Premier. Ia belum pernah menyelesaikan pertandingan penuh dan tercatat hanya memenangkan 2,6 duel darat per 90 menit—sebuah angka yang menempatkannya di 15% terbawah gelandang Liga Premier. Yang lebih mengkhawatirkan, ia dilewati lawan sebanyak 3,2 kali per 90 menit, jumlah terburuk kedua di liga sejauh musim ini.
Manajer Newcastle, Matthias Jaissle, disebut tengah mencari gelandang bertahan yang mampu memberikan keseimbangan antara kemampuan bertahan dan distribusi bola. Morton, yang pernah memperkuat Liverpool dan kini berseragam Lyon, muncul sebagai alternatif utama. Menurut laporan Football Insider, Newcastle telah melakukan riset mendalam mengenai biaya dan syarat transfer pemain berusia 23 tahun tersebut.
Perbandingan statistik keduanya kian memperkuat argumen bahwa Morton lebih siap memberikan dampak instan. Dalam lima penampilan di Ligue 1, Morton mencatatkan akurasi umpan mencapai 87% dan menciptakan lebih banyak peluang per 90 menit. Kemampuannya mengontrol permainan dari posisi gelandang bertahan menjadi nilai tambah yang tidak dimiliki Gonzalez saat ini.
Tanpa bola pun, Morton menunjukkan dominasi. Ia mencatatkan angka lebih tinggi dalam duel darat yang dimenangkan dan tekel per 90 menit. Yang paling mencolok, ia hanya dilewati 0,2 kali per 90 menit—angka yang mencerminkan disiplin posisi dan kemampuan membaca permainan. Mantan kiper timnas Inggris, Joe Hart, bahkan menyebutnya "seperti Steven Gerrard" saat memperkuat tim U-21 Inggris.
"Morton punya kualitas untuk mengubah dinamika lini tengah Newcastle. Statistiknya menunjukkan ia mampu menjadi jangkar yang solid, sesuatu yang hilang sejak kepergian Guimaraes dan Tonali," ujar seorang pengamat sepak bola Inggris.
Selain Morton, Newcastle juga memantau gelandang Brighton & Hove Albion, Yasin Ayari. Namun, Brighton dikabarkan enggan melepas pemain internasional Swedia itu, dan Borussia Dortmund disebut siap menyaingi dengan tawaran sekitar £52 juta. Situasi ini membuat Morton menjadi opsi yang lebih realistis, terutama karena Lyon disebut terbuka terhadap negosiasi.
Bagi Newcastle, bursa Januari menjadi momen krusial untuk memperbaiki performa di paruh kedua musim. Kegagalan Gonzalez beradaptasi dengan cepat menuntut manajemen bergerak sigap. Kehadiran Morton tidak hanya menambah kedalaman skuad, tetapi juga memberikan Jaissle fleksibilitas taktik yang ia butuhkan untuk bersaing di papan atas.
Jika transfer ini terwujud, Morton akan menghadapi tekanan besar untuk langsung tampil konsisten di Liga Premier. Namun, dengan rekam jejak di Liverpool dan penampilan impresif di Prancis, ia berpotensi menjadi kunci kebangkitan Newcastle. Akankah manajemen Magpies bergerak cepat sebelum klub lain menyambar? Waktu yang akan menentukan, tetapi peluang itu ada di depan mata.



