Liverpool Incar Alex Scott, 'Coutinho Baru' yang Bisa Jadi Kunci Kebangkitan The Reds
Baca dalam 60 detik
- Liverpool dilaporkan telah menjalin komunikasi dengan pihak Alex Scott, gelandang Bournemouth yang dihargai £80 juta, meski belum mengajukan tawaran resmi.
- Scott dianggap memiliki kemiripan dengan Philippe Coutinho dari segi dribel, visi, dan ketangguhan duel, menjadikannya opsi ideal untuk memperkuat lini tengah yang dinilai belum solid.
- Keputusan Scott bertahan di Bournemouth musim ini terbukti meningkatkan performanya, dan potensi kepindahan ke Anfield bisa menyatukannya kembali dengan Andoni Iraola.

Liverpool dikabarkan tengah menjajaki peluang merekrut gelandang Bournemouth, Alex Scott, sebagai solusi jangka panjang untuk lini tengah mereka. Menurut laporan jurnalis transfer Fabrizio Romano, pihak klub telah melakukan pembicaraan awal, meski belum ada penawaran resmi yang diajukan. Scott, yang masih berusia 22 tahun, kini menjadi salah satu nama paling diminati di bursa transfer setelah penampilan impresifnya bersama The Cherries.
Ketertarikan Liverpool terhadap Scott bukan tanpa alasan. Manajer Andoni Iraola, yang sebelumnya menangani Bournemouth, disebut sangat mengenal karakter permainan Scott. Dalam beberapa kesempatan, Iraola bahkan memuji fleksibilitas Scott yang mampu beroperasi sebagai gelandang bertahan, box-to-box, hingga gelandang serang. Fleksibilitas itu membuatnya cocok dengan sistem Liverpool yang saat ini masih dalam tahap pembangunan.
Liverpool sendiri tengah menghadapi tekanan untuk segera menemukan performa terbaik. Meski belum terkalahkan dalam tujuh laga di semua kompetisi, lini serang mereka dinilai belum tajam. Florian Wirtz, yang didatangkan dengan ekspektasi tinggi, masih kesulitan beradaptasi dengan kerasnya Premier League. Publik Anfield mulai membandingkan Wirtz dengan Philippe Coutinho, mantan gelandang serang yang dahulu menjadi ikon The Reds.
Coutinho memang bukan superstar instan saat pertama kali mendarat di Merseyside. Ia tumbuh perlahan, berkembang menjadi playmaker magis, dan pada akhirnya menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah modern Liverpool. Penjualannya ke Barcelona justru menjadi fondasi bagi Jurgen Klopp untuk membangun tim super yang kemudian mendominasi Eropa. Kini, Liverpool berharap Scott bisa mengikuti jejak serupa, meski dengan karakter permainan yang sedikit berbeda.
"Chelsea membuat satu pendekatan resmi dan satu tawaran resmi. Bournemouth tidak pernah ingin menjual Alex Scott. Jawaban yang sama juga diberikan kepada Chelsea dan Arsenal. Ada beberapa panggilan dari Liverpool juga. Liverpool sangat mengenal pemain ini. Mereka telah berkomunikasi dengan orang-orang terdekat pemain sepanjang musim panas, tetapi tidak pernah menaruh tawaran di atas meja," ujar Fabrizio Romano.
Scott dikenal sebagai gelandang pekerja keras dengan kemampuan duel yang mumpuni. Ia mampu memenangkan bola di area tengah dan langsung mengalirkannya ke depan dengan visi permainan yang tajam. Gaya bermainnya yang lincah dan berani menusuk ke ruang kosong sering membuat bek lawan kewalahan. Kemiripan dengan Coutinho terletak pada kelincahan saat menguasai bola serta kecerdasan dalam membaca situasi.
Pada laga Nations League melawan Kroasia, Scott tampil sebagai starter untuk pertama kalinya bersama Timnas Inggris. Ia dipercaya mengawal lini tengah dan sukses meredam pengalaman Luka Modric dan Mateo Kovacic. Inggris menang telak 7-0, dan penampilan Scott menjadi salah satu sorotan utama. Kemampuannya beradaptasi di level internasional menunjukkan bahwa ia siap melangkah ke klub yang lebih besar.
Bournemouth sendiri beruntung masih memiliki Scott. Setelah kepergian Iraola, banyak yang menduga Scott akan hengkang, tetapi ia memilih bertahan. Keputusan itu terbukti tepat. Di bawah asuhan Marco Rose, Scott semakin matang sebagai pemimpin di lini tengah. Ia tidak hanya berkembang secara teknis, tetapi juga semakin kuat secara fisik dan mental.
Jika Liverpool berhasil mendapatkan Scott, mereka tidak hanya merekrut gelandang berbakat, tetapi juga pemain yang sudah terbukti mampu bersaing di Premier League. Scott telah menjalani seluruh karier profesionalnya di Inggris, sehingga tidak memerlukan waktu adaptasi panjang. Dengan harga yang disebut mencapai £80 juta, investasi ini bisa menjadi salah satu yang paling strategis bagi The Reds dalam beberapa tahun terakhir.
Namun, jalan menuju Anfield tidak akan mudah. Chelsea dan Arsenal juga dikabarkan tertarik, meski Bournemouth bergeming. Liverpool harus bergerak cepat dan meyakinkan Scott bahwa masa depannya ada di Merseyside. Jika berhasil, Scott bisa menjadi jembatan antara generasi Coutinho dan era baru Liverpool di bawah Iraola. Akankah The Reds kembali menemukan permata di lini tengah, atau justru klub lain yang menuai hasilnya?



