Crew-13 SpaceX Tiba di ISS: Astronaut Kanada Akan Lewati Kelahiran Anak Ketiga di Orbit
Baca dalam 60 detik
- Empat astronaut Crew-13 โ dua dari NASA, satu Roscosmos, satu CSA โ berhasil merapat ke ISS setelah peluncuran Falcon 9 dari Cape Canaveral.
- Joshua Kutryk akan menjadi ayah keempat dalam sejarah antariksa yang anaknya lahir saat ia berada di luar Bumi, sekitar Thanksgiving.
- Misi ini juga membawa eksperimen penyakit jantung, Parkinson, dan pertanian luar angkasa, serta menjadi bagian dari transisi Crew-12 yang telah bertugas 235 hari.

Empat penjelajah antariksa dari tiga negara resmi menghuni Stasiun Antariksa Internasional (ISS) setelah kapsul Crew Dragon mereka merapat ke pelabuhan depan laboratorium orbit tersebut, Kamis (waktu setempat). Komandan Crew-13 Jessica Watkins (NASA), pilot Luke Delaney (NASA), kosmonaut Sergey Teteryatnikov (Roscosmos), dan astronaut Kanada Joshua Kutryk (CSA) memulai perjalanan dari landasan 40 Stasiun Angkatan Antariksa Cape Canaveral pukul 11.10 waktu setempat, lalu mengejar ISS selama hampir delapan jam sebelum docking sempurna.
Momen itu menandai tonggak personal yang jarang terjadi: Kutryk, yang istrinya, Heather, tengah mengandung anak ketiga, akan menjadi satu dari sedikit orang yang menyaksikan kelahiran buah hatinya dari luar angkasa. Bayi tersebut diperkirakan lahir sekitar Thanksgiving, kira-kira dua bulan setelah misi dimulai. Sepanjang sejarah penerbangan antariksa, baru empat pasangan yang mengalami situasi serupa โ orang tua yang berada di orbit saat anaknya lahir di Bumi.
"Meninggalkan tiga anak (plus satu yang akan datang) adalah hal tersulit yang pernah saya lakukan," tulis Kutryk dalam unggahan pra-peluncuran di X, mengutip penjelajah Norwegia Fridtjof Nansen tentang keberangkatan ke Kutub Utara. "Di belakangku terbaring semua yang kuhargai dalam hidup. Dan apa yang ada di depanku?"
Kutryk bukan satu-satunya kru yang membawa beban emosional. Watkins, yang menyandang gelar doktor geologi dan pernah terbang dengan Crew Dragon pada 2022, menyebut perjalanan menuju ISS sebagai ironi: "Perjalanannya panjang, tapi sampai di sini terasa singkat." Sementara Delaney, mantan pilot uji militer, mengirim pesan radio yang penuh semangat: "Sungguh penerbangan yang epik! Kami melanjutkan tradisi manusia hidup dan bekerja di orbit."
Dari sisi geopolitik, kehadiran Kutryk menegaskan bahwa kerja sama antariksa AS-Kanada tetap kokoh meski hubungan politik kedua negara sempat menghangat. Badan Antariksa Kanada (CSA) telah lama menjadi mitra kunci NASA โ mulai dari penyedia lengan robotik yang membangun stasiun, hingga astronaut Jeremy Hansen yang terbang mengelilingi Bulan dalam misi Artemis II. Kutryk adalah orang Kanada ke-17 yang mencapai orbit. "Saya berharap warisan ISS adalah bahwa orang melihatnya sebagai mercusuar apa yang bisa kita capai ketika kita bekerja sama," ujarnya.
Setelah upacara penyambutan singkat, Crew-13 akan menjalani serah terima cepat dengan Crew-12 yang dipimpin Jessica Meir. Meir dan rekan-rekannya โ Jack Hathaway (NASA), Sophie Adenot (ESA), dan Andrey Fedyaev (Roscosmos) โ akan menunjukkan seluk-beluk operasi stasiun sebelum kembali ke Bumi. Meir mengaku paling menantikan bertemu putrinya yang berusia 3,5 tahun, merasakan angin di wajah, dan mendengar gemerisik dedaunan. "Saya akan sangat merindukan tanpa bobot dan pemandangan luar biasa dari sini," katanya.
Kepergian Crew-12 akan membebaskan port Harmony untuk kedatangan kargo SpaceX Dragon pada 13 Oktober, yang membawa persediaan, peralatan ilmiah, suku cadang, dan dua panel surya roll-out terakhir. Panel tersebut merupakan bagian dari upgrade sistem tenaga surya stasiun yang dimulai sejak Juni 2021 dan akan dipasang melalui spacewalk akhir bulan ini hingga awal November. Selain itu, Crew-13 akan menyambut kapal kargo Northrop Grumman pada Desember serta dua Progress Rusia pada November dan Februari.
Penelitian tetap menjadi inti misi. Dana Weigel, direktur Direktorat Misi Orbit Bumi Rendah NASA, menyatakan kru akan mempelajari jaringan turunan sel punca manusia untuk memerangi penyakit jantung dan Parkinson, menguji produksi tanaman guna mendukung perjalanan antariksa jangka panjang, serta meneliti kelainan aliran darah yang kerap dialami astronaut. "Ini hanya sebagian dari highlight riset yang akan mereka lakukan," ujarnya.
Bagi Indonesia, misi Crew-13 menawarkan cermin tentang pentingnya kolaborasi lintas negara dalam sains dan teknologi. Program luar angkasa nasional yang tengah dirintis melalui BRIN dan LAPAN dapat mengambil pelajaran dari model berbagi beban riset di ISS โ terutama dalam pengembangan teknologi satelit, pemantauan iklim, dan bioteknologi. Ketika Kutryk menatap Bumi dari orbit, ia mengingatkan bahwa batas-batas politik di permukaan planet sering kali kabur ketika dilihat dari ketinggian 400 kilometer.
Dengan rotasi kru yang berjalan mulus, pertanyaannya kini: akankah generasi berikutnya melihat ISS sebagai simbol kerja sama yang bertahan, atau justru sebagai peninggalan era ketika negara-negara besar masih mau berbagi orbit? Jawabannya akan ditentukan oleh keputusan politik di Bumi, bukan oleh teknologi yang sudah terbukti mampu membawa manusia ke sana.



