Eze Dianggap 'Bergkamp Baru' Arsenal, Kini Justru Terancam Dijual
Baca dalam 60 detik
- Eberechi Eze direkrut Arsenal pada 2025 dengan ekspektasi besar, namun kini tersisih dari starting XI dan hanya mencetak satu assist tanpa gol musim ini.
- Kedatangan pemain muda seperti Ethan Nwaneri dan Max Dowman membuat posisi Eze semakin terpinggirkan, sementara manajemen berencana mendatangkan winger kelas dunia.
- Masa depan Eze di Emirates Stadium diprediksi tidak akan bertahan lama, dan penjualan pada bursa transfer berikutnya menjadi opsi paling realistis.

Eberechi Eze pernah disebut sebagai penerus Dennis Bergkamp di Arsenal. Setahun setelah kepindahannya dari Crystal Palace, narasi itu runtuh. Gelandang serang 27 tahun tersebut kini lebih sering menghangatkan bangku cadangan, dan masa depannya di London Utara berada di ujung tanduk.
Arsenal merekrut Eze pada musim panas 2025 setelah menyalip Tottenham Hotspur di menit-menit akhir. Saat itu, keputusan tersebut dianggap sebagai kemenangan besar. Legenda klub, Ian Wright, bahkan menyebut Eze sebagai "pemain yang bisa mengubah permainan" dan membandingkannya dengan Bergkamp. Namun, ekspektasi tinggi itu tidak berbanding lurus dengan performa di lapangan.
Musim 2025/26 menjadi anomali. Arsenal keluar sebagai juara Premier League, dan Eze menyumbang momen ikonik dengan hat-trick ke gawang Tottenham. Tapi sejak awal musim 2026/27, perannya menyusut drastis. Dalam tujuh penampilan, ia belum mencetak gol dan hanya mencatat satu assist. Dua kali menjadi starter, melawan Napoli dan Ipswich, penampilannya jauh dari kata meyakinkan.
Keputusan manajemen untuk mendatangkan Eze pada 2025 mulai dipertanyakan. Saat itu, Arsenal sudah memiliki Ethan Nwaneri dan Max Dowman di jalur pengembangan. Keduanya kini menunjukkan perkembangan pesat. Nwaneri bahkan telah dipercaya mengisi posisi yang seharusnya menjadi milik Eze, sementara Dowman mulai mencuri menit bermain.
Di bawah asuhan Mikel Arteta, tidak ada tempat bagi pemain yang gagal beradaptasi. Arteta dikenal sebagai pelatih yang tidak segan mengambil keputusan keras. Martin Zubimendi, yang juga direkrut pada 2025, sudah tersingkir oleh Myles Lewis-Skelly dan Bruno Guimaraes. Viktor Gyokeres hanya bermain 29 menit di Premier League musim ini. Pola yang sama mengancam Eze.
"Kami membutuhkan pemain yang sedikit lebih maverick, yang bisa melewati lawan dan mencetak gol. Dia adalah game-changer. Dengan pemain di sekitarnya, dia bisa menjadi rekrutan yang menentukan, seperti saat Bergkamp datang." โ Ian Wright, saat Eze bergabung.
Sayangnya, predikat itu tidak terbukti. Eze tampil seperti pemain yang kehilangan kepercayaan diri. Ia tidak lagi memiliki kebebasan kreatif yang dulu ia nikmati di Crystal Palace, tempat ia mencetak 14 gol dan 12 assist pada musim terakhirnya. Di Arsenal, perannya lebih terbatas, dan ia kesulitan menembus blok pertahanan rapat lawan.
Keputusan Andrea Berta selaku Sporting Director Arsenal juga menjadi sorotan. Meski Arsenal juara, rekrutan-rekrutan mahal pada 2025 tidak ada yang benar-benar menjadi starter reguler. Pertanyaan pun muncul: mengapa merekrut Eze ketika Nwaneri dan Dowman sudah siap? Mengapa memilih Gyokeres ketimbang Benjamin Sesko? Mengapa mendatangkan Madueke saat Nwaneri tersedia?
Bagi Eze, jalan keluar tampaknya semakin dekat. Dengan Martin Odegaard dalam performa terbaik, Nwaneri dan Dowman yang terus berkembang, serta rencana mendatangkan winger kiri top, ruang untuk Eze semakin sempit. Penjualan pada bursa transfer berikutnya menjadi skenario paling masuk akal.
Jika Eze pergi, Arsenal harus memastikan bahwa kesalahan rekrutmen tidak terulang. Klub perlu lebih jeli menilai kesesuaian pemain dengan sistem Arteta, bukan sekadar mengejar nama besar. Sementara bagi Eze, kepindahan ke klub yang bisa memberinya menit bermain reguler mungkin menjadi jalan terbaik untuk menyelamatkan kariernya.



