Enter Shikari Umumkan Hiatus Tak Terbatas, 2027 Jadi Titik Akhir?
Baca dalam 60 detik
- Band rock asal Inggris, Enter Shikari, mencanangkan 2027 sebagai tahun terakhir mereka aktif sebelum memasuki masa dorman tanpa batas waktu.
- Keputusan ini diambil setelah dua dekade berkarya, dengan alasan prioritas dan kapabilitas personel yang berubah, serta dampak pada kesehatan mental.
- Meski tidak menyebut bubar, band tidak memiliki rencana pasti setelah 2027 dan akan merilis musik baru dalam waktu dekat.

Enter Shikari, band post-hardcore asal St Albans, Inggris, mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan segala aktivitas sebagai entitas rekaman dan pertunjukan pada 31 Desember 2027. Pengumuman ini menandai berakhirnya perjalanan dua dekade mereka di industri musik, meski tidak secara eksplisit menyatakan bubar.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui media sosial, band yang digawangi Rou Reynolds (vokal), Rory Clewlow (gitar), Chris Batten (bass), dan Rob Rolfe (drum) ini menyebut bahwa masa dorman tersebut bisa berakhir dengan kebangkitan atau justru kepunahan. “Kami tidak tahu mana yang akan terjadi,” tulis mereka. Keputusan ini diambil setelah melalui pembicaraan sulit yang sudah berlangsung sejak lama, dan menjadi semakin relevan setelah vokalis Rou Reynolds mengalami sakit dalam beberapa waktu terakhir.
Enter Shikari bukan nama baru di skena musik alternatif. Sejak merilis album debut Take to the Skies pada 2007, mereka konsisten menembus sepuluh besar tangga album Inggris. Puncaknya, album A Kiss for the Whole World (2023) berhasil mencapai posisi nomor satu. Namun, di balik pencapaian itu, para personel mengakui bahwa tekanan untuk terus berkreasi di industri yang sering kali menuntut kategorisasi ketat telah menguras energi mental dan fisik.
Dalam pernyataannya, band menyatakan bahwa mereka “jauh dari anak-anak yang sama” yang merekam album pertama. Meski masih mencintai musik dan kebersamaan, prioritas serta kapabilitas mereka telah berubah. Mereka juga menyinggung tentang kesehatan mental yang terdampak oleh tuntutan industri. “Kami melakukan ini karena cinta, dan kami beruntung memiliki penonton yang memahami bahwa jalan yang jarang dilalui kadang lebih menarik,” ujar mereka. Namun, mereka mengakui bahwa medan yang sulit itu mulai menguras si pelancong.
“Mungkin kami akan seperti Fugazi, yang hanya berkumpul untuk latihan demi kesenangan, tanpa perlu memikirkan orang lain mendengarkannya. Yang jelas, setelah dua dekade menjadi band profesional, tidak memiliki rencana tiga tahun ke depan adalah hal yang membebaskan.”
Keputusan ini memunculkan pertanyaan tentang masa depan band-band rock yang telah lama berkarya. Di Indonesia, fenomena serupa juga dialami oleh sejumlah grup musik yang memilih rehat atau bubar setelah puluhan tahun bersama. Tekanan industri, perubahan selera pasar, dan faktor internal sering menjadi pemicu. Bagi penggemar Enter Shikari di Tanah Air, kabar ini tentu menjadi pukulan, mengingat band ini cukup sering menyapa penggemar melalui tur Asia, meski belum ada jadwal resmi untuk kawasan ini dalam waktu dekat.
Meski akan hiatus, Enter Shikari memastikan akan merilis materi baru “lebih cepat daripada nanti” dan akan melakukan tur pada 2027 sebelum benar-benar berhenti. Mereka tidak merencanakan tur perpisahan resmi, tetapi berharap dapat bertemu penggemar dalam 14 bulan ke depan. “Jika tidak, yang tersisa hanyalah terima kasih atas dukungan, keringat, gairah, dan energi kalian,” pungkas mereka.
Dengan langkah ini, Enter Shikari meninggalkan warisan sebagai salah satu band yang berani melawan arus. Namun, apakah hiatus ini akan menjadi akhir dari segalanya atau justru jeda untuk kembali lebih kuat? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi untuk sekarang, para penggemar harus bersiap mengucapkan selamat tinggal sementara.



