Kebakaran Trans Home Sleman Belum Padam, Damkar Duga Sumber Api Masih Aktif di Basement
Baca dalam 60 detik
- Petugas Damkar Sleman memastikan asap pekat yang masih mengepul dari basement Trans Home Berbah pada Jumat siang menandakan proses pembakaran belum sepenuhnya berhenti.
- Upaya menembus ruang bawah tanah terkendala suhu ekstrem, asap tebal, dan genangan air sisa pemadaman, sementara struktur bangunan yang terpapar panas hampir 24 jam meningkatkan risiko bagi personel.
- Lebih dari 30 personel gabungan dikerahkan, namun Damkar belum bisa memprediksi kapan operasi pemadaman tuntas karena harus menghitung ulang kapasitas sumber daya manusia dan peralatan.

Kebakaran yang melanda supermarket bahan bangunan Trans Home di Jalan Yogya-Solo, Berbah, Sleman, DIY, belum menunjukkan tanda-tanda padam. Pada Jumat (2/10) siang, petugas pemadam kebakaran menduga masih ada titik api aktif di area basement bangunan, ditandai dengan asap hitam pekat yang terus mengepul hingga pukul 11.33 WIB.
Kasi Ops dan Investigasi Bidang Damkar Satpol-PP Sleman, Nawa Murtiyanto, menilai volume asap yang keluar dari dalam gedung mengindikasikan proses pembakaran masih berlangsung. "Asapnya masih keluar banyak, berarti masih ada pembakaran di dalam," ujarnya di lokasi kejadian. Dugaan ini memperkuat asumsi bahwa sumber api belum berhasil diisolasi sejak laporan pertama diterima pada Kamis (1/10) pukul 12.00 WIB.
Operasi pemadaman menghadapi hambatan berlapis. Selain sumber api yang belum teridentifikasi pasti, tim di lapangan harus berhadapan dengan suhu ruangan yang ekstrem dan asap yang menghalangi visibilitas. Upaya membuat jalur masuk melalui rute biasa maupun alternatif dilaporkan gagal. "Sudah ada upaya, tapi masih kesulitan. Asap masih tebal, suhu masih tinggi," kata Nawa.
Genangan air sisa pemadaman semalam menambah kompleksitas. Air yang menggenang di basement tidak hanya mempersulit pergerakan petugas, tetapi juga berpotensi mengganggu peralatan. Yang lebih mengkhawatirkan, struktur bangunan telah terpapar panas tinggi selama hampir 24 jam. Menurut Nawa, kondisi ini meningkatkan risiko keselamatan jika pemadaman dipaksakan. "Struktur bangunan sudah dipanasi hampir 24 jam, itu berisiko," tegasnya.
"Kami masih mengejar penyebabnya, di mana sumbernya, dan bahan apa yang terbakar. Tapi kondisi fisik personel dan peralatan juga harus diperhitungkan karena sudah kelelahan."
Selain aspek teknis, Damkar Sleman mulai memperhitungkan faktor kelelahan sumber daya manusia dan peralatan yang telah dikerahkan secara maraton sejak hari pertama. Lebih dari 30 personel gabungan disiagakan, namun rotasi dan pemulihan menjadi tantangan tersendiri. Nawa mengaku belum bisa memprediksi kapan pemadaman total dapat diselesaikan. "Belum tahu, belum diperkirakan. Sarana dan prasarana sudah lelah, SDM juga kelelahan," pungkasnya.
Kebakaran di kawasan Berbah ini menjadi perhatian karena lokasinya berada di jalur utama Yogyakarta-Solo. Meski belum ada laporan korban jiwa, dampak ekonomi dan mobilitas di sekitar area berpotensi terganggu jika operasi pemadaman berlarut-larut. Trans Home merupakan pusat perbelanjaan bahan bangunan yang melayani wilayah Sleman dan sekitarnya, sehingga gangguan operasional dapat memengaruhi pasokan material bagi proyek-proyek konstruksi lokal.
Hingga berita ini diturunkan, tim Damkar masih berupaya menembus basement dengan berbagai metode. Fokus utama saat ini adalah menemukan titik api pasti dan mencegah penyebaran ke bagian bangunan lain. Skenario terburuk yang diantisipasi adalah keruntuhan struktur akibat panas berkepanjangan, yang dapat memaksa penghentian operasi demi keselamatan personel. Publik menanti kepastian kapan api benar-benar padam, sekaligus evaluasi standar keselamatan kebakaran pada bangunan komersial di kawasan padat aktivitas tersebut.



