Apple Akhirnya Beri AirPods Equalizer Kustom, Tapi Hanya untuk Model Berchip H2
Baca dalam 60 detik
- Apple menyematkan fitur Custom EQ di iOS 27 yang memungkinkan pengguna AirPods mengatur nada suara langsung dari perangkat, bukan dari aplikasi Apple Music.
- Fitur ini hanya berjalan pada AirPods dengan chip H2, sehingga model lawas seperti AirPods Max generasi pertama dan seri AirPods lama tidak kebagian.
- Langkah ini menjawab keluhan lama pengguna, tetapi penggemar audio berat menilai tiga slider—Low, Mid, High—terlalu sederhana dibandingkan equalizer 10-band atau 20-band.

Apple resmi menambahkan equalizer kustom ke dalam ekosistem AirPods melalui pembaruan iOS 27. Fitur bernama Custom EQ ini memungkinkan pengguna mengubah karakter suara langsung dari perangkat, tanpa harus bergantung pada aplikasi pemutar musik tertentu. Bagi pemilik AirPods yang selama ini merasa suara bawaannya terlalu berat di bass atau kurang tajam di vokal, kehadiran fitur ini menjadi jawaban atas permintaan yang tertunda bertahun-tahun.
Berbeda dari pengaturan equalizer yang tersembunyi di dalam Apple Music, Custom EQ melekat pada perangkat AirPods itu sendiri. Artinya, profil suara yang sudah disesuaikan akan tetap berlaku ketika pengguna beralih ke aplikasi lain, pindah ke iPad, atau bahkan menggunakan Mac. Pendekatan ini menegaskan posisi AirPods sebagai perangkat audio mandiri, bukan sekadar aksesori yang bergantung pada satu layanan.
Meski demikian, jangan berharap fitur ini menawarkan kontrol sedetail perangkat audio profesional. Apple hanya menyediakan tiga pengatur: Low, Mid, dan High. Meskipun terkesan minimalis, ketiganya cukup untuk menghasilkan perbedaan yang signifikan. Pengguna yang mendengarkan hip-hop, musik elektronik, atau film aksi bisa menaikkan Low untuk mendapatkan hentakan bass lebih kuat. Sementara itu, Mid berguna bagi mereka yang ingin vokal penyanyi lebih menonjol, dan High membantu memunculkan detail pada instrumen bernada tinggi seperti simbal atau gitar.
Sayangnya, tidak semua pengguna bisa langsung mencoba fitur ini. Apple mensyaratkan perangkat AirPods yang ditenagai chip H2. Artinya, pemilik AirPods Max generasi pertama atau seri AirPods lawas harus rela melewatkan pembaruan ini. Selain itu, perangkat yang terhubung—iPhone, iPad, atau Mac—harus menjalankan sistem operasi versi terbaru, dan firmware AirPods juga perlu diperbarui. Jika opsi Equalizer tidak muncul, pengguna disarankan memeriksa pembaruan perangkat terlebih dahulu.
Dari sisi antarmuka, Apple merancang proses penyesuaian agar tetap sederhana. Setelah AirPods terhubung dan terpasang di telinga, pengguna cukup membuka pengaturan Bluetooth, mengetuk nama AirPods, lalu memilih menu Custom. Slider Low, Mid, dan High bisa digeser naik-turun sesuai selera. Untuk hasil terbaik, disarankan memutar lagu atau podcast favorit selama proses pengaturan agar perbedaan suara langsung terdengar. Mulailah dengan perubahan kecil, karena pergeseran tipis sering kali sudah cukup mengubah karakter audio.
"Tidak ada pengaturan yang benar secara universal. Profil EQ terbaik adalah yang terdengar nyaman di telinga Anda," demikian pesan yang tersirat dari panduan Apple, menegaskan bahwa preferensi audio bersifat subjektif.
Bagi pasar Indonesia, kehadiran Custom EQ berpotensi memperkuat daya tarik AirPods di segmen pengguna muda yang gemar mengonsumsi musik dengan karakter bass kuat, seperti genre dangdut koplo, hip-hop, dan EDM. Namun, keterbatasan kompatibilitas bisa menjadi penghalang. Banyak pengguna di Tanah Air masih memakai AirPods generasi lama yang tidak didukung chip H2. Ini bisa mendorong mereka untuk melakukan upgrade, sekaligus menjadi peluang bagi penjual ritel dan operator seluler yang menawarkan bundling perangkat Apple.
Di sisi lain, komunitas audiophile menilai langkah Apple masih setengah hati. Mereka berharap ada equalizer dengan 10 hingga 20 band, plus profil terpisah untuk berbagai genre musik atau film. Meski begitu, bagi mayoritas pengguna awam, tiga slider sudah cukup untuk merasakan kontrol yang sebelumnya tidak ada. Apple tampaknya memilih jalan tengah: memberikan kebebasan tanpa membuat pengguna merasa kewalahan dengan puluhan tombol.
Ke depan, menarik untuk melihat apakah Apple akan memperluas fitur ini ke model lama melalui pembaruan perangkat lunak, atau justru menjadikannya eksklusif untuk perangkat terbaru sebagai strategi mendorong penjualan. Yang jelas, Custom EQ menandai pergeseran filosofi Apple dari "satu suara untuk semua" menuju personalisasi yang lebih terbuka. Akankah pesaing seperti Samsung dan Sony merespons dengan fitur serupa? Persaingan di ranah audio personal tampaknya baru saja menghangat.



