Solanke Terancam: Striker 17 Tahun Tottenham Cetak 12 Gol dalam 6 Laga
Baca dalam 60 detik
- Oliver Boast, penyerang 17 tahun Tottenham Hotspur, mencetak 12 gol dalam enam pertandingan U18 Premier League musim ini.
- Rekor Boast di level U21 mencapai 26 gol dan 8 assist dalam 34 laga, memicu spekulasi peluang promosi ke tim utama.
- Manajemen Tottenham dikabarkan siap melepas Mathys Tel dan Richarlison pada Januari, membuka celah bagi Boast untuk menembus skuad senior.

Tottenham Hotspur tengah menghadapi dilema di lini depan. Dominic Solanke, yang didatangkan dengan harga ยฃ65 juta, baru mencetak tiga gol di Premier League musim ini โ dua di antaranya dalam satu pertandingan. Di tengah tekanan untuk mendatangkan striker baru, sebuah nama dari akademi justru mencuri perhatian: Oliver Boast, penyerang 17 tahun yang mencetak 12 gol hanya dalam enam laga U18 Premier League.
Solanke bukan satu-satunya masalah. Sejak kepergian Harry Kane ke Bayern Munich, tidak ada pemain Tottenham yang mampu menembus 11 gol liga dalam dua musim terakhir. Solanke sendiri hanya mencetak sembilan gol di musim debutnya, turun drastis dari 19 gol yang ia buat bersama Bournemouth setahun sebelumnya. Cedera memang menjadi faktor, tetapi produktivitas tetap menjadi sorotan utama.
Manajer Roberto De Zerbi dilaporkan berencana merombak lini serang pada bursa transfer Januari. Mathys Tel dan Richarlison disebut akan dilepas untuk memberi ruang bagi penyerang anyar. Richarlison bahkan sudah dicoret dari skuad Premier League. Jika Solanke menyusul, Tottenham harus memiliki opsi internal yang siap โ dan Boast mungkin jawabannya.
Boast bukan produk asli akademi Tottenham. Ia lahir di York dan memulai karier di Leeds United, di mana ia mencetak 10 gol dalam 20 pertandingan U18. Tottenham merekrutnya pada musim panas 2025, mengikuti jejak Archie Gray yang setahun sebelumnya juga menyeberang dari Elland Road. Keputusan itu tampak tepat: Boast langsung menancapkan taringnya di level U18 dan U21.
Analis sekaligus pemandu bakat Como, Ben Mattinson, menyebut Boast sebagai "penyelesai yang klinis". Penilaian itu sulit dibantah. Boast mampu bermain di sayap kanan, tetapi performa terbaiknya justru saat beroperasi di tengah sebagai penyerang murni. Fleksibilitas ini membuatnya cocok dengan skema De Zerbi yang sering menuntut penyerang bergerak dinamis.
"Boast adalah penyelesai yang klinis. Jika ia menjaga momentum ini, peluang di tim utama hanya soal waktu." โ Ben Mattinson, analis dan pemandu bakat Como
Akademi Tottenham memang sempat dipandang kurang memberi jalur bagi pemain muda. Namun, beberapa nama mulai menembus batas. Luca Williams-Barnett, gelandang 17 tahun, sudah mendapat menit bermain senior dan disebut langsung oleh De Zerbi. Mason Melia, yang direkrut Januari lalu, dipinjamkan ke Lincoln City untuk mengasah ketajaman. Dane Scarlett juga tengah menempuh jalur serupa.
Jika Boast terus mencetak gol, tekanan pada Solanke akan meningkat. Tottenham tidak bisa terus bergantung pada pemain yang gagal konsisten. Boast menawarkan solusi jangka panjang tanpa perlu mengeluarkan dana besar. Pertanyaannya, apakah De Zerbi berani memberi kesempatan kepada remaja 17 tahun di tengah tekanan Premier League? Ataukah Tottenham akan tetap mencari striker mahal di pasar transfer, sementara Boast menunggu di sayap?



