Jennifer Coppen Dihujat Netizen Malaysia, Sindiran Berujung Serangan ke Anak
Baca dalam 60 detik
- Jennifer Coppen menjadi sasaran kemarahan warganet Malaysia setelah melontarkan komentar sindiran terkait performa Timnas Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026.
- Hujatan tidak hanya ditujukan kepadanya, tetapi juga menyeret putrinya, Kamari, memicu respons tegas dari istri pesepakbola Justin Hubner tersebut.
- Di tengah tekanan, Jennifer memilih mengabaikan serangan daring dan mengalihkan fokus pada laga final Indonesia vs Thailand yang akan digelar Senin malam.

Jennifer Coppen, istri pesepakbola Timnas Indonesia Justin Hubner, menjadi bulan-bulanan warganet Malaysia setelah komentar sindirannya soal performa Timnas Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026 dianggap merendahkan. Hujatan yang semula tertuju padanya merembet hingga menyeret putrinya, Kamari, memicu kemarahan Jennifer yang meminta publik tidak melibatkan anak kecil dalam konflik orang dewasa.
Peristiwa ini bermula dari komentar sarkastis Jennifer di media sosial yang ia akui hanya berniat bercanda. Namun, situasi kompetisi yang memanas—terutama setelah Malaysia nyaris lolos ke final sebelum disalip Indonesia—membuat lelucon tersebut disalahartikan. Alih-alih mereda, gelombang serangan daring justru meningkat dan menyasar ranah pribadi.
Dalam pernyataannya kepada awak media, Jennifer menegaskan bahwa ia sudah terbiasa menerima kritik, tetapi tidak bisa mentoleransi serangan yang menyasar anaknya. "Kalau kalian orang dewasa, kenapa harus bawa-bawa anak kecil?" ujarnya, seperti dikutip dari detikHot, Minggu (4/10). Ia menilai serangan tersebut sebagai bentuk keberlebihan yang tidak perlu.
Meski menjadi pusat perhatian, Jennifer memilih untuk tidak membalas satu per satu hujatan tersebut. Ia menyadari bahwa merespons dengan emosi hanya akan memperpanjang konflik. "Lebih baik saya diamkan dan cueki. Saya tidak membiarkan orang-orang negatif masuk ke pikiran saya," tuturnya. Sikap ini ia ambil sebagai bentuk perlindungan diri sekaligus menjaga fokus menjelang laga penting suaminya.
"Papa Jusa [Justin Hubner] malah menjadikan itu motivasi untuk menang tanggal 5. Dia semakin ingin membuktikan, semakin ingin menang, dan semoga dia bisa menang."
Dukungan Jennifer terhadap Justin Hubner menjadi sorotan tersendiri. Ia menyebut bahwa tekanan dari luar justru dimanfaatkan Justin sebagai bahan bakar untuk tampil maksimal di final. Justin, yang memperkuat lini belakang Indonesia, diharapkan mampu meredam serangan Thailand yang dikenal tajam.
Dari sisi kompetisi, Indonesia melaju ke final dengan catatan impresif: menang 2-0 atas Singapura, imbang 0-0 melawan Malaysia, dan menghancurkan Bangladesh 9-2. Produktivitas gol yang meledak di laga terakhir menjadi kunci keunggulan Indonesia atas Malaysia yang memiliki poin identik. Sementara itu, Thailand tampil dominan di Grup B dengan mengumpulkan 6 poin dari dua pertandingan awal, memastikan posisi puncak tak tergoyahkan meski sempat kalah 1-2 dari Filipina di laga terakhir.
Final nanti tidak hanya menjadi ajang pembuktian bagi Timnas Indonesia, tetapi juga ujian mental bagi para pemain yang harus tampil di bawah sorotan publik dan tekanan rivalitas regional. Dukungan dari keluarga, termasuk Jennifer, diharapkan menjadi energi positif di tengah riuhnya jagat maya.
Pertanyaannya, akankah Indonesia mampu memanfaatkan momentum dan mengangkat trofi di hadapan pendukung sendiri, atau Thailand kembali menunjukkan kelasnya sebagai raja sepak bola Asia Tenggara? Semua akan terjawab di SUGBK malam ini.



