Prabowo Lantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Listyo Sigit Digeser
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto resmi mengangkat Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dalam upacara di Istana Negara.
- Suyudi sebelumnya menjabat Kepala BNN dan pernah menjadi Kapolda Banten serta Wakapolda Metro Jaya, dengan proses fit and proper test singkat di Komisi III DPR.
- Pergantian ini menandai akhir era kepemimpinan Listyo Sigit yang berlangsung sejak Januari 2021 dan membuka babak baru kepolisian di bawah pemerintahan Prabowo.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi melantik Komisaris Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) pada Kamis (1/10) di Istana Negara, Jakarta. Suyudi menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang telah memimpin institusi Polri sejak 27 Januari 2021. Pengangkatan ini tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 96 dan 97/TK/2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kapolri serta Wakapolri.
Prosesi pelantikan ditandai dengan pembacaan sumpah jabatan oleh Presiden Prabowo, yang kemudian diikuti pengucapan sumpah oleh Suyudi. "Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara," ujar Suyudi. Usai pengambilan sumpah, Prabowo menyematkan tanda pangkat bintang empat di pundak Suyudi, yang secara otomatis menaikkan pangkatnya menjadi Jenderal.
Sebelum pelantikan, Komisi III DPR RI menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) singkat, hanya sekitar 30 menit, untuk menyetujui Suyudi sebagai calon tunggal. Nama Suyudi kemudian dibawa ke Rapat Paripurna DPR yang dipimpin Ketua DPR Puan Maharani. Dalam rapat tersebut, Puan meminta persetujuan anggota dewan, yang langsung menjawab setuju, dan mengetuk palu tanda pengesahan Suyudi sebagai Kapolri.
Pergantian Kapolri ini menjadi sorotan karena terjadi di tengah dinamika politik dan penegakan hukum yang semakin kompleks. Suyudi, yang memiliki latar belakang panjang di kepolisian, termasuk pengalaman memimpin BNN, diharapkan mampu membawa angin segar dalam pemberantasan narkoba dan kejahatan terorganisir. Kinerjanya sebagai Kepala BNN sejak Agustus 2025 menjadi modal penting, meski tantangan ke depan tidak ringan.
Dalam konteks Indonesia, pergantian ini juga menandai berakhirnya era Listyo Sigit yang menghadapi berbagai ujian, mulai dari penanganan pandemi hingga reformasi internal Polri. Di bawah pemerintahan Prabowo, publik menanti arah baru kepolisian, terutama dalam hal profesionalisme dan akuntabilitas. Sejumlah pengamat menilai bahwa pemilihan Suyudi merupakan sinyal kesinambungan program prioritas, khususnya di bidang pemberantasan narkotika dan penguatan keamanan siber.
"Selanjutnya kami meminta persetujuan pengangkatan Komjen Suyudi Ario Seto, sebagai Kapolri apakah dapat disetujui?" tanya Ketua DPR Puan Maharani, yang langsung disambut persetujuan anggota dewan.
Ke depan, tantangan terbesar Suyudi adalah menjaga netralitas Polri menjelang agenda politik nasional dan meningkatkan kepercayaan publik. Dengan rekam jejak di BNN dan wilayah, ia diharapkan mampu memperkuat sinergi antarlembaga. Pertanyaannya, akankah kepemimpinan baru ini membawa perubahan signifikan dalam penegakan hukum dan pelayanan kepada masyarakat?



