Scam 'Free Robux' di YouTube dan TikTok Incar Akun Anak, Data Pribadi Terancam
Baca dalam 60 detik
- NordVPN menemukan hampir 200 alamat phishing yang menawarkan Robux gratis dalam sepekan, menyasar pengguna Roblox yang sebagian besar anak-anak.
- Modusnya memakai tautan di YouTube, TikTok, dan Discord untuk mengarahkan korban ke halaman login palsu yang meniru situs resmi Roblox.
- Roblox menegaskan tidak berkewajiban memulihkan akun atau mata uang yang hilang, sehingga pencegahan mandiri menjadi kunci.

Penawaran "Robux gratis" yang beredar di kolom komentar YouTube, TikTok, dan Discord terbukti menjadi pintu masuk penipuan yang menguras akun Roblox anak-anak. Peneliti keamanan siber dari NordVPN mengungkap bahwa sindikat penipu membangun halaman login palsu untuk mencuri kredensial dan data pribadi, lalu mengalihkan korban ke situs Roblox asli agar skema tampak sah.
Menurut laporan The Guardian yang mengutip temuan NordVPN, dalam kurun tujuh hari peneliti mengidentifikasi hampir 200 alamat web yang menyediakan halaman phishing khusus untuk membobol akun Roblox. Korban umumnya tergiur iming-iming mata uang virtual tanpa biaya, lalu memasukkan nama pengguna dan kata sandi di halaman tiruan yang nyaris identik dengan antarmuka resmi Roblox.
Yang membuat modus ini licin, setelah data dicuri, halaman palsu tersebut langsung mengarahkan pengguna ke situs Roblox yang asli. "Anak akan memasukkan datanya, lalu situs palsu itu mengarahkan mereka ke halaman Roblox yang sah. Jadi pada akhirnya, anak itu sampai ke tempat yang diinginkan," ujar Gerald Kasulis, Wakil Presiden Urusan Global NordVPN, seperti dikutip The Guardian. Karena tidak ada yang terasa janggal, korban tidak menyadari akunnya telah dikuasai penyerang.
Begitu mendapat akses, penipu dapat memindahkan Robux ke akun lain atau menjual detail login ke pihak ketiga. Kerugiannya bukan sekadar kehilangan mata uang virtual. Robux dapat dibeli dengan uang nyata, dengan paket termahal dari Roblox dibanderol hingga ยฃ199,99 (sekitar Rp4,3 juta). Bagi keluarga, ini berarti kerugian finansial langsung, terutama jika akun terhubung dengan metode pembayaran orang tua.
Modus ini diperkuat oleh tekanan psikologis. Anak-anak melihat tawaran hadiah terbatas yang mendesak mereka untuk segera mengklik tanpa memeriksa keaslian tautan. Salah satu indikator yang bisa dikenali adalah alamat web. Halaman palsu sering menyertakan kata "Roblox" dalam URL, misalnya "Roblox-verify" atau "login-Roblox", meski domainnya bukan milik Roblox resmi. NordVPN juga menemukan sejumlah situs yang meminta kode autentikasi dua faktor, membuka celah tambahan bagi pelaku.
Roblox sendiri menyatakan tidak memiliki kewajiban memulihkan akun yang diretas atau mengembalikan item dan mata uang yang hilang, kecuali diwajibkan hukum. Juru bicara Roblox menegaskan bahwa perlindungan anti-phishing telah tersedia, termasuk autentikasi dua faktor dan fitur yang memblokir login dari lokasi mencurigakan. "Kami terus mengembangkan cara baru untuk meminimalkan risiko pencurian akun dan secara aktif mendorong pengguna mengikuti praktik keamanan terbaik, termasuk tidak mengklik tautan atau mengunduh apa pun dari pengirim atau situs yang tidak dikenal," ujarnya.
Marijus Briedis, Chief Technology Officer NordVPN, menyarankan agar orang tua membiasakan anak membuka Roblox langsung melalui aplikasi atau situs resmi, bukan lewat tautan yang dikirim orang lain. Ia juga mengingatkan bahwa kode autentikasi dan kode cadangan harus diperlakukan seperti kata sandiโtidak boleh diberikan kepada siapa pun.
Di Indonesia, kasus serupa berpotensi meningkat seiring tingginya penetrasi gim daring di kalangan anak. Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan bahwa segmen usia muda mendominasi penggunaan internet, dan Roblox menjadi salah satu platform favorit. Tanpa literasi keamanan digital yang memadai, anak-anak menjadi sasaran empuk. Orang tua perlu mengawasi aktivitas daring dan memastikan perangkat menggunakan perlindungan berlapis.
Ke depan, pertanyaannya bukan hanya soal bagaimana platform memperkuat pertahanan, tetapi juga seberapa cepat edukasi keamanan siber menjangkau keluarga. Selama ada permintaan terhadap "cara instan" mendapatkan Robux, celah phishing akan terus diburu pelaku. Akankah regulator dan platform gim mengambil langkah lebih tegas sebelum korban berikutnya jatuh?



