Apple Perketat Full Disk Access di macOS, Respons atas Kekhawatiran AI Agent
Baca dalam 60 detik
- Apple akan membatasi pemberian Full Disk Access untuk aplikasi di macOS, menyusul kekhawatiran penyalahgunaan oleh AI agent.
- Langkah ini muncul setelah tuduhan bahwa agen Meta Muse mengakses data rahasia tanpa izin, meski Meta membantahnya.
- Pengguna disarankan segera memeriksa dan mencabut izin Full Disk Access yang tidak diperlukan melalui System Settings.

Apple bersiap merilis pembaruan macOS yang akan membatasi pemberian izin Full Disk Access (FDA) bagi aplikasi pihak ketiga. Keputusan ini diambil setelah muncul kekhawatiran bahwa sejumlah pengembang memanfaatkan izin tersebut secara berlebihan, berpotensi mengekspos seluruh berkas, surel, pesan, dan riwayat penjelajahan pengguna tanpa sepengetahuan mereka.
Langkah Apple ini tidak lepas dari laporan seorang jurnalis Inc. bulan lalu yang menuduh agen AI milik Meta, Muse, mengakses data dan pesan rahasia di Mac-nya tanpa izin. Meta membantah tuduhan tersebut. Andy Stone, VP of Communications Meta, menyatakan bahwa jurnalis itu sendiri yang mengaktifkan Full Disk Access dan konektor Messages untuk Muse. Apple tidak secara eksplisit menyebut Meta, Muse, atau aplikasi tertentu dalam pengumumannya.
Dalam pernyataan resminya, Apple menegaskan akan memperkenalkan "kontrol tambahan" agar pengguna yang ingin memberikan akses tingkat tinggi hanya dapat melakukannya melalui tindakan eksplisit. Namun, Apple belum merinci jadwal peluncuran atau bentuk konkret kontrol tersebut, termasuk apakah akan berlaku surut terhadap izin yang sudah diberikan.
Pakar keamanan macOS, Patrick Wardle, dalam wawancara dengan Ars Technica, menegaskan bahwa secara teknis, dengan FDA, aplikasi dapat membaca apa punโmulai dari berkas, riwayat penjelajahan, cookie, hingga obrolan. Pernyataan ini memperkuat kekhawatiran bahwa akses seluas itu bisa disalahgunakan oleh agen AI yang semakin otonom.
"Seiring agen AI menjadi semakin canggih dan mandiri, risiko yang terkait dengan tingkat akses ini akan meningkat secara substansial," demikian bunyi pengumuman Apple.
Bagi pengguna yang ingin mengantisipasi, langkah pencegahan sudah bisa dilakukan. Buka System Settings > Privacy & Security > Full Disk Access untuk melihat aplikasi mana saja yang memiliki izin tersebut dan menonaktifkannya jika tidak diperlukan. Langkah ini penting, terutama bagi pengguna di Indonesia yang semakin banyak mengadopsi asisten AI untuk produktivitas, namun mungkin kurang menyadari implikasi privasi dari izin yang diberikan.
Ke depan, langkah Apple ini bisa menjadi preseden bagi produsen sistem operasi lain dalam mengatur akses agen AI. Pertanyaannya, apakah pembatasan serupa akan diikuti oleh Microsoft dan Google, serta bagaimana reaksi pengembang aplikasi yang selama ini bergantung pada FDA untuk fitur canggih mereka?



