Farrah Abraham Tak Bisa Bicara dan Makan Usai Operasi Rahang, Berjuang di Tengah Nyeri
Baca dalam 60 detik
- Farrah Abraham menjalani operasi rahang ganda untuk mengatasi masalah kronis yang memburuk sepanjang tahun.
- Pascaoperasi, ia harus menjalani diet cair dan tidak dapat berbicara atau membuka mulut selama dua bulan ke depan.
- Manajer menyebut kondisi mental dan fisik Farrah sangat terpukul, ditambah hilangnya pendengaran di telinga kanan.

Farrah Abraham, mantan bintang reality show "16 and Pregnant", kini berada dalam masa pemulihan yang berat setelah menjalani operasi rahang ganda. Operasi tersebut dilakukan untuk mengatasi gangguan yang telah lama ia keluhkan, namun konsekuensinya ia tidak dapat berbicara maupun mengonsumsi makanan padat selama dua bulan ke depan.
Manajer Farrah, Chrissy Johnston, mengonfirmasi bahwa kliennya telah kehilangan banyak berat badan dan sedang berjuang melawan rasa sakit yang hebat. "Dia sudah kehilangan berat badan yang signifikan. Rasa sakit yang parah, pembengkakan, dan ketidakmampuan untuk makan makanan padat, membuka mulut, atau berbicara telah sangat memengaruhi suasana hatinya, tetapi dia berusaha tetap positif," ujar Chrissy kepada People Magazine.
Meski demikian, ada secercah harapan. Pada Rabu (30/09), Farrah berhasil melewati satu tahap penting: jahitan operasinya telah diangkat. "Dia masih memiliki jalan panjang ke depan. Dia menjalani hari-hari dengan satu langkah pada satu waktu dan berusaha terus maju," tambah Chrissy.
Dalam sebuah siaran langsung TikTok, putri Farrah yang berusia 17 tahun, Sophia, memperlihatkan kondisi ibunya. Farrah terlihat mengangkat tulisan yang berbunyi, "Saya habis operasi + tidak bisa bicara. Terima kasih untuk semua hadiahnya." Sementara di Instagram, Farrah mengunggah foto dengan keterangan, "Aku merasa seperti Frankenstein sekarang. Berdoa wajahku kembali dalam tiga bulan."
Farrah meyakini bahwa masalah rahang yang ia alami sepanjang tahun ini berkaitan dengan trauma dari kasus pelecehan seksual dan penyerangan yang pernah menimpanya. "Dia percaya trauma dan stres dari penyerangan tersebut memengaruhi sistem sarafnya dan berkontribusi pada kerusakan yang dialaminya," jelas Chrissy kepada DailyMail Online. "Setelah semua yang dia alami, kini harus menderita rasa sakit yang luar biasa, tidak bisa berbicara atau membuka mulut untuk makan normal selama berbulan-bulan, adalah beban yang sangat berat. Dia sedang melalui masa yang sangat sulit."
Lebih lanjut, Chrissy mengungkapkan bahwa Farrah juga kehilangan pendengaran di telinga kanannya. "Farrah tidak bisa berbicara karena rahangnya terkunci, dan wajahnya sangat bengkak. Dia sangat kesakitan dan benar-benar berjuang, baik secara fisik maupun mental. Saya berharap dan berdoa rasa sakitnya segera mereda dan pendengarannya kembali normal seiring waktu," harapnya.
Sebelumnya, dalam podcast Pillow Talk, Farrah sempat mengeluh tentang rasa sakit di rahangnya yang membuatnya sulit membuka mulut. "Saya tidak bisa menggunakan rahang saya. Saya tidak bisa membuka mulut dengan normal. Saya hanya ingin bisa membuka mulut untuk makan hotdog," ujarnya saat itu.
Kasus Farrah menyoroti pentingnya perhatian pada kesehatan mental dan fisik pascaoperasi, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat trauma. Dukungan dari keluarga dan tenaga medis sangat krusial untuk mempercepat pemulihan. Ke depannya, publik tentu berharap Farrah dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti sedia kala.



