Toyota Bantah Rumor Ocon ke WEC: Kursi Hypercar Sudah Penuh
Baca dalam 60 detik
- Toyota menegaskan tidak ada kesepakatan dengan Esteban Ocon untuk musim WEC 2027, meski pembalap Prancis itu kehilangan kursi Haas di F1 akhir 2026.
- Penasihat Toyota, Alexander Wurz, menyatakan enam pembalap Hypercar terikat kontrak jangka panjang dan tidak ada rencana perubahan susunan.
- Kepastian ini mempersempit opsi Ocon, menyisakan Cadillac sebagai satu-satunya peluang realistis di F1 sementara kursi WEC Toyota tertutup rapat.

Spekulasi mengenai masa depan Esteban Ocon di dunia balap akhirnya mendapat titik terang dari kubu Toyota. Penasihat tim asal Jepang itu, Alexander Wurz, secara tegas membantah adanya kesepakatan dengan pembalap Prancis tersebut untuk bergabung di ajang World Endurance Championship (WEC) pada 2027. Pernyataan ini sekaligus menepis rumor yang mencuat setelah Haas resmi mengakhiri kerja sama dengan Ocon pada akhir musim 2026.
Ocon, yang kini berusia 30 tahun, memang tengah menghadapi jalan terjal untuk mempertahankan kariernya di Formula 1. Sejumlah pintu telah tertutup, termasuk di Aston Martin yang memilih melanjutkan duet Fernando Alonso dan Lance Stroll. Kondisi ini membuat Cadillac menjadi satu-satunya opsi realistis yang tersisa bagi Ocon di grid F1. Ketika peluang di F1 kian menyusut, nama Ocon sempat dikaitkan dengan kursi Hypercar Toyota di WEC sebagai alternatif. Namun, Wurz memastikan bahwa rumor tersebut tidak berdasar.
Dalam pernyataannya kepada kanal YouTube Formel1.de, Wurz menegaskan bahwa Toyota memiliki perencanaan jangka panjang yang matang, terutama untuk program Le Mans dan WEC. Ia menyebut bahwa susunan enam pembalap saat ini tidak akan mengalami perubahan. "Tidak ada kebenaran dalam rumor itu," ujar Wurz, seperti dikutip Motorsport.com. Menurutnya, stabilitas tim menjadi kunci kesuksesan Toyota, dan memasukkan pembalap baru dari luar berisiko mengganggu budaya yang telah dibangun sejak 2012.
"Ketika Anda menempatkan tiga kepribadian kuat dalam satu mobil, butuh waktu bagi mereka untuk saling menerima, menemukan setelan yang tepat, dan bekerja sama. Itu salah satu kekuatan Toyota: struktur dan budaya tim yang tidak bisa diubah dalam semalam," jelas Wurz.
Wurz menambahkan bahwa kontrak para pembalap bersifat jangka panjang dan kursi untuk musim depan sudah terisi penuh. Toyota saat ini diperkuat Mike Conway, Nyck de Vries, dan Kamui Kobayashi di satu mobil, serta Sebastien Buemi, Brendon Hartley, dan Ryo Hirakawa di mobil lainnya. Baru-baru ini, Toyota meraih kemenangan dramatis di balapan kandang mereka di Fuji, dengan Hirakawa tampil sebagai pahlawan di stint penentu.
Keputusan Toyota untuk mempertahankan skuad yang ada juga membuka peluang bagi pembalap junior mereka, Esteban Masson. Pembalap muda yang saat ini berkompetisi di kelas LMGT3 WEC dan European Le Mans Series itu disebut sebagai kandidat utama untuk mengisi kursi Hypercar jika Hirakawa pindah ke F1 bersama Haas. Masson dianggap siap untuk naik kelas, seiring dengan filosofi Toyota yang mengutamakan pengembangan internal.
Bagi Ocon, pilihan yang tersisa semakin sempit. Jika Cadillac tidak memberikan kontrak, ia harus mencari peruntungan di ajang lain, termasuk kemungkinan kembali ke WEC dengan tim non-Toyota, atau beralih ke Formula E. Namun, dengan reputasi dan pengalamannya, Ocon masih memiliki daya tarik bagi tim-tim yang membutuhkan pembalap berpengalaman. Yang jelas, pintu ke Toyota sudah tertutup rapat.
Ke depan, fokus Ocon akan tertuju pada negosiasi dengan Cadillac. Jika gagal, ia harus segera menyusun rencana alternatif sebelum pasar pembalap semakin padat. Sementara itu, Toyota tetap pada jalur mereka, mempertahankan stabilitas demi mengejar gelar juara dunia WEC. Apakah Ocon akan menemukan rumah baru, atau justru tersingkir dari panggung balap elit? Waktu yang akan menjawab, tetapi peluangnya kian menipis.



