Setelah Woltemade, Newcastle Diminta Segera Jual Willock
Baca dalam 60 detik
- Manajer anyar Newcastle, Matthias Jaissle, dinilai tepat melepas Nick Woltemade ke Juventus dengan status pinjaman.
- Keputusan mempertahankan Joe Willock justru menjadi blunder karena performanya di Premier League musim ini jauh di bawah standar.
- Dengan kontrak Willock berakhir musim panas mendatang, Newcastle berisiko kehilangan pemain senilai ยฃ25 juta itu secara gratis.

Manajer Newcastle United, Matthias Jaissle, mendapat pujian atas keputusannya melepas Nick Woltemade ke Juventus dengan status pinjaman hingga akhir musim 2026/27. Namun, keputusan mempertahankan Joe Willock justru menjadi sorotan tajam. Gelandang berusia 27 tahun itu dinilai gagal membayar kepercayaan yang diberikan, dan kini desakan agar ia dijual pada bursa transfer berikutnya semakin menguat.
Woltemade, yang dibeli dengan harga ยฃ69 juta pada musim panas lalu, memang tampil mengecewakan. Dari delapan golnya di Premier League, hanya satu yang tercipta dalam lima bulan terakhir. Statistiknya pun memperlihatkan kelemahan signifikan: ia kehilangan bola lebih sering daripada 85% pemain lain, kalah dalam 62% duel darat, dan hanya memenangi 1,6 duel udara per laga. Keputusan melepasnya ke Juventus pun dianggap sebagai langkah tepat untuk membuka ruang bagi skuad muda yang tengah dibangun Jaissle.
Sayangnya, kebijaksanaan itu tidak diikuti saat mengambil keputusan tentang Willock. Meski sempat diminati klub Turki, Willock tetap dipertahankan. Padahal, kontraknya akan habis pada akhir musim ini. Jaissle bahkan memberinya lima kesempatan starter dalam tujuh pertandingan awal musim 2026/27. Hasilnya? Tiga gol memang tercipta, tetapi performa keseluruhan menunjukkan masalah mendasar.
Sejak kedatangan Jaissle, Willock memang dipaksa bermain lebih dalam. Namun, peran barunya itu justru memperlihatkan kelemahan tanpa bola. Ia tercatat hanya melakukan 2,8 pemulihan bola per 90 menit, angka yang kalah dari 75% gelandang Premier League lainnya. Kombinasi buruknya dalam bertahan dan minimnya kontribusi ofensif membuatnya menjadi beban bagi lini tengah Newcastle.
"Willock telah menunjukkan dirinya sebagai liabilitas dalam beberapa pekan terakhir. Keputusan mempertahankannya musim panas lalu tampak keliru," tulis analis Football FanCast, Ethan, dalam laporannya.
Bagi Newcastle, situasi ini mengingatkan pada pentingnya manajemen kontrak yang cermat. Klub yang finis di peringkat 12 Premier League musim lalu itu tengah membangun ulang skuad dengan pemain muda. Mempertahankan pemain yang tidak masuk rencana jangka panjang hanya akan menghambat regenerasi dan menguras kas klub. Jika Willock tidak segera dijual, Newcastle berisiko kehilangan aset senilai ยฃ25 juta secara gratis.
Keputusan Jaissle untuk melepas Woltemade menunjukkan bahwa ia tidak ragu mengambil langkah tegas. Kini, ia dituntut melakukan hal serupa terhadap Willock. Bursa transfer musim dingin menjadi momen krusial untuk mengoreksi kesalahan musim panas. Apakah manajemen Newcastle akan bergerak cepat, atau justru mengulangi kesalahan yang sama?



