Isenmulang FC Batal Kembali ke Palangkaraya, Jamu Persebaya di Lampung Tanpa Penonton
Baca dalam 60 detik
- Isenmulang FC kembali gagal menggelar laga kandang di Stadion Tuah Pahoe, Palangkaraya, dan harus menjamu Persebaya di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Jumat (9/10/2026).
- Duel pekan keempat BRI Super League 2026/2027 itu dipastikan berlangsung tanpa kehadiran penonton, termasuk suporter kedua tim.
- Laskar Tambun Bungai masih terpuruk di dasar klasemen tanpa poin dari tiga laga, sehingga laga melawan Persebaya menjadi ujian krusial untuk bangkit.

Isenmulang FC harus menunda lagi rencana bermarkas di Stadion Tuah Pahoe, Palangkaraya. Klub asal Kalimantan Tengah itu memastikan laga kandang melawan Persebaya Surabaya pada pekan keempat BRI Super League 2026/2027 digelar di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Jumat (9/10/2026), tanpa penonton.
Kepastian itu disampaikan manajemen melalui akun Instagram resmi klub pada Rabu (30/9/2026). Awalnya, laga tersebut dijadwalkan berlangsung di Tuah Pahoe setelah jeda internasional, seiring harapan bahwa kondisi di Palangkaraya sudah memungkinkan untuk menggelar pertandingan. Namun, situasi di lapangan memaksa klub mencari lokasi alternatif.
Stadion Sumpah Pemuda, yang biasa menjadi kandang Bhayangkara FC, dipilih sebagai venue netral. Keputusan ini memperpanjang derita Isenmulang FC yang sebelumnya harus mengungsi ke Bali untuk tiga laga kandang beruntun akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sebagian Kalimantan Tengah.
Manajemen Isenmulang FC mengimbau agar pendukung setia, Isenmulang Mania, dan Bonek Mania tidak hadir ke stadion maupun area sekitarnya. "Kami mohon pengertian dan dukungan dari seluruh Isenmulang FC mania dan juga Bonek Mania untuk tidak hadir ke stadion dan sekitarnya," tulis manajemen dalam pernyataan resminya.
Kendati tanpa dukungan langsung dari tribun, tim asuhan Mundari Karya tetap berharap doa dan dukungan moral dari para penggemar. Target utamanya adalah meraih poin pertama di kasta tertinggi Indonesia setelah menelan tiga kekalahan beruntun dari Arema FC, Bali United, dan Bhayangkara FC.
"Laskar Tambun Bungai menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung. Tanpa penonton. Pertandingan pekan ke-4 antara Isenmulang Kalteng FC kontra Persebaya Surabaya akan digelar tanpa penonton."
โ Pernyataan resmi Isenmulang FC
Keputusan bermain tanpa penonton bukan hanya soal keamanan, tetapi juga menambah beban psikologis dan finansial bagi klub promosi. Kehilangan dukungan langsung di stadion bisa mengurangi motivasi pemain, sementara absennya tiket dan merchandise mengurangi pemasukan. Bagi Persebaya, laga ini juga menjadi tantangan tersendiri karena harus tampil di venue netral tanpa dukungan Bonek yang biasanya menjadi pemain ke-12.
Dalam konteks BRI Super League, situasi Isenmulang FC mencerminkan problem klasik klub-klub daerah yang harus berjuang dengan infrastruktur dan kondisi lingkungan. Karhutla yang terjadi di Kalimantan Tengah bukan hanya bencana ekologis, tetapi juga berdampak langsung pada sepak bola nasional. Liga harus menyediakan solusi jangka panjang agar klub tidak terus-menerus kehilangan identitas kandangnya.
Pertandingan melawan Persebaya menjadi momen krusial bagi Isenmulang FC untuk membuktikan bahwa mereka mampu bersaing meski tanpa dukungan langsung. Jika kembali gagal meraih poin, posisi mereka di dasar klasemen akan semakin sulit dilepaskan. Sebaliknya, hasil positif bisa menjadi titik balik kepercayaan diri Makan Konate dan kawan-kawan.
Pertanyaannya, akankah Isenmulang FC mampu memanfaatkan laga tanpa penonton ini sebagai momentum kebangkitan, atau justru semakin terpuruk dalam tekanan?



