LG Janji Update webOS 5 Tahun, Tapi Ada Jeda Setahun yang Perlu Dicermati
Baca dalam 60 detik
- LG memberikan jaminan pembaruan perangkat lunak hingga lima tahun untuk smart TV yang dirilis 2022 ke atas melalui inisiatif Re:New.
- Pengguna TV LG harus bersabar karena setiap pembaruan besar webOS baru tersedia setahun setelah versi terbarunya diumumkan.
- Kebijakan ini menempatkan LG di bawah Samsung dan Hisense dalam hal durasi dukungan software, namun tetap menjadi salah satu yang terbaik di industri TV.

LG Electronics memastikan bahwa smart TV keluaran 2022 dan setelahnya akan menerima pembaruan sistem operasi webOS hingga lima tahun. Jaminan ini menjadi salah satu yang terlama di pasar TV global, meski tidak yang terpanjang. Bagi konsumen, kepastian ini krusial karena perangkat pintar tanpa pembaruan rentan terhadap celah keamanan dan kehilangan akses ke layanan streaming terbaru.
Inisiatif yang diberi nama LG Re:New ini mulai berjalan pada awal 2024. Cakupannya tidak membedakan jenis panel—baik OLED maupun Mini LED—selama TV menjalankan webOS. Yang ditawarkan bukan sekadar tambalan keamanan rutin, melainkan hingga empat pembaruan sistem besar yang kerap membawa fitur anyar, aplikasi tambahan, dan perubahan antarmuka. Komitmen ini menjawab kekhawatiran umum bahwa TV pintar cepat usang secara perangkat lunak.
Meski terdengar menjanjikan, ada catatan penting soal tempo peluncuran. LG menerapkan kebijakan jeda satu tahun untuk setiap pembaruan besar webOS. Tujuannya, agar fitur dan antarmuka baru dapat berjalan mulus di perangkat keras yang lebih tua. Artinya, pemilik TV LG yang dibeli pada 2026 baru akan menerima webOS 27—pembaruan pertama dari kuota empat kali—pada 2028. Keterlambatan ini bisa menjadi pertimbangan bagi konsumen yang menginginkan fitur terbaru secepatnya.
Dibandingkan merek lain, durasi dukungan LG masih kalah dari Samsung dengan Tizen OS yang menjanjikan tujuh tahun, dan Hisense lewat platform VIDAA yang mencapai delapan tahun. Namun, perlu dicatat bahwa Hisense di pasar Amerika Utara justru lebih banyak memakai Google TV, Roku OS, atau Fire OS dengan lisensi, sedangkan VIDAA terutama untuk model yang dijual di Eropa. Dengan demikian, posisi LG tetap kompetitif, terutama karena jaminan berlaku global tanpa perbedaan wilayah.
Menurut pengguna di forum Reddit r/LGOLED, TV LG yang diproduksi sebelum 2022 pun masih menerima setidaknya satu pembaruan besar webOS, di samping patch keamanan dan pembaruan aplikasi individual. Ini menunjukkan bahwa kebijakan LG tidak sepenuhnya kaku, meski tidak dijanjikan secara resmi.
Versi teranyar webOS saat ini adalah webOS 26. Pembaruan ini merombak total platform Home Hub, menambahkan Kids Mode, dan sejumlah peningkatan berbasis AI. Sayangnya, webOS 26 juga menghapus dukungan untuk alat kalibrasi seperti ColourSpace, bscpylgtv, dan LG White Balance GUI. Bagi pengguna awam, perubahan ini tidak berdampak signifikan. Namun, bagi para profesional atau antusias yang mengandalkan perangkat tersebut untuk menyetel akurasi warna, kehilangan ini terasa mengganggu.
Dalam konteks Indonesia, kepastian masa dukungan software menjadi semakin relevan. Masyarakat semakin terbiasa menggunakan smart TV untuk streaming, belanja, hingga mengontrol perangkat rumah. TV dengan dukungan jangka panjang mengurangi risiko menjadi ‘brick’ atau tidak kompatibel dengan aplikasi baru. Namun, jeda setahun bisa membuat pengguna di Indonesia menunggu lebih lama untuk menikmati fitur terbaru, sementara merek lain mungkin menawarkan pembaruan lebih cepat. Di sisi lain, kebijakan LG yang tidak membedakan wilayah menjadi nilai tambah, karena konsumen Indonesia mendapat perlakuan setara dengan pasar global.
Ke depan, persaingan dukungan software antarprodusen TV akan semakin ketat. LG perlu mempertimbangkan apakah jeda satu tahun masih relevan di tengah ekspektasi konsumen yang ingin fitur terbaru segera hadir. Jika tidak, mereka berisiko kehilangan pangsa pasar dari Samsung atau Hisense yang menawarkan durasi lebih panjang. Pertanyaannya, apakah LG akan mempercepat siklus pembaruan atau tetap bertahan dengan strategi konservatifnya demi stabilitas perangkat lama?



