Usia 4 Tahun Sudah Dikenalkan Dunia Kerja? Laporan Milburn Picu Debat di Inggris
Baca dalam 60 detik
- Alan Milburn, penulis laporan ketenagakerjaan muda Inggris, mengusulkan anak usia dini diperkenalkan pada beragam profesi sejak sekolah dasar.
- Serikat guru menyoroti beban tambahan bagi sekolah dasar yang sudah menghadapi tekanan, sementara data ONS menunjukkan hampir sejuta anak muda Inggris menganggur.
- Rekomendasi ini akan menjadi bagian dari laporan final yang dijadwalkan terbit musim gugur, dengan fokus kebijakan pendidikan di Inggris.

Mantan menteri Inggris Alan Milburn mengusulkan agar anak-anak dikenalkan pada dunia kerja sejak bangku sekolah dasar, bahkan sejak usia empat tahun. Usulan ini muncul sebagai respons terhadap data terbaru yang menunjukkan hampir satu juta orang muda Inggris berusia 16โ24 tahun tidak bekerja, tidak bersekolah, atau tidak mengikuti pelatihan (NEET).
Milburn, yang memimpin tinjauan pemerintah tentang aktivitas pemuda, menilai bahwa perjalanan menuju status NEET sering dimulai jauh sebelum usia 16 tahun. Oleh karena itu, ia merekomendasikan agar kurikulum sekolah dasar memberi ruang khusus untuk memperluas wawasan karier, misalnya melalui kunjungan dari para pengusaha dan sesi pengenalan profesi. "Di sekolah dasar, ini benar-benar tentang membuka mata mereka dan memberi gambaran tentang apa yang mungkin," ujarnya kepada BBC.
Selain itu, Milburn menekankan pentingnya pengalaman kerja wajib bagi siswa berusia 14โ16 tahun. Ia menyoroti bahwa sekitar empat dari sepuluh anak usia 14โ16 tahun tidak mendapatkan pengalaman kerja sama sekali, dan sering kali siswa diminta mencari sendiri tempat magang, yang bergantung pada jaringan orang tua. "Pengalaman kerja perlu diwajibkan. Itu membuat perbedaan besar," tegasnya.
Usulan ini mendapat tanggapan beragam. Serikat guru menyambut positif gagasan memperkenalkan dunia kerja lebih awal, tetapi memperingatkan potensi beban tambahan bagi sekolah dasar. Paul Whiteman, sekretaris jenderal National Association of Head Teachers (NAHT), menekankan perlunya kejelasan tentang apa yang harus dikorbankan jika ada persyaratan wajib baru. Ia juga memuji program yang sudah ada seperti "Primary Futures" yang menghadirkan relawan dari berbagai profesi untuk mengatasi stereotip dan meningkatkan aspirasi.
Pepe Di'Iasio dari Association of School and College Leaders (ASCL) menambahkan bahwa kehadiran profesional di kelas dapat menggugah motivasi anak dan menumbuhkan gairah terhadap peluang di luar kelas. Namun, ia mengakui tantangan tersendiri dalam menemukan peluang di daerah pedesaan.
Di sisi lain, sebagian masyarakat menilai usia sekolah dasar terlalu dini untuk pembicaraan karier. Emma, seorang nenek dari Kirklees, berpendapat bahwa anak-anak kecil sudah terlalu banyak didorong untuk cepat dewasa. "Biarkan mereka menjadi anak-anak," katanya. Namun, ada pula yang setuju karena keterampilan kerja adalah hal yang pasti dijalani semua orang, sehingga lebih baik dipelajari sejak awal.
Saat ini, di Inggris, bimbingan karier wajib diberikan kepada siswa usia 11โ18 tahun, sementara pengalaman kerja tidak diwajibkan. Pemerintah Inggris menargetkan jaminan dua minggu pengalaman kerja bagi setiap orang muda. Di Skotlandia dan Wales, pembelajaran berbasis karier sudah menjadi persyaratan bagi siswa sejak usia tiga tahun. Laporan final Milburn dijadwalkan terbit musim gugur ini dan akan mencakup rekomendasi untuk seluruh Inggris, meskipun kebijakan pendidikan bersifat devolutif.
Jika diadopsi, langkah ini bisa menjadi preseden bagi negara lain, termasuk Indonesia, yang tengah menggenjot program link and match antara dunia pendidikan dan industri. Pertanyaannya, apakah memperkenalkan dunia kerja sejak dini akan efektif menekan angka pengangguran muda, atau justru membebani sistem pendidikan yang sudah penuh? Waktu yang akan menjawab, tetapi debat publiknya sudah dimulai.



