Danny Boyle Dukung Jack O'Connell Jadi James Bond: 'Mereka Harus Cast Dia'
Baca dalam 60 detik
- Sutradara Danny Boyle secara terbuka mendukung Jack O'Connell sebagai pengganti Daniel Craig di kursi James Bond.
- Boyle yang pernah dikontrak untuk No Time to Die mengaku sempat kecewa karena visinya tak dipakai, namun yakin Denis Villeneuve mampu membawa 007 ke arah baru.
- Taron Egerton menolak spekulasi dirinya sebagai Bond, menyebut dirinya terlalu 'berantakan' dan proyek itu terlalu besar untuknya.

Danny Boyle akhirnya buka suara soal siapa yang pantas mengenakan tuksedo 007. Berbicara di Zurich Film Festival, sutradara berusia 69 tahun itu secara terang-terangan menyebut Jack O'Connell sebagai kandidat ideal untuk menggantikan Daniel Craig sebagai James Bond. Pernyataan ini mencuat di tengah kebuntuan Eon Productions yang belum juga mengumumkan aktor baru sejak Craig pensiun pada 2021.
Dukungan Boyle bukan tanpa dasar. Ia pernah hampir menyutradarai No Time to Die (2021) sebelum mundur karena perbedaan kreatif dengan produser Barbara Broccoli dan Michael G. Wilson. Dalam sesi itu, Boyle mengungkap bahwa ia dan penulis John Hodge telah menyusun naskah, tetapi pihak produser kehilangan kepercayaan pada cerita tersebut. "Sayang sekali, padahal bisa jadi bagus," ujarnya, seperti dilaporkan Bang Premier. Kegagalan itu rupanya tidak memutus keterikatannya pada waralaba legendaris ini.
Nama Jack O'Connell sendiri bukan pendatang baru di radar Bond. Aktor Inggris kelahiran 1990 itu dikenal lewat Skins, Unbroken, dan Starred Up. Ia memiliki profil yang selama ini menjadi cetak biru Bond: aktor Inggris, karismatik, dengan intensitas yang cukup untuk memerankan agen rahasia. Namun, daftar kandidat lain juga tak kalah kuat—Callum Turner, Jack Lowden, Jacob Elordi, Harris Dickinson, hingga Paul Mescal disebut-sebut dalam bursa internal Hollywood.
Boyle juga menyoroti sosok Denis Villeneuve yang kini dipercaya menggarap film Bond selanjutnya. Menurutnya, Villeneuve adalah pilihan tepat. "Villeneuve luar biasa," kata Boyle. Ia bahkan menyebut cuplikan Dune: Part Three yang ditayangkan sebelum The Odyssey sebagai bukti bahwa Villeneuve punya visi besar. Boyle lantas menyindir rasa percaya diri Christopher Nolan yang berani merilis The Odyssey setelahnya. Pujian ini menegaskan bahwa Boyle menaruh harapan besar pada arah baru waralaba 007 di bawah Villeneuve.
Di sisi lain, Taron Egerton justru menutup pintu untuk dirinya sendiri. Aktor 36 tahun itu menegaskan tidak tertarik dan merasa tidak cocok memerankan Bond. "Saya rasa saya bukan pilihan yang baik. Saya terlalu berantakan untuk itu," ujarnya kepada Collider. Egerton yang pernah memerankan Elton John dalam Rocketman (2019) menilai ada banyak aktor muda yang lebih layak. Ia juga menyadari bahwa memimpin waralaba Bond adalah komitmen besar yang tidak sejalan dengan fase kariernya saat ini yang lebih condong ke proyek kreatif.
"James Bond adalah pekerjaan besar, dan sejauh yang saya tahu, tidak ada yang meminta saya melakukannya." — Taron Egerton
Pernyataan Boyle dan Egerton memperlihatkan dinamika di balik layar waralaba Bond yang masih belum menemukan arah pasti. Sejak Craig undur diri, Eon Productions menghadapi tekanan untuk menghadirkan sosok yang mampu menjembatani ekspektasi penggemar lama dan pasar global yang semakin terfragmentasi. Villeneuve disebut akan membawa pendekatan sinematik yang lebih gelap dan epik, tetapi tanpa aktor utama, semua masih spekulasi.
Bagi industri hiburan Indonesia, perdebatan ini mungkin terasa jauh. Namun, pola serupa juga terjadi di pasar film nasional: waralaba besar kerap bergantung pada satu nama untuk menarik penonton. Ketika kursi Bond masih kosong, perhatian publik justru menjadi bahan bakar gratis bagi Eon Productions. Setiap pernyataan sutradara atau aktor menjadi berita, memperkuat mitos Bond sebagai fenomena budaya yang melampaui film itu sendiri.
Yang jelas, Boyle telah memberikan satu nama konkret ke meja produser. Apakah Jack O'Connell benar-benar akan dipinang, atau ini hanya dukungan seorang sineas yang pernah patah hati pada Bond? Villeneuve dan Broccoli masih menyimpan kartu mereka. Sementara itu, publik menunggu—dan setiap spekulasi baru hanya menambah lapisan misteri pada agen rahasia paling terkenal di dunia.



