Persis Solo Pangkas Lima Pemain di Awal Musim, Juan Mera Jadi Korban
Baca dalam 60 detik
- Manajemen Persis Solo mengakhiri kontrak lima pemain secara mutual termination, termasuk gelandang asal Spanyol Juan Mera.
- Kebijakan ini diambil untuk menyesuaikan komposisi skuad menjelang bergulirnya Pegadaian Championship 2026/2027 dan League Cup.
- Langkah tersebut memicu pertanyaan tentang strategi jangka panjang Laskar Sambernyawa di bursa transfer dan stabilitas performa tim.

Persis Solo resmi memutus kontrak lima pemain di awal musim Pegadaian Championship 2026/2027, dengan Juan Mera—satu-satunya pemain asing dalam daftar—menjadi nama paling menonjol yang harus angkat kaki dari Stadion Manahan.
Keputusan ini diumumkan manajemen Laskar Sambernyawa melalui pernyataan resmi, Rabu (30/9/2026). Selain Mera, empat pemain lokal juga dilepas: Badrian Ilham, Luthfi Kamal, Mario Londok, dan Rizky Syahputra. Pemutusan kontrak dilakukan atas dasar kesepakatan bersama alias mutual termination agreement.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Manajemen menyebutnya sebagai bagian dari penyesuaian komposisi tim untuk mengarungi kompetisi Pegadaian Championship dan League Cup. Namun, keputusan tersebut tetap menimbulkan tanda tanya, terutama karena Mera baru didatangkan pada bursa transfer awal musim lalu bersama Slavko Damjanovic dan Henri Doumbia.
Menariknya, Persis masih memiliki empat pemain asing di skuad saat ini, termasuk rekrutan anyar Vico Duarte (Brasil) dan Wbeymar Angulo. Regulasi Pegadaian Championship 2026/2027 hanya mengizinkan tiga pemain impor bermain, sehingga kelebihan amunisi asing menjadi salah satu alasan logis di balik pemangkasan.
Selain memutus kontrak, Persis juga melepas kiper muda Faza Al Firdaus ke Persika Karanganyar dengan status pinjaman sampai sisa musim. Langkah ini dinilai sebagai upaya memberikan menit bermain lebih bagi pemain muda, sekaligus merampingkan skuad di posisi yang sudah terisi.
"Persis mengucapkan rasa terima kasih atas dedikasi dan kontribusinya selama menjadi bagian dari keluarga Laskar Sambernyawa, sekaligus mendoakan yang terbaik untuk pilihan karier selanjutnya," demikian pernyataan resmi klub.
Meski baru berjalan tiga pertandingan, performa Persis sebenarnya cukup menjanjikan. Setelah kalah 0-2 dari Persela Lamongan, mereka bangkit dengan menghancurkan PSBS Biak 7-0 dan menahan imbang Persipura Jayapura 1-1. Hasil itu menempatkan anak asuh Ricky Nelson di posisi ketiga dengan koleksi empat poin, tertinggal dari Deltras FC (9 poin) dan Persela Lamongan (8 poin).
Namun, keputusan melepas pemain di awal musim selalu mengandung risiko. Integrasi skuad bisa terganggu, terutama jika pemain yang dilepas sebenarnya masih dibutuhkan untuk rotasi. Di sisi lain, manajemen tampaknya ingin memberi ruang lebih bagi pemain muda dan memastikan komposisi asing sesuai regulasi.
Dalam konteks sepak bola Indonesia, langkah Persis ini mencerminkan dinamika yang kerap terjadi di klub-klub Liga 1 maupun kasta di bawahnya: perombakan skuad di tengah kompetisi demi menyesuaikan diri dengan aturan dan target finansial. Keputusan ini juga bisa menjadi sinyal bahwa Persis sedang mempersiapkan diri untuk jangka panjang, bukan sekadar mengejar hasil instan.
Ke depan, publik Solo tentu menanti apakah pemangkasan ini akan membuat tim lebih solid atau justru mengganggu chemistry yang sudah terbangun. Jika performa tetap stabil, manajemen akan dianggap cerdik membaca situasi. Sebaliknya, jika hasil memburuk, keputusan ini bisa menjadi bumerang.



