Menuju Final ASEAN Cup 2026: Alexander Saununu Minta Herdman Pertahankan Starting XI, Waspadai Thom Haye
Baca dalam 60 detik
- Legenda Timnas era 1980-an, Alexander Saununu, menilai komposisi starting XI melawan Bangladesh sudah ideal dan sebaiknya dipertahankan saat menghadapi Thailand.
- Ia menyoroti inkonsistensi permainan Garuda sepanjang turnamen dan mendesak Herdman menyiapkan rencana alternatif.
- Thom Haye dianggap lebih efektif sebagai pengganti karena kelemahan dalam duel fisik.

Jelang partai puncak FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026) malam WIB, Timnas Indonesia mendapat masukan berharga dari mantan gelandang nasional era 1980-an, Alexander Saununu. Ia menyarankan pelatih John Herdman untuk tidak mengubah komposisi starting XI yang dinilai sudah solid pada tiga laga penyisihan Grup A, terutama formasi yang diterapkan saat melibas Bangladesh 9-2.
Menurut Saununu, Herdman sejatinya sudah menemukan racikan terbaik. "Saya kira John Herdman sudah tahu komposisi starting XI terbaik. Saya berharap susunan itu tak diubah lagi. Thailand tim yang sudah mapan, baik dari materi pemain maupun kematangan bermain," ujarnya kepada Bola.com, Sabtu (3/10/2026).
Pernyataan ini muncul di tengah kekhawatiran bahwa perubahan taktik yang terlalu sering dapat merusak momentum tim. Saununu mengamati permainan Indonesia sepanjang turnamen cenderung berubah-ubah dan kehilangan karakter. Ia menuntut Herdman menyusun rencana lebih matang, termasuk opsi plan A, B, dan C, agar tidak kewalahan jika strategi awal diredam Thailand.
Saununu secara spesifik menyoroti lini tengah. Duet Ivar Jenner dan Joey Pelupessy sebagai gelandang bertahan dianggapnya solid, sementara Ole Romeny diberi peran bebas. Ia juga meminta Calvin Verdonk dikembalikan ke posisi asli sebagai bek kiri karena kekuatan dan ketangguhannya dalam bertahan. "Formasi lawan Bangladesh yang terbaik. Verdonk sangat kuat dan sulit ditembus lawan," tegasnya.
Terkait kembalinya Thom Haye, Saununu tidak setuju jika gelandang berjuluk Sang Profesor itu langsung masuk starting XI. Meski mengakui kualitas umpan matang Haye, ia menilai sang pemain kurang kuat dalam perebutan bola. "Lebih baik Thom Haye masuk sebagai pengganti saat Indonesia mengalami deadlock," paparnya. Saran ini mencerminkan kekhawatiran bahwa intensitas duel di lini tengah akan menjadi kunci melawan Thailand yang dikenal solid di semua lini.
"Kita melawan Thailand yang sudah punya karakter tim kuat. Mereka solid di semua lini. Untuk lini tengah, formasi lawan Bangladesh yang terbaik. Calvin Verdonk kembalikan ke posisi full bek kiri."
โ Alexander Saununu
Thailand, yang dijuluki The Elephant Warriors, memang bukan lawan mudah. Meski Indonesia diperkuat banyak pemain diaspora yang berkarier di Eropa, pengalaman dan kematangan Thailand tetap menjadi ancaman serius. Saununu menekankan bahwa final bukan hanya soal kualitas individu, melainkan juga kecerdikan taktik dan kesiapan mental.
Pertandingan final ini menjadi momen bersejarah bagi Indonesia yang belum pernah meraih gelar internasional di ajang ini. Dukungan penuh dari suporter di SUGBK diharapkan menjadi energi tambahan. Namun, tekanan juga meningkat seiring ekspektasi tinggi publik. Keputusan Herdman dalam menentukan starting XI akan menjadi sorotan utama, apakah ia mengikuti saran Saununu atau tetap dengan pendekatannya sendiri.
Menarik dinantikan apakah Herdman akan mempertahankan formasi yang menghancurkan Bangladesh atau melakukan rotasi taktis. Yang jelas, laga nanti akan menguji ketajaman strategi dan ketenangan tim di bawah tekanan. Mampukah Indonesia mengukir sejarah, atau justru Thailand yang kembali menunjukkan dominasinya di Asia Tenggara?



