Thailand Melaju ke Final ASEAN Cup 2026 dengan Statistik Mengejutkan, Siap Tantang Indonesia di GBK
Baca dalam 60 detik
- Thailand finis sebagai juara Grup B dengan enam poin dari dua kemenangan dan satu kekalahan.
- Lini serang tajam dengan tujuh gol, namun pertahanan sempat bocor dua gol saat melawan Filipina.
- Kemenangan atas Vietnam memutus rekor 27 laga tanpa kalah, menjadi modal berharga hadapi Indonesia di final.

Timnas Thailand memastikan tempat di final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengakhiri fase grup sebagai pemuncak Grup B dengan koleksi enam poin. Skuad asuhan Anthony Hudson mencatat dua kemenangan dan satu kekalahan, mencetak tujuh gol dan kebobolan dua kali, dengan selisih gol +5.
Perjalanan Thailand dimulai dengan kemenangan telak 4-0 atas Pakistan. Dua gol Teerasak Poeiphimai serta masing-masing satu gol Jude Soonsup-Bell dan gol bunuh diri Haris Zeb membuka keran gol. Kemenangan kedua diraih saat menghadapi Vietnam dengan skor 2-0, di mana Sarach Yooyen mencetak gol spektakuler dari luar kotak penalti pada menit ke-10, dan Chaiyaphon Otton menutup kemenangan di masa injury time. Hasil itu tidak hanya mengamankan tiket final, tetapi juga menghentikan rekor 27 pertandingan tanpa kekalahan milik Vietnam.
Pada laga terakhir, Thailand menelan kekalahan 1-2 dari Filipina. Meski demikian, posisi mereka di puncak klasemen tidak tergoyahkan karena sudah mengoleksi enam poin dari dua laga sebelumnya. Pelatih Anthony Hudson melakukan sembilan perubahan pemain dalam pertandingan tersebut, mengingat tiket ke final sudah di tangan. Kekalahan ini menjadi satu-satunya noda dalam catatan clean sheet Thailand di dua laga awal.
Menariknya, seluruh gol yang bersarang di gawang Thailand tercipta pada pertandingan terakhir melawan Filipina. Bjorn Kristensen menjadi mimpi buruk dengan dua golnya pada menit ke-3 dan 68, sementara Thailand hanya mampu membalas melalui Iklas Sanron pada menit ke-55. Sebelumnya, Thailand berhasil menjaga gawang tetap bersih saat menghadapi Pakistan dan Vietnam. Bek Manuel Bihr menyebut pencapaian clean sheet tersebut menunjukkan keseimbangan antara produktivitas dan disiplin pertahanan, meski akhirnya catatan itu terhenti.
"Kami sudah memastikan tiket ke final, jadi rotasi pemain adalah keputusan strategis. Kekalahan ini tidak memengaruhi posisi kami, tetapi menjadi pelajaran berharga," ujar Anthony Hudson seusai laga, seperti dikutip dari pernyataan resmi FIFA.
Dari kacamata statistik, Thailand menunjukkan efisiensi lini depan yang mengesankan. Tujuh gol dalam tiga pertandingan menempatkan mereka sebagai salah satu tim paling produktif di fase grup. Namun, kerentanan pertahanan yang terlihat saat melawan Filipina bisa menjadi celah yang dimanfaatkan Indonesia di partai puncak. Timnas Indonesia sendiri melaju ke final sebagai juara Grup A dan akan tampil di hadapan pendukung sendiri di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Senin (5/10/2026).
Duel final ini akan menjadi pertemuan dua juara grup dalam edisi perdana FIFA ASEAN Cup. Bagi Indonesia, ini adalah kesempatan emas untuk meraih gelar bergengsi di level regional setelah penantian panjang. Sementara Thailand, dengan pengalaman dan statistik impresifnya, akan berusaha mencuri kemenangan di kandang lawan. Pertanyaannya, mampukah Indonesia memanfaatkan dukungan suporter dan menembus pertahanan Thailand yang sempat rapuh, atau akankah Thailand kembali menunjukkan kelasnya sebagai raja Asia Tenggara?



