Herdman Bela Thom Haye: Kartu Merah Bukan Niat Cedera, tapi Technical Foul
Baca dalam 60 detik
- Thom Haye diganjar kartu merah pada menit ke-38 saat Indonesia bermain imbang 0-0 dengan Malaysia di SUGBK.
- John Herdman menegaskan tidak ada unsur kesengajaan dalam pelanggaran tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran taktis.
- Haye dipastikan absen pada laga pamungkas Grup A melawan Bangladesh, Kamis (1/10/2026), yang menjadi penentu kelolosan.

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, angkat bicara soal kartu merah yang diterima Thom Haye dalam laga kontra Malaysia. Ia menilai hukuman itu lahir dari keterlambatan antisipasi, bukan niat mencederai lawan.
Insiden terjadi pada menit ke-38 ketika Indonesia menghadapi Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). Laga berakhir tanpa gol, tetapi meninggalkan konsekuensi besar bagi skuad Garuda.
Herdman mengakui situasi tersebut tidak mudah bagi Haye. Menurutnya, gelandang 31 tahun itu tampil dengan intensitas tinggi, namun kehilangan momentum saat berhadapan dengan winger cepat Malaysia, Arif Aiman. "Dia hanya sedikit terlambat," ujar Herdman dalam sesi latihan di Stadion PTIK, Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2026).
Wasit Ko Hyung-jin awalnya memberi kartu kuning. Setelah meninjau VAR, keputusan diubah menjadi kartu merah. Herdman menyoroti proses tersebut, menilai tayangan ulang kerap membuat pelanggaran tampak lebih kasar dari kenyataan. "Tidak ada niat dari Thom untuk mencederai. Itu pelanggaran taktis yang bagus untuk situasi itu," tegasnya.
Keputusan ini memaksa Herdman merombak lini tengah untuk pertandingan penentuan. Indonesia masih memiliki peluang lolos, tetapi kehilangan seorang pengatur tempo berpengalaman menjadi pukulan tersendiri. Tim pelatih kini harus mencari formula pengganti yang mampu menjaga keseimbangan antara bertahan dan menyerang.
Dalam konteks persepakbolaan nasional, insiden ini menggarisbawahi tantangan disiplin yang kerap menghantui pemain abroad saat membela timnas. Haye, yang berkarier di Eropa, terbiasa dengan standar pengadilan yang ketat. Namun, adaptasi dengan ritme pertandingan Asia Tenggara yang intens kerap memicu pelanggaran taktis. Herdman menyebut kejadian ini sebagai pelajaran berharga, terutama menjelang laga krusial.
"Kami tahu dia berhadapan dengan pemain sayap yang sangat bagus, dan dalam situasi seperti itu, Anda memang harus melakukan technical foul," kata Herdman.
Pertandingan melawan Bangladesh menjadi ujian mental bagi skuad Indonesia. Tanpa Haye, opsi rotasi menipis. Herdman dituntut cermat memilih pemain yang mampu menjaga stabilitas permainan. Publik berharap keputusan wasit tidak lagi menjadi sorotan, dan fokus beralih pada strategi tim.
Ke depan, manajemen timnas perlu mengevaluasi pendekatan disiplin pemain, terutama dalam duel-duel kawasan yang sering mengandalkan kecepatan. Apakah kartu merah ini akan menjadi titik balik kedewasaan bertanding, atau justru mengganggu konsistensi Indonesia di kompetisi regional?



