Malaysia Hadapi Singapura di Laga Penentu, Tiket Final ASEAN Cup 2026 Dipertaruhkan
Baca dalam 60 detik
- Malaysia membutuhkan kemenangan atas Singapura untuk memastikan tempat di final ASEAN Cup 2026 setelah hanya bermain imbang 0-0 melawan Indonesia.
- Pelatih Tan Cheng Hoe menilai hasil melawan Indonesia memberikan kepercayaan diri, sementara Singapura mengandalkan fokus pada kekuatan sendiri.
- Jika gagal menang, Malaysia harus puas bersaing di perebutan tempat ketiga, sementara Indonesia masih berpeluang lolos sebagai juara grup.

Malaysia akan menghadapi laga hidup dan mati melawan Singapura di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, pada pertandingan terakhir Grup A ASEAN Cup 2026. Kemenangan menjadi harga mati bagi Harimau Malaya jika ingin mengunci tiket ke partai puncak, setelah sebelumnya hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan Indonesia di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (29/9).
Hasil imbang tersebut diraih Malaysia meski Indonesia harus bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-36 setelah Thom Haye menerima kartu merah. Namun, kegagalan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain membuat Malaysia kini bergantung pada hasil laga terakhir. Jika tidak meraih kemenangan atas Singapura, Malaysia harus puas melaju ke perebutan tempat ketiga dan keempat, sementara tiket final akan menjadi milik tim yang finis sebagai juara grup.
Pelatih sementara Malaysia, Tan Cheng Hoe, mengakui bahwa pertandingan melawan Indonesia memberikan pelajaran berharga bagi timnya. Menurutnya, para pemain mendapatkan pengalaman dan kepercayaan diri yang penting untuk menghadapi tekanan di laga selanjutnya. "Kami menciptakan beberapa peluang, tetapi juga melewatkan beberapa. Masih ada ruang untuk perbaikan," ujar Cheng Hoe seperti dikutip dari The Star.
Di kubu Singapura, penyerang Ilhan Fandi menyambut laga ini sebagai derbi penuh sejarah. Meski demikian, ia menekankan pentingnya fokus pada kekuatan sendiri. "Setiap pertemuan dengan Malaysia selalu istimewa, tetapi kami tidak boleh terbawa rivalitas. Fokus pada permainan kami, hasil akan mengikuti," kata Ilhan melalui The Sun.
Cheng Hoe juga menyoroti kekuatan Indonesia, terutama di lini belakang dengan kehadiran Elkan Baggott, Dean James, Kevin Diks, serta kiper Maarten Paes. Ia bahkan menilai kartu merah Thom Haye justru menyulitkan Malaysia karena Indonesia mengubah taktik menjadi lebih defensif dan mengandalkan serangan balik. "Bermain melawan sepuluh pemain tidak selalu mudah, mereka bertahan lebih dalam dan berbahaya dalam transisi," tambahnya.
Bagi Indonesia, hasil imbang ini tetap menjaga peluang lolos sebagai juara grup. Tim asuhan pelatih sementara ini akan menghadapi laga terakhir melawan Bangladesh. Kemenangan akan memastikan Indonesia melaju ke final tanpa bergantung pada hasil laga Malaysia vs Singapura. Namun, jika Indonesia tergelincir, Malaysia bisa merebut posisi puncak dengan syarat mengalahkan Singapura.
Pertandingan Malaysia vs Singapura tidak hanya menentukan nasib kedua tim, tetapi juga memengaruhi peta kekuatan sepak bola Asia Tenggara. Baik Malaysia maupun Singapura memiliki ambisi besar untuk tampil di final, terlebih turnamen ini menjadi ajang pembuktian jelang kompetisi internasional mendatang. Sementara itu, Indonesia yang tampil solid meski dengan sepuluh pemain menunjukkan kedalaman skuad yang patut diperhitungkan.
Menjelang laga krusial, Cheng Hoe menegaskan timnya akan tampil agresif sejak menit awal. "Kami harus mencetak gol lebih cepat dan tidak membuang peluang. Singapura lawan yang tangguh, tetapi kami siap," pungkasnya. Sementara Ilhan Fandi dan rekan-rekannya bertekad mengakhiri turnamen dengan hasil terbaik, meski sadar tekanan akan sangat tinggi.
Dengan segala dinamika yang ada, laga ini diprediksi berjalan ketat. Malaysia wajib menang, Singapura ingin mengamankan posisi, dan Indonesia menunggu di puncak klasemen. Siapa yang akan melaju ke final? Jawabannya akan terungkap dalam 90 menit di Si Jalak Harupat.



