Malaysia vs Vietnam: Duel Perebutan Peringkat Tiga ASEAN Cup 2026 di GBK
Baca dalam 60 detik
- Malaysia dan Vietnam akan bertarung memperebutkan posisi ketiga Piala ASEAN 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (5/10/2026) pukul 16.00 WIB.
- Pelatih Vietnam, Kim Sang Sik, mengaku tidak terpengaruh oleh perombakan besar yang dilakukan Malaysia dan memilih fokus pada persiapan internal timnya.
- Laga ini menjadi penentu gengsi setelah kedua tim gagal melaju ke final akibat hasil mengejutkan di babak sebelumnya.

Malaysia dan Vietnam akan saling berhadapan dalam pertandingan perebutan tempat ketiga Piala ASEAN 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Senin (5/10/2026) pukul 16.00 WIB. Duel ini menjadi penutup kekecewaan kedua tim yang harus puas bermain di partai konsolasi setelah langkah mereka terhenti di semifinal.
Pertandingan dapat disaksikan melalui siaran langsung SCTV dan Indosiar, serta platform streaming Vidio. Bagi pecinta sepak bola nasional, laga ini tetap menarik karena mempertemukan dua kekuatan tradisional Asia Tenggara yang sama-sama membawa ambisi besar meski gagal ke final.
Jelang laga, pelatih Timnas Vietnam, Kim Sang Sik, menyatakan bahwa perubahan komposisi pemain yang dilakukan Malaysia tidak akan mengganggu konsentrasi timnya. Menurutnya, fokus utama adalah memastikan para pemain Vietnam tampil optimal dan disiplin sepanjang pertandingan.
"Kami tidak terlalu memikirkan perubahan di kubu lawan. Yang terpenting adalah bagaimana kami mempersiapkan diri sendiri dan tampil maksimal," ujar Kim Sang Sik dalam sesi konferensi pers.
Malaysia diketahui melakukan perombakan besar dibandingkan turnamen sebelumnya. Namun, Kim Sang Sik menegaskan bahwa ia lebih memilih untuk mengasah kekuatan internal Vietnam daripada terpaku pada strategi lawan.
Bagi Indonesia, terselenggaranya laga ini di Jakarta menjadi bukti kepercayaan FIFA dan AFF terhadap kesiapan infrastruktur serta manajemen sepak bola nasional. Kehadiran dua tim tetangga di partai perebutan tempat ketiga juga menjadi pengingat bahwa persaingan di Asia Tenggara semakin ketat, terutama setelah Timnas Indonesia sendiri mencatat kemenangan besar 9-2 atas Bangladesh yang mengubah peta kekuatan.
Kemenangan Indonesia tersebut rupanya memupus harapan Malaysia yang sebelumnya bersorak setelah menang 6-0 atas Singapura. Suporter Harimau Malaya sempat mengira tiket final sudah di tangan, namun hasil di laga lain memaksa mereka turun ke partai perebutan peringkat ketiga. Kekecewaan itu kini menjadi motivasi tambahan bagi Malaysia untuk setidaknya pulang dengan posisi ketiga.
Di sisi lain, Vietnam juga tidak ingin pulang dengan tangan hampa. Kim Sang Sik diperkirakan akan menurunkan formasi terbaiknya, dengan mengandalkan kecepatan di sayap dan disiplin lini belakang. Sementara Malaysia, dengan wajah baru, berpotensi mengejutkan jika mampu memanfaatkan transisi cepat.
Pertandingan ini bukan sekadar ajang pelengkap. Perebutan peringkat ketiga sering menjadi ukuran mental dan kedalaman skuad, terutama bagi tim yang gagal di semifinal. Baik Malaysia maupun Vietnam memiliki motivasi besar untuk membuktikan bahwa mereka masih layak diperhitungkan di kancah regional.
Pertanyaannya, akankah Malaysia mampu memanfaatkan momentum perombakan untuk mengakhiri turnamen dengan kemenangan, atau justru Vietnam yang lebih matang dalam persiapan internal akan mendominasi? Jawabannya akan tersaji di atas rumput GBK, dan hasilnya bisa menjadi cermin arah kekuatan sepak bola Asia Tenggara menuju turnamen-turnamen berikutnya.



