Erick Thohir Tanggapi Kritik ke John Herdman: Sepak Bola Memang Kejam, tapi Peluang Indonesia Masih Terbuka
Baca dalam 60 detik
- Erick Thohir menegaskan kritik terhadap John Herdman adalah hal wajar dalam sepak bola, menyamakan tekanan yang dihadapi pelatih Thailand, Malaysia, dan Vietnam.
- Ketua Umum PSSI itu memuji semangat juang pemain saat bermain dengan 10 orang melawan Malaysia dan mengingatkan agar Bangladesh tidak diremehkan.
- Peluang Indonesia ke babak berikutnya masih ada, tetapi seluruh elemen tim diminta berjuang maksimal hingga laga terakhir.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai badai kritik yang menerpa pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, sebagai konsekuensi wajar dari posisi yang diemban. Menurutnya, tekanan publik bukan monopoli pelatih Garuda, melainkan fenomena yang juga dialami juru taktik negara-negara pesaing di Asia Tenggara.
Pernyataan itu disampaikan Erick di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Selasa (29/9/2026), sehari setelah Indonesia bermain imbang 0-0 melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Dalam laga tersebut, tim asuhan Herdman harus bertanding dengan sepuluh pemain sejak menit awal.
Erick menyoroti perjuangan skuad Merah Putih yang dinilainya tidak surut meski berada dalam situasi sulit. Ia menyebut semangat bertarung para pemain sebagai modal penting untuk menghadapi sisa pertandingan di FIFA ASEAN Cup 2026.
"Alhamdulillah pemain-pemain kita punya fighting spirit yang luar biasa. Dengan ketinggalan dan tentu 10 pemain, sampai akhir mereka berjuang habis-habisan," ujar Erick.
Menanggapi kritik yang mengarah ke Herdman, Erick memilih melihatnya sebagai dinamika normal. Ia mencontohkan pelatih Thailand, Malaysia, dan Vietnam yang juga menghadapi sorotan tajam dari publik masing-masing.
"Memang sepak bola seperti itu, cukup kejam. Tapi itulah konsekuensi memegang posisi dan pimpinan seperti itu," tambahnya.
Erick juga mengapresiasi perjalanan jauh yang harus ditempuh para pemain serta kondisi pertandingan yang menuntut fisik ekstra. Menurutnya, kerja keras tersebut layak mendapat penghargaan, terlepas dari hasil imbang yang diraih.
"Mereka terbang jauh, bertanding jauh, dan memberikan kekuatan semaksimal mungkin," tuturnya.
Ia lantas mengingatkan agar tim tidak memandang remeh Bangladesh pada pertandingan berikutnya. Erick berharap Malaysia dan Singapura juga saling bersaing ketat sehingga peluang Indonesia tetap terbuka.
"Bangladesh tidak boleh dipandang sebelah mata. Kita harus fight dan mudah-mudahan Malaysia dan Singapura juga fight sama-sama. Kita lihat nanti hasilnya," selorohnya.
Soal kans Indonesia melaju ke fase berikutnya, Erick menegaskan peluang itu belum tertutup. Namun ia menuntut seluruh elemen tim terus berjuang hingga pertandingan terakhir, apa pun risikonya.
"Kita masih ada peluang. Dengan segala risiko, harus berjuang. Namanya berjuang ya seperti ini, ngos-ngosan, tidak mudah," pungkasnya.
Kritik terhadap Herdman sendiri mencuat setelah Indonesia gagal meraih kemenangan atas Malaysia. Sebagian pengamat menilai keputusan taktik dan pemilihan pemain perlu dievaluasi, terutama menghadapi laga krusial berikutnya. Namun, Erick memilih memberi ruang bagi pelatih untuk bekerja tanpa tekanan berlebihan.
Dalam konteks persepakbolaan Asia Tenggara, tekanan terhadap pelatih timnas memang lazim terjadi. Federasi di Thailand, Malaysia, dan Vietnam kerap menghadapi tuntutan publik yang tinggi, terutama saat hasil pertandingan tidak sesuai harapan. Hal ini menunjukkan bahwa standar ekspektasi terhadap timnas di kawasan tersebut semakin meningkat seiring perkembangan kompetisi regional.
Bagi Indonesia, laga melawan Bangladesh akan menjadi ujian mental sekaligus taktik. Kemenangan menjadi harga mati jika ingin menjaga asa lolos ke babak selanjutnya. Dukungan dari federasi dan suporter diharapkan mampu mendorong pemain tampil lepas tanpa beban berlebih.
Ke depan, manajemen Timnas Indonesia perlu memastikan stabilitas internal tetap terjaga. Evaluasi menyeluruh terhadap performa tim harus dilakukan secara objektif, bukan sekadar reaktif terhadap hasil satu pertandingan. Dengan begitu, peluang yang masih terbuka dapat dimaksimalkan hingga laga terakhir.



