De Red FC Kehilangan Momentum: Aji Santoso Soroti Mentalitas Usai Dihantam Persipura 1-3
Baca dalam 60 detik
- De Red FC takluk 1-3 dari Persipura Jayapura di pekan keempat Grup Timur Pegadaian Championship 2026/2027, meski sempat unggul dan bermain dengan jumlah pemain lebih banyak.
- Pelatih Aji Santoso menilai kegagalan mempertahankan ketenangan setelah gol penyama kedudukan menjadi biang kerok kekalahan, bukan semata persoalan taktik.
- Hasil ini memperpanjang rekor buruk De Red FC di kandang tanpa kemenangan, memaksa evaluasi menyeluruh pada aspek mental dan kematangan bermain.

De Red FC menelan kekalahan pahit 1-3 dari Persipura Jayapura pada pekan keempat Grup Timur Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, Jumat (2/10/2026) malam. Kekalahan ini menjadi sorotan karena De Red FC sempat memimpin pertandingan dan bermain dengan keunggulan jumlah pemain, namun gagal mempertahankan momentum.
Moch. Supriadi membawa tuan rumah unggul pada menit ke-47 setelah masuk di awal babak kedua. Situasi semakin menguntungkan De Red FC ketika Persipura harus bermain dengan 10 orang setelah Lazarus Anthonius Wilem Christian Sinim menerima kartu kuning kedua pada babak pertama. Namun, keunggulan tersebut justru berubah menjadi bencana.
Persipura menunjukkan respons luar biasa dengan mencetak tiga gol dalam rentang waktu singkat. Jeam Kelly Sroyer menyamakan kedudukan pada menit ke-56, disusul tendangan bebas jarak jauh D. Febrianto M. Uopmabin tiga menit berselang. Petaka De Red FC lengkap ketika El Burji mencetak gol bunuh diri pada menit ke-64. Perubahan drastis ini menjadi perhatian khusus pelatih Aji Santoso.
"Tentu ini hasil yang sangat menyayangkan, di mana kita sudah unggul 1-0, menang jumlah orang, tetapi pemain-pemain ketika lawan bisa mencetak gol, kembali lagi panik, kurang tenang," ungkap Aji Santoso seusai pertandingan.
Menurut Aji, kondisi tersebut sebenarnya sudah diantisipasi sebelum pertandingan. Ia meminta pemain tetap tenang jika Persipura mampu mencetak gol balasan dan tidak membiarkan situasi berkembang menjadi kepanikan. "Saya sudah sampaikan di ruang ganti, bahkan di meeting saya sampaikan, ketika kita unggul, terus lawan misalnya bisa membalas, itu harus tetap tenang, tidak boleh panik," tambahnya.
Catatan pertandingan memperlihatkan persoalan efektivitas. De Red FC mendominasi penguasaan bola, tetapi tidak mampu mengkonversinya menjadi peluang berbahaya. Persipura yang tampil lebih efektif mampu memanfaatkan celah pertahanan tuan rumah hingga mencetak tiga gol. Bagi Aji, persoalan yang muncul bukan hanya berkaitan dengan teknis permainan. Pertandingan melawan tim berpengalaman seperti Persipura menjadi ujian bagi mentalitas serta kematangan pemain De Red FC.
"Ini yang harus kita evaluasi masalah mentalitas anak-anak. Lawan tim yang berpengalaman seperti Persipura, pemahaman taktik dan kematangan bermain mereka masih perlu ditingkatkan, saya pikir," pungkas Aji.
Kekalahan ini memperpanjang catatan De Red FC yang belum mampu meraih kemenangan di kandang sendiri. Dari tiga pertandingan kandang, mereka mencatatkan dua kekalahan dan satu hasil imbang. Hasil tersebut menempatkan De Red FC dalam posisi sulit di Grup Timur, terutama karena persaingan menuju babak berikutnya semakin ketat.
De Red FC kini harus segera melakukan evaluasi menyeluruh. Kekalahan dari Persipura menjadi pengingat bahwa keunggulan skor maupun jumlah pemain belum menjamin kemenangan jika sebuah tim kehilangan ketenangan ketika pertandingan memasuki fase krusial. Bagi Aji Santoso, pembenahan mentalitas dan kematangan bermain menjadi pekerjaan rumah yang tidak bisa ditunda.
Pertanyaan besarnya, mampukah De Red FC bangkit dan mengubah tekanan menjadi motivasi, atau justru semakin terpuruk dalam ketidakstabilan performa? Laga-laga berikutnya akan menjadi ujian sesungguhnya bagi tim asuhan Aji Santoso.



