Dolly Parton Meninggal, Tapi Kopi 'Cup of Ambition' Baru Saja Meluncur
Baca dalam 60 detik
- Lini kopi Cup of Ambition milik Dolly Parton resmi dijual di pasar Amerika Serikat bertepatan dengan National Coffee Day, hanya beberapa pekan setelah ikon country itu wafat pada 25 Agustus di usia 80 tahun.
- Peluncuran ini mengungkap sisi lain Dolly sebagai pebisnis yang telah merancang merek kopi sejak 40 tahun lalu, bekerja sama dengan pemanggang kopi keluarga Community Coffee.
- Manajer lama Dolly, Danny Nozell, menyatakan ada peta jalan proyek yang disusun sendiri oleh Dolly untuk menjaga warisannya selama puluhan tahun ke depan, termasuk berbagai produksi film dan serial.

Dolly Parton memang telah berpulang pada 25 Agustus lalu di usia 80 tahun, tetapi warisannya terus bergerak. Pada Selasa (29/9), lini kopi yang ia gagas, Cup of Ambition, resmi dijual di pasar Amerika Serikat, bertepatan dengan peringatan National Coffee Day. Peluncuran ini menjadi momen emosional bagi para penggemar karena menandai salah satu proyek terakhir yang sempat ia siapkan sebelum meninggal.
Nama Cup of Ambition diambil dari lagu ikoniknya, "9 to 5", yang selama puluhan tahun menjadi anthem bagi para pekerja. Menurut siaran pers yang dikutip PEOPLE, produk ini dikembangkan bersama Community Coffee, pemanggang kopi milik keluarga yang berbasis di Louisiana. Pihak mereka menyebut peluncuran ini sebagai "impian yang dirancang lebih dari 40 tahun" oleh Dolly.
Jauh sebelum peluncuran, Dolly sempat mengungkapkan rencananya dalam sebuah wawancara pada Juni lalu saat meresmikan Dolly's Tennessean Travel Stop. "Saya pikir Cup of Ambition akan menjadi nama yang fantastis untuk merek kopi, dan saya telah mengerjakannya selama lebih dari 40 tahun," ujarnya kala itu. Ia mengaku senang akhirnya impian tersebut terwujud dan memuji Community Coffee sebagai mitra yang tepat.
"Dolly memiliki kehangatan yang membuat Anda merasa sudah mengenalnya selamanya. Kami terhubung karena kecintaan pada keluarga, pelayanan kepada komunitas, dan keinginan menyatukan orang. Merupakan kebahagiaan sejati bisa membantu mewujudkan impiannya akan kopi Cup of Ambition." โ Donna Saurage, pemilik generasi ketiga Community Coffee.
Peluncuran ini bukan sekadar produk baru. Beberapa hari setelah kepergian Dolly, manajer lamanya, Danny Nozell, mengungkapkan bahwa sang bintang telah meninggalkan "peta jalan proyek" yang disusun bersama tim pilihannya selama beberapa tahun terakhir. Peta jalan itu disebut akan menjaga warisan Dolly "selama puluhan tahun ke depan".
Sejumlah proyek yang tengah digarap antara lain pertunjukan avatar, film dokumenter musikal, serial dokumenter, film biopik, serial skrip, dan serial animasi yang didasarkan pada karakter Billy the Kid. Nozell menegaskan bahwa Dolly bekerja hingga hari terakhirnya. "Dia mencintai melihat impiannya menjadi kenyataan, dan dia mencintai mengetahui karyanya membawa kegembiraan bagi orang lain," katanya.
Nozell juga berjanji akan memastikan semua impian yang belum terwujud dapat direalisasikan. Ia menambahkan bahwa banyak proyek berada dalam berbagai tahap pengembangan, dan pihaknya ingin transparan kepada para penggemar. "Jika Anda melihat musik, produk, buku, pengalaman, dan kampanye yang belum dirilis diluncurkan melalui saluran resmi Dolly Parton, Anda dapat yakin bahwa dia telah memberikan cap pribadinya pada hal itu," ujarnya.
Konteks Indonesia: Pelajaran dari Strategi Warisan Selebritas
Bagi pasar Indonesia, langkah yang diambil tim Dolly Parton memberikan gambaran tentang bagaimana seorang ikon budaya dapat tetap "hidup" secara komersial bahkan setelah tiada. Di dalam negeri, kita telah melihat bagaimana warisan musisi legendaris seperti Glenn Fredly atau Chrisye dikelola oleh keluarga dan label untuk merilis karya-karya yang belum pernah dipublikasikan. Namun, pendekatan yang lebih terstruktur seperti peta jalan multi-proyek ala Dolly masih jarang ditemui.
Industri kopi Indonesia yang tengah tumbuh pesat juga bisa mengambil pelajaran dari kemitraan Dolly dengan Community Coffee. Kolaborasi antara figur publik dan pemanggang kopi lokal berpotensi menciptakan produk bernilai emosional tinggi, terutama jika dikaitkan dengan cerita personal yang autentik. Peluncuran Cup of Ambition menunjukkan bahwa kopi bukan hanya komoditas, tetapi juga medium untuk menyampaikan narasi dan nilai-nilai tertentu.
Ke depan, pertanyaannya adalah sejauh mana tim Dolly Parton dapat menjaga kualitas dan konsistensi dari semua proyek yang telah direncanakan. Apakah warisan seorang bintang bisa tetap relevan tanpa kehadiran fisiknya, atau justru menjadi komodifikasi yang mengikis keaslian? Publik dan penggemar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, akan menyaksikan bagaimana peta jalan itu dieksekusi dalam beberapa tahun mendatang.



