Discord Uji Mode Game: Klaim Hemat CPU dan GPU, Tapi Ada Batasan
Baca dalam 60 detik
- Discord mengonfirmasi akan meluncurkan fitur eksperimental bernama Game Mode yang diklaim mampu menekan pemakaian CPU dan GPU saat bermain gim.
- Fitur ini menyasar keluhan lama pengguna yang merasa aplikasi chat tersebut membebani sistem, terutama ketika menjalankan gim AAA secara bersamaan.
- Keberhasilan jangka panjangnya masih dipertanyakan karena Discord dibangun di atas kerangka Electron yang dikenal boros sumber daya.

Discord tengah menyiapkan sebuah mode baru yang diklaim dapat mengurangi konsumsi sumber daya perangkat saat pengguna sedang bermain gim. Opsi bernama Game Mode ini mulai mencuat setelah tangkapan layar beredar di media sosial pada akhir pekan lalu. Dalam deskripsi yang tertera pada tombol pengaktifannya, fitur tersebut dijelaskan akan menurunkan penggunaan CPU dan GPU Discord selama sebuah gim berjalan.
Perusahaan pun angkat bicara. Melalui akun resminya di X, Discord memastikan bahwa mode eksperimental ini akan mulai didistribusikan ke sebagian pengguna pada pekan depan. Pengumuman singkat itu juga menyebut bahwa mereka berencana menambahkan lebih banyak fitur penghemat sumber daya seiring waktu. Langkah ini menjadi sinyal bahwa Discord mulai merespons keluhan soal performa yang selama ini membayangi popularitasnya di kalangan gamer.
Selama bertahun-tahun, Discord dikenal sebagai aplikasi komunikasi yang nyaman tetapi kerap dianggap membebani sistem. Banyak pengguna mengeluhkan penurunan frame rate atau lag saat aplikasi ini berjalan bersamaan dengan gim berat. Kehadiran Game Mode diharapkan menjadi solusi awal, meski efektivitasnya masih perlu diuji di berbagai konfigurasi perangkat.
Secara teknis, Discord menggunakan Electron, kerangka pengembangan aplikasi web yang mengandalkan JavaScript dan Chromium. Chromium sendiri merupakan basis dari Google Chrome dan sejumlah peramban lain, yang selama ini dikenal kurang efisien dalam hal konsumsi memori dan daya pemrosesan. Pendekatan ini memungkinkan Discord menghadirkan antarmuka kaya fitur, tetapi dengan konsekuensi beban sistem yang lebih tinggi dibandingkan aplikasi native.
Menurut sejumlah pengamat pengembangan perangkat lunak, fitur seperti Game Mode bisa memberikan perbaikan performa, terutama ketika pengguna menjalankan gim AAA yang menuntut sumber daya besar. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa optimalisasi di atas arsitektur Electron memiliki batas. Selama Discord belum beralih ke kerangka yang lebih ringan, penghematan yang bisa dicapai mungkin tidak akan signifikan untuk perangkat berspesifikasi rendah.
"Kami berupaya menambahkan lebih banyak fitur penghemat sumber daya dari waktu ke waktu," demikian pernyataan resmi Discord di platform X, seperti dikutip dari pengumuman perusahaan.
Bagi pengguna di Indonesia, kabar ini relevan mengingat besarnya basis gamer di Tanah Air. Banyak dari mereka mengandalkan laptop atau PC dengan spesifikasi menengah, sehingga setiap penghematan sumber daya terasa berarti. Jika Game Mode benar-benar efektif, Discord bisa menjadi lebih ramah bagi perangkat berspesifikasi pas-pasan, yang selama ini mungkin memilih menutup aplikasi saat bermain gim demi kelancaran.
Meski demikian, peluncuran bertahap ini masih menyisakan pertanyaan. Apakah Game Mode akan tersedia secara global dalam waktu dekat, atau hanya untuk segelintir pengguna di wilayah tertentu? Discord belum merinci jadwal lengkap maupun cakupan fitur ini. Yang jelas, langkah ini menunjukkan bahwa perusahaan mulai mendengarkan masukan komunitas, terutama para gamer yang menjadi tulang punggung platformnya.
Ke depan, tantangan terbesar Discord adalah membuktikan bahwa Game Mode bukan sekadar tambalan sementara. Jika fitur ini mampu memberikan penghematan nyata tanpa mengorbankan fungsionalitas, Discord dapat memperkuat posisinya di pasar aplikasi komunikasi gaming. Namun, jika hasilnya minim, tekanan untuk melakukan perombakan arsitektur yang lebih mendasar akan semakin sulit dihindari.



