Dyson Tarik Sikat Gigi CameraJet dari Pasaran, Konsumen Keluhkan Kerusakan
Baca dalam 60 detik
- Dyson menghentikan penjualan sikat gigi CameraJet hanya beberapa minggu setelah peluncuran akibat laporan kerusakan dari konsumen.
- Perusahaan mengklaim hanya sebagian kecil unit yang terdampak dan menyebut kekurangan pasokan sebagai alasan tambahan.
- Penarikan ini berpotensi merusak reputasi Dyson di pasar perangkat kesehatan dan memicu pertanyaan tentang kualitas produk barunya.

Dyson resmi menghentikan penjualan sikat gigi CameraJet hanya beberapa minggu setelah produk tersebut diluncurkan. Keputusan ini diambil setelah sejumlah konsumen melaporkan berbagai masalah, termasuk kerusakan dan kegagalan fungsi saat alat terkena air.
Peluncuran CameraJet pada awal bulan ini sempat menuai perhatian karena desainnya yang stylish dan pendekatan unik dalam menyikat gigi. Namun, dalam hitungan hari setelah konsumen menerima unit pertama, keluhan mulai bermunculan di media sosial dan forum daring. Pengguna mengeluhkan jet yang tidak berfungsi dengan baik, kerusakan komponen, hingga perangkat yang mati total saat bersentuhan dengan air—padahal fungsi utama sikat gigi elektrik adalah tahan air.
Dyson menyatakan bahwa hanya "sejumlah kecil" unit yang terpengaruh. Perusahaan juga menambahkan bahwa kekurangan pasokan menjadi alasan lain penarikan, seiring upaya mereka meningkatkan produksi. Meski demikian, tidak ada penjelasan resmi mengapa produk tersebut ditarik secara luas.
Menurut laporan Daily Mail, situs dan toko Dyson di Prancis berhenti menjual sikat gigi ini pada 11 September, disusul oleh toko di AS, Inggris, dan Singapura pada 15 September. Hingga kini, penjualan CameraJet tampaknya dihentikan secara lebih luas, meskipun Dyson belum mengonfirmasi penarikan global.
"Kami memahami kekhawatiran konsumen dan sedang bekerja keras untuk menyelesaikan masalah ini. Hanya sebagian kecil unit yang terpengaruh, dan kami akan segera memberikan informasi lebih lanjut," ujar juru bicara Dyson dalam pernyataan tertulis.
Penarikan ini menjadi pukulan bagi Dyson yang selama ini dikenal dengan produk inovatif dan harga premium. Kejadian serupa pernah menimpa beberapa produk elektronik konsumen lainnya, seperti kasus baterai ponsel yang meledak atau kerusakan pada perangkat wearable, yang berujung pada penarikan besar-besaran. Bagi Dyson, insiden ini dapat mengikis kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk barunya, terutama di segmen perawatan kesehatan yang semakin kompetitif.
Di Indonesia, Dyson memiliki pangsa pasar yang signifikan untuk produk vacuum cleaner dan pengering rambut. Meskipun CameraJet belum resmi dipasarkan di sini, penarikan ini bisa mempengaruhi persepsi konsumen terhadap merek Dyson secara umum. Para penggemar produk Dyson di Tanah Air mungkin akan lebih berhati-hati sebelum membeli produk baru, menunggu ulasan dan rekam jejak yang lebih jelas. Selain itu, importir dan distributor lokal yang mungkin telah merencanakan untuk menghadirkan CameraJet perlu mempertimbangkan ulang strategi mereka.
Ke depan, Dyson dihadapkan pada tantangan untuk memperbaiki citra dan memastikan kualitas produk sebelum kembali memasarkan CameraJet. Apakah perusahaan akan melakukan perbaikan teknis dan meluncurkan ulang, ataukah ini menjadi akhir dari eksperimen sikat gigi canggih mereka? Konsumen dan investor akan mencermati langkah selanjutnya, sementara para pesaing seperti Philips Sonicare dan Oral-B mungkin memanfaatkan momen ini untuk memperkuat posisi mereka di pasar sikat gigi elektrik premium.



