God of War Laufey Tampilkan Serpent Bow dan Gameplay Combo Udara, Pre-Order Dibuka 29 September
Baca dalam 60 detik
- Santa Monica Studio merilis cuplikan gameplay God of War Laufey yang memperlihatkan Faye menggunakan Serpent Bow dengan combo udara ala Devil May Cry.
- Senjata ini dapat diubah menjadi jarak dekat dan dilengkapi berbagai tipe panah serta Scales yang memodifikasi penampilan dan kemampuan.
- Pre-order untuk edisi standar dan digital deluxe dibuka 29 September pukul 10.00 waktu setempat, menjelang peluncuran 16 Februari 2027.

Santa Monica Studio kembali mengungkap detail gameplay God of War Laufey melalui cuplikan terbaru yang menampilkan Faye, protagonis baru, bertarung dengan gaya combo udara yang agresif. Dalam rekaman tersebut, Faye terlihat melakukan double jump, tendangan, dan tebasan pedang sebelum mengeluarkan senjata barunya, Serpent Bow. Pendekatan ini menandai pergeseran dari gaya bertarung Kratos yang lebih berat ke arah aksi cepat yang mengingatkan pada seri Devil May Cry.
Serpent Bow bukan sekadar busur biasa. Menurut penjelasan di blog resmi PlayStation, senjata ini dapat ditarik dan ditembakkan dengan kecepatan kilat, memungkinkan Faye menahan musuh di udara untuk serangan lanjutan. Mekanisme pengisian daya juga berperan: menekan pemicu penuh akan membidik secara presisi, menambah jangkauan proyektil, dan memungkinkan serangan ke bagian tubuh spesifik untuk melumpuhkan lawan. Sementara itu, setengah tekanan pemicu mengaktifkan posisi hip-fire yang lebih mobile, melepaskan rentetan panah jarak dekat untuk menjaga combo tetap berjalan.
Kustomisasi menjadi aspek penting lainnya. Pemain dapat memilih berbagai tipe panah, seperti rapid fire, explosive, dan multi-target. Busur juga dapat dilengkapi Scales yang mengubah tampilan dan memberikan perk unik. Tidak hanya itu, Faye dapat memodifikasi pedangnya serta Catalyst artifact yang memungkinkan berbagai jenis sihir. Kombinasi ini menjanjikan variasi gaya bertarung yang luas, sesuatu yang jarang ditemui di seri God of War sebelumnya.
Bagi pasar Indonesia, pengumuman ini berpotensi menggairahkan komunitas gim lokal yang selama ini menjadi penggemar setia waralaba God of War. Meski belum ada konfirmasi mengenai harga regional atau ketersediaan edisi fisik di Tanah Air, antusiasme biasanya tercermin dari lonjakan pre-order di toko daring dan diskusi di media sosial. Peluncuran awal 2027 juga memberi ruang bagi Sony untuk menyiapkan strategi pemasaran, termasuk kemungkinan lokalisasi bahasa Indonesia yang semakin umum untuk judul-judul besar PlayStation.
"Serpent Bow dapat berubah dari busur menjadi senjata jarak dekat, memberikan fleksibilitas dalam pertempuran jarak dekat maupun jauh," demikian penjelasan dalam blog resmi PlayStation.
Dari sisi narasi, God of War Laufey mengikuti perjalanan Faye, juga dikenal sebagai Laufey the Just, seorang raksasa es dari Midgard. Sebelum kematiannya, ia adalah istri Kratos dan ibu Atreus. Gim ini berpusat pada petualangannya di alam baka, bertarung melawan dewa-dewa yang telah mati, dan mencari jalan keluar untuk menyelamatkan keluarganya dari takdir kejam. Kombinasi elemen mitologi Nordik dan gameplay aksi cepat ini diharapkan menarik baik penggemar lama maupun pendatang baru.
Dengan jadwal rilis yang masih lebih dari satu tahun, pertanyaan besarnya adalah apakah pendekatan gameplay yang lebih ringan dan ekspresif ini akan diterima sebagai evolusi yang tepat atau justru memecah basis penggemar yang terbiasa dengan gaya berat Kratos. Yang jelas, Santa Monica Studio tampaknya tidak ragu untuk mengambil risiko kreatif.



