Naomi Watts Ungkap Ketakutan Ditinggalkan Suami karena Menopause Dini
Baca dalam 60 detik
- Naomi Watts mengalami menopause dini pada usia 30-an dan khawatir pasangannya, Billy Crudup, akan meninggalkannya.
- Dukungan Crudup mendorong Watts untuk terbuka dan mendirikan Stripes Beauty, merek perawatan khusus menopause.
- Kisah Watts menyoroti pentingnya komunikasi dan empati dalam menghadapi stigma menopause.

Aktris Hollywood Naomi Watts mengungkapkan bahwa ia pernah dilanda kecemasan hebat ketika harus memberi tahu pasangannya, Billy Crudup, bahwa ia mengalami menopause dini. Dalam sebuah sesi di Zurich Film Festival, Watts menceritakan bahwa ia menangis di kamar mandi saat mencoba melepas plester estrogen, karena takut Crudup tidak lagi menginginkannya.
Watts, yang kini berusia 58 tahun, mulai merasakan gejala menopause pada pertengahan usia 30-an. Ia dan Crudup mulai berpacaran pada 2017 dan menikah pada 2023. Ketakutan akan penolakan membuatnya sangat gugup saat pertama kali membicarakan kondisi tersebut. "Saya sangat takut dia akan pergi," ujarnya mengenang.
Namun, reaksi Crudup justru sebaliknya. Ia menenangkan Watts dengan mengatakan bahwa merawat diri adalah hal yang baik dan tidak perlu merasa malu. Dukungan itu, kata Watts, membuatnya merasa lebih aman dan dicintai. "Dia bertanya, 'Kenapa kamu malu?' Itu sangat manis dan seksi. Saya merasa lebih aman dari sebelumnya," tambahnya.
Pengalaman pribadi ini mendorong Watts untuk mendirikan Stripes Beauty, sebuah merek yang bertujuan membantu perempuan menghadapi perimenopause dan menopause. Ia berharap mereknya dapat mengingatkan perempuan untuk tetap percaya diri tanpa memandang usia. "Pikiran, pengalaman, dan jati diri kita semua bertambah menjadi versi diri yang lebih berani dan bijak, yang membuat Anda lebih menarik dari sebelumnya," ujarnya kepada PEOPLE.
Watts juga menekankan pentingnya peran pasangan dalam memberikan dukungan. Menurutnya, pria perlu penasaran dan berbelas kasih, sementara perempuan harus berani berbagi cerita. "Menopause menjadi topik pembicaraan besar karena saya mengalaminya lebih awal dan tidak tahu apa yang terjadi pada tubuh saya. Setelah saya terbuka pada pasangan, saya berpikir, 'Bagaimana kalau saya memiliki cerita ini?'" jelasnya.
"Men harus curious and compassionate. Dan tugas kita, para ladies, adalah membagikan cerita." - Naomi Watts
Kisah Watts menyoroti stigma seputar menopause yang masih sering dianggap tabu. Di Indonesia, menopause sering kali tidak dibicarakan secara terbuka, dan banyak perempuan mengalami kecemasan serupa. Menurut data WHO, menopause umumnya terjadi pada usia 45-55 tahun, namun menopause dini dapat terjadi sebelum usia 40. Dukungan emosional dari pasangan dan lingkungan sangat penting untuk kesejahteraan perempuan.
Dengan pengalaman pribadinya, Watts berharap dapat membuka dialog lebih luas tentang menopause. Ia ingin perempuan tidak lagi merasa takut atau malu menghadapi fase alami ini. "Kita harus merasa nyaman dengan diri sendiri dan tidak takut menopause seperti yang diajarkan masyarakat," tegasnya.
Ke depan, semakin banyak figur publik seperti Watts yang berbicara terbuka tentang menopause dapat mengubah cara masyarakat memandang isu ini. Apakah Indonesia siap mengikuti jejak tersebut dan memberikan ruang lebih besar bagi perempuan untuk berbagi pengalaman mereka?



