Dean Zandbergen Buka Pintu Naturalisasi: Siap Bela Timnas Indonesia, tapi Sadar Prosesnya Tak Mudah
Baca dalam 60 detik
- Penyerang Dinamo Bucuresti, Dean Zandbergen, secara terbuka menyatakan minatnya memperkuat Timnas Indonesia melalui jalur keturunan.
- Ia mulai mempelajari tahapan naturalisasi, termasuk pemeriksaan silsilah keluarga, dan menyadari prosesnya panjang.
- Jika terwujud, Zandbergen akan menyusul deretan pemain keturunan Belanda yang lebih dulu membela Skuad Garuda.

Penyerang Dinamo Bucuresti, Dean Zandbergen, menegaskan keseriusannya untuk membela Timnas Indonesia. Pemain berusia 25 tahun itu mengaku tengah mencari tahu langkah-langkah yang diperlukan untuk mendapatkan kewarganegaraan Indonesia, memanfaatkan garis keturunan dari kakeknya yang berasal dari Indonesia.
Dalam wawancara dengan Voetbal Primeur, Zandbergen menyebut dirinya sudah dihubungi seorang jurnalis Indonesia dan menerima banyak dukungan dari warganet di Instagram. "Akan sangat fantastis jika hal ini terwujud, tetapi kita lihat saja nanti bagaimana perkembangannya," ujarnya, Kamis (1/10/2026).
Meski antusias, pemain kelahiran Belanda itu tak mau sesumbar. Ia menyadari proses naturalisasi tidak sederhana, terutama setelah munculnya skandal passportgate yang sempat mengguncang sepak bola Indonesia. "Proses naturalisasi seperti ini melibatkan tahapan yang panjang, termasuk pemeriksaan menyeluruh terhadap silsilah keluarga. Saya pun mulai mencari tahu langkah apa yang paling tepat untuk diambil," kata Zandbergen.
Jika proses naturalisasi berjalan lancar, Zandbergen akan mengikuti jejak sejumlah pemain keturunan Belanda yang lebih dulu memperkuat Timnas Indonesia, seperti Jay Idzes, Maarten Paes, Calvin Verdonk, Kevin Diks, Ole Romeny, Joey Pelupessy, Miliano Jonathans, Ragnar Oratmangoen, Dean James, Nathan Tjoe-A-On, Shayne Pattynama, dan Rafael Struick. Kehadiran mereka telah mengubah lanskap skuad Garuda dalam beberapa tahun terakhir.
Namun, perjalanan Zandbergen tidak akan mulus. Kasus passportgate yang mencuat belakangan ini menjadi bayang-bayang. Skandal tersebut mengungkap adanya dokumen yang tidak diproses dengan benar, termasuk izin kerja. Hal ini membuat proses naturalisasi ke depan diprediksi lebih ketat dan berhati-hati. Zandbergen sendiri mengaku tidak ingin terburu-burui. "Saya belum tahu persis bagaimana situasinya," tambahnya.
"Tentu saja, baru saja terjadi skandal terkait masalah passportgate, di mana terungkap bahwa dokumen-dokumennya tidak diurus dengan sepenuhnya benar. Masalah ini berkaitan dengan izin kerja dan hal-hal semacam itu."
โ Dean Zandbergen
Dari sisi karier, Zandbergen bukan nama sembarangan. Ia mencatat 71 penampilan dengan 24 gol dan tujuh assist selama memperkuat Dordrecht dan VVV Venlo di kasta kedua Liga Belanda. Kini ia melanjutkan karier di Rumania bersama Dinamo Bucuresti. Pada musim 2026/2027, ia telah tampil tiga kali di Liga Super Rumania dengan torehan satu gol dan satu assist. Meski belum pernah membela Timnas Belanda, performanya di level klub menunjukkan potensi yang bisa dipertimbangkan.
Bagi Timnas Indonesia, tambahan pemain keturunan seperti Zandbergen bisa memperkaya opsi di lini depan. Namun, PSSI dan pemerintah perlu memastikan bahwa setiap proses naturalisasi mematuhi regulasi FIFA dan hukum Indonesia. Skandal passportgate menjadi pelajaran berharga agar seleksi pemain keturunan tidak hanya mengejar kualitas, tetapi juga integritas dokumen.
Ke depan, publik sepak bola Indonesia menanti apakah Zandbergen benar-benar akan mengenakan jersey Merah Putih. Jika terwujud, ia akan menjadi bagian dari generasi pemain diaspora yang terus mengubah wajah Timnas Indonesia. Namun, dengan ketatnya pengawasan pasca-passportgate, jalan menuju naturalisasi tak akan instan. Apakah Zandbergen siap melewati setiap tahapan dengan transparan?



