Maya Jama Ikut Celebrity Traitors, Dapat Saran Digital Detox dari Jonathan Ross
Baca dalam 60 detik
- Maya Jama mengungkapkan bahwa Jonathan Ross memberinya nasihat sebelum bergabung dengan Celebrity Traitors musim kedua.
- Ross memperingatkan tentang larangan ponsel selama syuting, yang dianggap Jama sebagai kesempatan detoks digital.
- Jama memilih tampil apa adanya dan menganggap pengalaman ini sebagai ajang bersenang-senang, bukan kompetisi serius.

Maya Jama, presenter kondang Inggris, mengaku mendapat arahan dari Jonathan Ross sebelum tampil di musim kedua Celebrity Traitors. Ross, yang pernah menjadi peserta di musim pertama, berbagi pengalaman selama keduanya terlibat dalam acara The Masked Singer. Menurut laporan The Sun, Jama mengungkapkan bahwa Ross memberitahunya untuk menikmati pengalaman tersebut dan memperingatkan tentang aturan ketat, termasuk larangan menggunakan ponsel selama proses syuting.
Celebrity Traitors sendiri merupakan spin-off dari acara realitas populer BBC, The Traitors, di mana para peserta yang disebut Faithfuls harus mengidentifikasi Traitors di antara mereka sebelum 'dibunuh'. Musim kedua ini menampilkan sejumlah nama besar seperti Michael Sheen, Ross Kemp, Jerry Hall, dan Richard E. Grant. Jama mengaku telah menonton musim selebriti sebelumnya dan selalu tertarik pada acara tantangan, namun belum menemukan format yang tepat hingga akhirnya memutuskan untuk bergabung.
Dalam wawancaranya, Jama menyatakan bahwa ia tidak berencana untuk berpura-pura menjadi orang lain selama kompetisi. "Jika saya berusaha terlalu keras atau mulai berpura-pura menjadi seseorang yang bukan diri saya, saya mungkin akan terjebak sendiri, terutama jika saya menjadi Traitor," ujarnya. Ia menambahkan bahwa meskipun telah bertemu beberapa peserta lain, tidak ada yang benar-benar mengenalnya, sehingga semua orang memulai dari awal. "Menjadi diri sendiri adalah strategi terbaik saya," tegasnya.
"Saya hanya ingin tertawa dan menikmati pengalaman ini. Jika hasilnya baik, syukur. Terkadang, Anda justru tampil lebih baik saat santai dan tidak terlalu memikirkan segalanya."
— Maya Jama
Jama juga mengungkapkan reaksi keluarganya ketika mengetahui ia akan ikut acara ini. Ibunya dan sahabatnya sangat mendukung, meski sempat tertawa karena tidak bisa membayangkan Jama berada di lingkungan yang penuh intrik. "Mereka terus berkata, 'Jika seseorang mulai menginterogasi kamu, kamu akan cekikikan.' Mungkin mereka benar. Saya memang tidak terlalu serius, dan ini adalah permainan yang sangat serius. Akan menarik untuk melihat apakah saya bisa menahan tawa," tuturnya.
Bagi industri hiburan Indonesia, partisipasi selebriti dalam acara realitas seperti Celebrity Traitors menunjukkan bagaimana format kompetisi berbasis strategi dan psikologi semakin diminati. Di tanah air, acara semacam ini masih jarang diproduksi, namun potensinya besar mengingat tingginya minat penonton pada konten yang menampilkan interaksi sosial dan ketegangan. Kehadiran figur publik seperti Jama juga dapat menarik perhatian global, membuka peluang adaptasi format serupa di pasar Asia Tenggara.
Dengan kembalinya Celebrity Traitors pada 1 Oktober, publik menantikan bagaimana Jama dan para peserta lainnya akan menghadapi dinamika permainan. Apakah strategi 'menjadi diri sendiri' yang diusung Jama akan membawanya jauh, atau justru membuatnya rentan? Yang jelas, acara ini akan menjadi tontonan menarik bagi penggemar reality show dan pengamat budaya populer.



