Taktik Hemat Energi Timnas Indonesia di Tengah Jadwal Padat FIFA ASEAN Cup 2026
Baca dalam 60 detik
- Thom Haye menegaskan rotasi pemain menjadi kunci menjaga kebugaran di jadwal ketat turnamen.
- Pengamat Gusnul Yakin menilai pemain cerdas mengelola tenaga, bukan kelelahan.
- Dua laga krusial melawan Malaysia dan Bangladesh menanti dalam sepekan.

Kemenangan 2-0 Timnas Indonesia atas Singapura dalam lanjutan FIFA ASEAN Cup 2026 diwarnai sorotan tajam terhadap kondisi fisik para pemain. Banyak pihak menilai skuad asuhan John Herdman tampil kedodoran meski meraih hasil positif. Kritik itu muncul karena mayoritas pemain berkiprah di Liga Eropa dan dianggap kesulitan mengimbangi intensitas The Lions.
Namun, gelandang Thom Haye membantah anggapan tersebut. Menurutnya, kebugaran tim tetap terjaga dan rotasi pemain akan menjadi strategi penting menghadapi jadwal padat. "Kondisi fisik sejauh ini bagus. Jadwal pertandingan sangat padat dengan jeda singkat. Jadi pelatih harus memastikan seluruh pemain berada dalam kondisi bugar. Ada kemungkinan rotasi pemain di pertandingan-pertandingan berikutnya untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tim," ujar Haye seperti dikutip dari FIFA.
Pernyataan Haye diamini oleh pengamat sepak bola senior asal Malang, Gusnul Yakin. Ia menilai pemain profesional yang berlaga di Eropa paham betul cara mengatur energi. "Mereka pemain profesional dan main di Eropa. Jadi mereka lebih tahu bagaimana main di lapangan. Bagaimana mengatur energi agar tetap maksimal dan punya tenaga di pertandingan berikutnya," jelas Gusnul.
Gusnul menekankan bahwa turnamen dengan sistem kompetisi berbeda dari pertandingan biasa. "Turnamen lebih sulit, karena tiap pemain harus siap tampil dengan jadwal mepet," katanya. Ia pun menyoroti faktor jetlag yang kerap menghantui pemain abroad. "Sejak naturalisasi era Shin Tae-yong hingga sekarang, saya sering bahas soal jetlag ini. Dengan jadwal padat pasti kebugaran jadi kendala pemain dari Liga Eropa," tambahnya.
Lebih lanjut, Gusnul menilai para pemain tidak memforsir diri saat melawan Singapura. "Kalau di pertandingan awal tenaga dikuras, partai berikutnya pasti turunnya lebih drastis lagi. Jika Timnas Indonesia masuk final tenaga mereka tinggal ampas," ujarnya. Menurutnya, strategi hemat energi adalah bentuk kecerdasan bertanding. "Mereka sudah tampil terbaik lawan Singapura. Saya anggap pemain pintar tak main ngotot. Karena misi utama bagaimana meraih kemenangan, meski penampilan mereka dinilai jelek oleh banyak orang," pungkasnya.
Dengan dua laga sisa melawan Malaysia dan Bangladesh, manajemen kebugaran menjadi krusial. Rotasi pemain kemungkinan besar dilakukan Herdman untuk menjaga performa di setiap pertandingan. Jika mampu melewati fase grup dengan baik, Timnas Indonesia berpeluang melaju jauh di turnamen ini. Namun, tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi fisik di tengah jadwal yang tidak bersahabat.



