Inul Daratista Berfoto dengan Duta Sheila On 7 di Pestapora: Momen Backstage yang Menghidupkan Ekonomi Kreatif
Baca dalam 60 detik
- Inul Daratista mengunggah foto kebersamaannya dengan Duta Modjo di balik panggung Pestapora, menyebut vokalis Sheila On 7 itu sebagai idolanya.
- Pestapora 2026 menampilkan 330 musisi di 19 panggung selama tiga hari, menjadi barometer geliat industri musik nasional.
- Kolaborasi lintas generasi dan momen spontan seperti ini berpotensi mendongkrak daya tarik festival serta memberikan dampak ekonomi bagi sektor pariwisata dan UMKM lokal.

Penyanyi dangdut Inul Daratista membagikan momen kebersamaannya dengan vokalis Sheila On 7, Duta Modjo, di balik panggung festival musik Pestapora. Foto tersebut diunggah melalui akun Instagram pribadinya, memperlihatkan Inul yang tampak sumringah berdampingan dengan musisi yang ia sebut sebagai idolanya.
Dalam keterangan unggahan, Inul menuliskan rasa bahagianya bisa berfoto dengan Duta. Ia mengaku momen itu terjadi secara spontan setelah dirinya menyelesaikan penampilan di Pestapora Stage, panggung utama festival tersebut. "Jam kita gantian, abis aku langsung mas Duta, jadi pas abis nyanyi aku langsung ganti baju ikutan jadi penonton," tulis Inul seperti dikutip dari unggahannya, Minggu (27/9/2026).
Pestapora tahun ini digelar selama tiga hari dengan menghadirkan 330 penampil yang tersebar di 19 panggung. Skala acara yang besar ini menegaskan posisi Pestapora sebagai salah satu festival musik terkemuka di Indonesia, sekaligus ajang pertemuan musisi dari berbagai generasi dan genre.
Interaksi semacam ini bukan sekadar konten viral di media sosial. Bagi industri musik Indonesia, festival berskala besar seperti Pestapora menjadi indikator vitalitas sektor ekonomi kreatif. Kehadiran penampil lintas generasi—dari dangdut hingga rock alternatif—menunjukkan pasar yang inklusif dan beragam, membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di masa depan.
Dari perspektif ekonomi, festival musik memberikan dampak berganda. Selain pendapatan tiket dan sponsor, acara seperti ini menggerakkan sektor akomodasi, transportasi, kuliner, dan UMKM di sekitar lokasi. Pemerintah daerah dan pelaku usaha sering kali merasakan lonjakan permintaan selama periode festival, menjadikannya sebagai katalis pertumbuhan ekonomi lokal.
"Terima kasih para penonton bapak-bapak ibu-ibu semua yang ada di Pestapora," ujar Inul dalam unggahannya, menyampaikan apresiasi kepada para penggemar.
Bagi pembaca di Indonesia, khususnya para profesional dan investor, fenomena ini menegaskan bahwa industri musik live bukan lagi sekadar hiburan semata. Ia telah berkembang menjadi ekosistem bisnis yang matang, dengan rantai nilai yang melibatkan promotor, venue, merek, dan pelaku kreatif. Ke depan, kemampuan festival seperti Pestapora untuk terus berinovasi dan menarik audiens yang lebih luas akan menjadi penentu daya saing industri musik nasional di kancah regional.
Pertanyaannya, akankah momentum ini mendorong lebih banyak investasi di infrastruktur dan talenta musik dalam negeri, sehingga Indonesia tidak hanya menjadi pasar tetapi juga pusat produksi konten kreatif di Asia Tenggara?



