Klopp Bidik Kemenangan Perdana Jerman di Nations League, Wirtz dan Burkardt Siap Tempur
Baca dalam 60 detik
- Jerman akan menghadapi Yunani di Augsburg pada laga kedua Grup A2 UEFA Nations League, dengan pelatih Jürgen Klopp masih mencari kemenangan pertamanya.
- Cedera memaksa Jamal Musiala dan Kai Havertz keluar dari skuad, sehingga Florian Wirtz dan Jonathan Burkardt dipanggil lebih awal untuk memperkuat lini serang.
- Yunani datang dengan modal tiga poin setelah menang dramatis 2-1 atas Serbia, menjadikan laga ini ujian sesungguhnya bagi Klopp dan anak asuhnya.

Jürgen Klopp belum merasakan kemenangan bersama Timnas Jerman. Pada laga kedua Grup A2 UEFA Nations League, Jerman akan menjamu Yunani di WWK Arena, Augsburg, Minggu (8/9/2025) pukul 20.45 waktu setempat. Laga ini menjadi peluang emas bagi Klopp untuk membuktikan diri setelah hasil imbang 1-1 melawan Belanda di Amsterdam pada matchday pertama.
Dalam pertandingan melawan Belanda, Jerman sempat unggul lebih dulu dan tampak akan membawa pulang tiga poin. Namun, gol penyeimbang Cody Gakpo di masa injury time memaksa Die Mannschaft berbagi angka. Hasil itu memperpanjang catatan tanpa kemenangan Klopp di dua laga pertamanya, meski secara performa Jerman menunjukkan tanda-tanda kemajuan.
Masalah utama Klopp saat ini adalah absennya dua pemain kunci di lini depan: Jamal Musiala dan Kai Havertz. Keduanya harus meninggalkan skuad karena cedera. Sebagai respons, Florian Wirtz dan penyerang Eintracht Frankfurt, Jonathan Burkardt, dipanggil lebih cepat dari jadwal semula. Kehadiran mereka diharapkan mampu mengisi kekosongan dan memberi opsi baru bagi Klopp untuk meracik serangan.
Sementara itu, Yunani datang dengan kepercayaan diri tinggi. Pada laga pertama, pasukan Ivan Jovanović bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Serbia 2-1 di Belgrade. Christos Tzolis menyamakan kedudukan sebelum pemain pengganti Anastasios Douvikas mencetak gol kemenangan di menit-menit akhir. Kemenangan dramatis itu menempatkan Yunani di puncak klasemen sementara Grup A2.
Bagi Jerman, laga ini bukan sekadar upaya meraih tiga poin perdana. Ada tekanan besar mengingat status tuan rumah dan ekspektasi publik setelah era Joachim Löw berakhir. Klopp dituntut untuk segera menemukan formula terbaik, terutama dalam menyusun lini serang yang kehilangan dua pilarnya. Wirtz, yang baru bergabung, diharapkan bisa menjadi kreator serangan, sementara Burkardt menawarkan opsi di posisi striker.
"Kami harus tetap positif dan fokus pada laga berikutnya. Yunani adalah lawan yang tangguh, tetapi kami bermain di kandang dan target kami jelas: menang," ujar Klopp dalam konferensi pers jelang pertandingan, seperti dikutip dari laman resmi Bundesliga.
Dari kubu Yunani, pelatih Jovanović menegaskan timnya tidak datang hanya untuk bertahan. "Kami menghormati Jerman, tetapi kami juga punya kualitas. Kami akan bermain lepas dan mencoba merebut poin," ujarnya. Yunani memang sedang dalam momentum positif setelah kemenangan atas Serbia, dan mereka berambisi mengulang kejutan serupa di Augsburg.
Secara taktik, Klopp kemungkinan akan mengandalkan formasi 4-3-3 dengan Kimmich sebagai jangkar, didukung Nmecha dan Conté. Di lini depan, Adeyemi, Ebnoutalib, dan Schade akan berusaha menembus pertahanan Yunani yang dikawal Mavropanos dan Retsos. Sementara Yunani diprediksi mengandalkan serangan balik cepat melalui Tzolis dan Pavlidis.
Laga ini juga menjadi sorotan bagi penggemar sepak bola di Indonesia. Meski tidak melibatkan timnas Indonesia, pertandingan sekelas Nations League selalu menarik untuk disimak, terutama bagi para penggemar Bundesliga yang ingin melihat aksi pemain-pemain bintang Jerman. Selain itu, hasil pertandingan ini akan memengaruhi peta persaingan Grup A2, yang juga dihuni Belanda dan Serbia.
Jika Jerman gagal menang lagi, tekanan pada Klopp akan semakin besar. Sebaliknya, kemenangan akan menjadi titik balik yang penting dalam membangun kepercayaan diri tim menjelang laga-laga berikutnya. Yunani, di sisi lain, berpeluang memperkokoh posisi di puncak klasemen jika mampu mencuri poin di kandang Jerman.
Pertanyaan besarnya: mampukah Klopp mengakhiri puasa kemenangan, atau justru Yunani yang kembali mengejutkan? Jawabannya akan tersaji di lapangan hijau Augsburg malam nanti.



