Schlotterbeck Absen, Dortmund Waspadai Dampak Cedera Jelang Laga Krusial
Baca dalam 60 detik
- DFB memastikan Nico Schlotterbeck harus menepi dari skuad Jerman untuk laga Nations League melawan Serbia dan Yunani akibat cedera ligamen pergelangan kaki yang dialami saat latihan.
- Cedera ini menjadi pukulan telak bagi Dortmund yang sedang memuncaki klasemen awal Bundesliga, karena bek andalan tersebut baru saja pulih dari masalah serupa.
- Belum ada kepastian berapa lama ia akan absen dan apakah Jerman akan memanggil pengganti, sementara Dortmund bersiap menghadapi Werder Bremen pada 9 Oktober.

Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) mengonfirmasi bahwa bek Borussia Dortmund, Nico Schlotterbeck, tidak akan memperkuat timnas Jerman dalam dua pertandingan UEFA Nations League melawan Serbia dan Yunani. Cedera ligamen pergelangan kaki yang dideritanya saat sesi latihan Rabu lalu memaksa ia menepi, menambah daftar panjang masalah kebugaran yang menghantui pemain berusia 26 tahun tersebut.
Schlotterbeck sebenarnya baru saja kembali ke performa terbaiknya. Ia tampil penuh selama 90 menit dalam laga debut Jürgen Klopp sebagai pelatih Jerman, yang berakhir imbang 1-1 melawan Belanda di Amsterdam pekan lalu. Namun, ia kemudian tidak dimasukkan ke dalam skuad saat Jerman kalah 0-1 dari Yunani di Augsburg, tepat setelah pulih dari cedera ligamen pergelangan kaki yang membuatnya absen di akhir kampanye Piala Dunia 2026 dan dua laga awal Dortmund di Bundesliga 2026/27.
Kembalinya cedera ini menimbulkan kekhawatiran serius bagi Dortmund, yang saat ini memimpin klasemen sementara Bundesliga. Klub asal Ruhr itu dijadwalkan menghadapi Werder Bremen pada matchday kelima, Jumat (9/10) pukul 20.30 CEST. Tanpa Schlotterbeck, lini belakang Dortmund dipastikan mengalami perubahan besar, mengingat perannya sebagai tembok pertahanan dan pengumpan dari belakang.
Hingga kini, belum ada indikasi apakah DFB akan memanggil pemain pengganti untuk mengisi posisi Schlotterbeck, maupun berapa lama waktu pemulihan yang dibutuhkan. Situasi ini tentu menjadi momok bagi Klopp, yang tengah membangun fondasi baru bersama Die Mannschaft. Kehilangan bek sentral dengan kemampuan distribusi bola di atas rata-rata mengurangi opsi taktis, terutama dalam menghadapi tim-tim yang menekan tinggi seperti Serbia dan Yunani.
"Kami harus menerima kenyataan ini dan mencari solusi terbaik. Nico adalah pemain penting, tetapi kami memiliki kedalaman skuad yang cukup," ujar seorang sumber di DFB, seperti dikutip dari pernyataan resmi.
Bagi Dortmund, cedera Schlotterbeck bukan hanya soal kehilangan satu pemain. Performa impresif di awal musim membuat mereka dijagokan sebagai penantang serius Bayern Munich. Namun, rentannya cedera di lini belakang bisa mengganggu konsistensi. Pelatih Dortmund, Edin Terzić, kemungkinan akan mengandalkan Mats Hummels atau Niklas Süle untuk mengisi celah, tetapi kombinasi tanpa Schlotterbeck mengurangi kecepatan dan ketenangan dalam membangun serangan dari belakang.
Di sisi lain, ini adalah pukulan bagi ambisi Schlotterbeck untuk mengukuhkan diri di timnas di bawah Klopp. Setelah sempat absen di Piala Dunia 2026, ia berusaha keras merebut kembali tempatnya. Cedera ini bisa menjadi pukulan mental, terutama karena ia sempat menunjukkan performa solid melawan Belanda. Kini, ia harus kembali menjalani rehabilitasi dan bersaing dengan bek lain seperti Antonio Rüdiger dan Jonathan Tah.
Dampak bagi Indonesia? Meski jauh dari pusat sepak bola Eropa, penggemar sepak bola Tanah Air yang mengikuti Bundesliga dan timnas Jerman tentu merasakan kerugian. Schlotterbeck adalah salah satu bek muda yang sering menjadi sorotan karena gaya bermainnya yang modern. Absennya ia di laga Nations League mengurangi daya tarik tontonan, terutama bagi mereka yang ingin melihat perkembangan Klopp bersama Jerman. Selain itu, bagi para penggemar fantasi sepak bola atau penggemar Dortmund, cedera ini memaksa mereka untuk mengubah strategi.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Dortmund mampu mempertahankan momentum tanpa salah satu pilar pertahanannya. Sementara Jerman harus segera menemukan keseimbangan sebelum laga penting berikutnya. Apakah cedera ini akan menjadi titik balik yang mengganggu musim Dortmund, atau justru menjadi kesempatan bagi pemain lain untuk unjuk gigi? Kita tunggu jawabannya di lapangan.



