Zidane Rotasi Sembilan Pemain, Prancis Menang Dramatis di Brussels
Baca dalam 60 detik
- Prancis mengalahkan Belgia 1-0 berkat gol solo Michael Olise di menit akhir, meski Zinedine Zidane menurunkan sembilan pemain berbeda dari laga sebelumnya.
- Kemenangan ini menjaga rekor sempurna Prancis di Nations League, sementara Belgia gagal memanfaatkan peluang di depan pendukung sendiri.
- Hasil ini mempertegas kedalaman skuad Prancis dan menjadi sinyal bagi tim lain bahwa rotasi bukan hambatan untuk tetap kompetitif.

Prancis memetik kemenangan tipis 1-0 atas Belgia dalam lanjutan UEFA Nations League di Stadion King Baudouin, Brussels, pada Minggu (28/9/2026) dini hari WIB. Gol tunggal Michael Olise di menit ke-87 menjadi pembeda dalam laga yang berjalan ketat dan penuh peluang.
Kemenangan ini terasa istimewa karena pelatih Zinedine Zidane melakukan rotasi besar-besaran. Ia mengubah sembilan posisi dari starting XI yang mengalahkan Turki 1-0 pada Jumat lalu. Hanya Maxence Lacroix yang bertahan di lini belakang. Keputusan ini sempat menimbulkan tanda tanya, mengingat Belgia tampil impresif dengan kemenangan 2-0 atas Italia di Roma pada laga perdana Grup A2.
Sejak awal, Prancis memang tampil lebih dominan. Statistik menunjukkan mereka menguasai bola hingga 62% dan menciptakan 15 peluang, lima di antaranya tepat sasaran. Belgia yang mengandalkan serangan balik beberapa kali merepotkan melalui Kevin De Bruyne dan Jeremy Doku, namun penyelesaian akhir yang buruk membuat mereka gagal mencetak gol.
Gol kemenangan lahir dari aksi individu Olise. Menerima bola di area sendiri, pemain sayap Bayern Munich itu melewati tiga pemain Belgia sebelum melepaskan tembakan akurat ke sudut jauh gawang. Zidane yang berada di pinggir lapangan meluapkan kegembiraan dengan menendang bola cadangan ke tribun penonton.
Di pertandingan lain, Italia berpesta gol ke gawang Turki dengan skor 4-1. Alessandro Bastoni membuka keunggulan, disusul gol debut Michael Kayode, Davide Frattesi, dan Pio Esposito. Turki sempat memperkecil melalui Baris Yilmaz, tetapi gol kedua mereka dianulir wasit Michael Oliver karena dianggap offside. Kemenangan ini menjadi respons sempurna setelah Italia dipecundangi Belgia 0-2.
Sementara itu, Swedia menang 3-1 atas Polandia berkat gol dari trio pemain berbasis di Inggris: Benjamin Nygren, Yasin Ayari, dan Viktor Gyokeres. Irlandia Utara bermain imbang 0-0 melawan Hungaria, hasil yang cukup baik mengingat mereka kehilangan Dan Ballard karena cedera.
Bagi pembaca di Indonesia, hasil ini memberikan gambaran tentang peta kekuatan sepak bola Eropa menjelang Piala Dunia 2026. Prancis di bawah Zidane mulai menunjukkan kedalaman skuad yang mengerikan, sementara Belgia masih mencari konsistensi. Italia yang sedang dalam transisi di bawah Roberto Mancini memperlihatkan tanda-tanda kebangkitan. Timnas Indonesia yang akan berlaga di kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia dapat mengambil pelajaran tentang pentingnya rotasi dan adaptasi taktik di kompetisi level tinggi.
"Kami tahu Belgia tim kuat, tetapi para pemain yang masuk hari ini membuktikan bahwa mereka juga layak bersaing. Ini adalah kemenangan kolektif," ujar Zidane dalam konferensi pers usai laga.
Dengan hasil ini, Prancis memuncaki Grup A2 dengan 6 poin, diikuti Belgia dan Italia yang sama-sama mengoleksi 3 poin. Turki belum meraih poin. Selanjutnya, Prancis akan menghadapi Polandia pada Oktober, sementara Belgia bertandang ke Turki. Akankah rotasi Zidane terus membuahkan hasil, atau justru menjadi bumerang saat menghadapi lawan yang lebih tangguh? Waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal yang pasti: persaingan di Nations League musim ini semakin panas.



