Farke, Arsitek Kebangkitan Calvert-Lewin dan Trafford di Leeds United
Baca dalam 60 detik
- Daniel Farke sukses mengubah Dominic Calvert-Lewin dan James Trafford menjadi pilar Leeds United setelah sebelumnya terpuruk.
- Keputusan mendatangkan Calvert-Lewin secara gratis dan Trafford senilai ยฃ40 juta terbukti tepat dengan performa impresif keduanya.
- Kisah ini menjadi pelajaran berharga bagi klub Indonesia tentang pentingnya manajemen talenta dan kepercayaan pada pemain yang tengah menurun.

Manajer Leeds United, Daniel Farke, kembali membuktikan reputasinya sebagai sosok yang mampu membangkitkan karier pemain yang tengah terpuruk. Dua nama menonjol adalah striker Dominic Calvert-Lewin dan kiper James Trafford, yang kini menjadi tulang punggung tim setelah sebelumnya diragukan.
Calvert-Lewin, yang pernah menjadi andalan Everton, mengalami penurunan performa akibat rentetan cedera. Dalam empat musim terakhirnya di Merseyside, ia hanya mencetak 17 gol liga, jumlah yang hampir sama dengan koleksi golnya di musim 2020/21 saja (16 gol). Namun, sejak bergabung dengan Leeds secara gratis pada musim panas 2025, pemain berusia 29 tahun itu kembali tajam dengan mencetak 17 gol di Premier League hanya dalam kurun 12 bulan. Musim ini, ia sudah mengoleksi tiga gol dari lima pertandingan, menegaskan bahwa performa musim lalu bukan sekadar kebetulan.
Keputusan Leeds merekrut Calvert-Lewin tanpa biaya transfer awalnya diragukan. Menurut laporan The Athletic, Leeds sempat menganggap Calvert-Lewin akan memilih klub yang lebih mapan. Namun, setelah target utama Rodrigo Muniz dari Fulham sulit didapat, Leeds kembali melirik Calvert-Lewin pada Agustus. Dalam negosiasi, Leeds menawarkan posisi sebagai penyerang utama dan membuka peluang pemanggilan kembali ke timnas Inggris. Calvert-Lewin bahkan mengaku menolak tawaran klub Liga Champions demi bergabung dengan Leeds.
Transformasi serupa terjadi pada James Trafford. Kiper berusia 23 tahun itu sempat tersingkir di Manchester City setelah kedatangan Gianluigi Donnarumma, hanya tampil empat kali di liga. Sebelumnya, ia sempat terdegradasi bersama Burnley, meski mencatat 29 clean sheet di Championship 2024/25. Leeds merekrutnya dengan harga ยฃ40 juta, sebuah taruhan besar mengingat performanya yang menurun. Namun, Trafford langsung membayar kepercayaan itu dengan penampilan gemilang.
Rekan setim, Brenden Aaronson, mengaku terkesan dengan performa Trafford di sesi latihan. "Kami semua terpukau dengan kemampuannya," ujar Aaronson dalam wawancara pramusim. Statistik mendukungnya: Trafford memimpin liga dalam jumlah penyelamatan dan save percentage, hanya kalah dari mantan kiper Leeds, Elia Caprile (91%), yang kini memperkuat Cagliari.
Keberhasilan Farke merevitalisasi Calvert-Lewin dan Trafford menjadi cermin bagi klub-klub Indonesia. Di tengah keterbatasan finansial, manajemen talenta yang tepat dan keberanian memberi kesempatan pada pemain yang tengah menurun bisa menjadi kunci. Persib Bandung, misalnya, pernah sukses membangkitkan David da Silva yang sempat tidak konsisten. Pendekatan serupa dapat diterapkan untuk pemain muda potensial yang tersisih di klub besar.
Ke depan, tantangan bagi Leeds adalah mempertahankan konsistensi. Calvert-Lewin rentan cedera, sementara Trafford masih perlu membuktikan ketangguhan dalam jangka panjang. Jika keduanya tetap prima, bukan tidak mungkin Leeds melampaui ekspektasi musim ini. Akankah Farke kembali menemukan permata terpendam lainnya? Waktu yang akan menjawab, tetapi rekam jejaknya memberi harapan besar.



